Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day akan digelar besok Jumat, 01 Mei 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Rekayasa lalu lintas disiapkan untuk mengamankan arus.
Gambar ilustrasi May Day di JakartaFoto: Tatan Syuflana/AP Photo/picture alliance
Iklan
"Rekayasa yang sudah kami lakukan, kami sudah mengatur rute perjalanan, baik saudara kita datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, sampai dengan Lampung, kita sudah atur flow mengarah ke Monas, termasuk kantong-kantong parkir bus yang akan digunakan," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin, Kamis (30/4/2026).
Berdasarkan data sementara yang diterimanya, sekitar 200 ribu buruh akan datang ke Monas. Serta ada beberapa kelompok yang akan melaksanakan kegiatan di sekitar Jakarta.
"Diperkirakan sampai dengan data terakhir yang kami terima, 200 ribu lebih buruh yang akan ke Monas dan ada beberapa kelompok yang mungkin akan melaksanakan kegiatan di beberapa titik Jakarta," bebernya.
Bulan Mei spesial bagi orang Jerman. Orang-orang menyambutnya dengan dansa dan api, dengan minuman tradisional dan pohon-pohon yang dihias. Dengan mainan karusel serta arum manis, dan banyak lagi.
Foto: picture-alliance/dpa/S. Pförtner
Walpurgisnacht atau Malam Walpurgis
Sudah tradisi, di malam hari menjelang tangal 1 Mei, kaum perempuan bertemu di gunung Brocken di pegunungan Harz untuk bernyanyi, menari dan berdansa. Di zaman Abad Pertengahan, ini adalah harinya para nenek sihir bertemu dan mengadakan perayaan.
Foto: AP
Maifeuer atau Api Mei
Menari-nari di sekitar api unggun bukan dilakukan nenek sihir saja. Di desa-desa Jerman, di malam menjelang 1 Mei kerap ada api unggun. Tergantung tradisi daerah bersangkutan, kadang dibuat boneka nenek sihir dari jerami, dan diberi pakaian tua, kemudian dibakar. Katanya itu bisa mengusir roh jahat.
Foto: AP
Maibaum atau Pohon Mei
Pohon dihiasi pita warna-warni dan karangan dari dedaunan hijau. Pohon ditempatkan di lokasi di tengah desa. Bagi banyak desa di Jerman, pohon Mei sudah jadi tradisi yang pasti diadakan. Maibaum juga sering jadi tanda cinta dari pria muda, yang meletakkannya di depan rumah perempuan idamannya.
Foto: picture-alliance/Helga Lade
Maientanz atau Dansa Mei
Ada yang suka pesta dengan nenek sihir, ada juga yang suka dengan pesta rakyat yang manis dan teratur. Di Jerman selatan, awal Mei kaum muda memakai baju tradisional kemudian berjalan di seluruh penjuru desa sambil menyanyikan lagu-lagu bulan Mei.
Foto: picture-alliance/dpa
Mayday
"Mayday" adalah sebutan bagi pesta tekno terbesar Eropa di dalam ruangan besar. Ini bisa dibilang padanan modern dansa tradisional Mei.
Foto: picture-alliance/dpa/T. Frey
Maibowle - Minuman Khas Mei
Maibowle dibuat berdasarkan resep tua yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam sebuah keluarga. Termasuk dalam resep adalah alkohol dan tumbuhan yang disebut Waldmeister. Minuman ini diciptakan di biara Prüm. Di sana, tahun 854 seorang biarawan membuatnya sebagai obat untuk memperkuat jantung dan hati.
Foto: Fotolia/PhotoSG
Jejak dari Kapur
Ini tradisi tua di Jerman dan Austria untuk menunjukkan cinta dua orang penduduk desa. Jejak bisa menuntun orang ke berbagai bagian desa, dan berakhir dalam bentuk hati. Kadang dilengkapi inisial dua orang yang saling jatuh cinta.
Foto: Fotolia/d-jukic
Hari Buruh Internasional
Demonstrasi bukan berpesta. Tanggal 1 Mei juga Hari Buruh Internasional. Bagi pekerja, hari ini secara tradisional jadi hari demonstrasi untuk menuntut kondisi kerja lebih baik.
Foto: picture-alliance/dpa/W. Kumm
Maikirmes - Taman Ria Bulan Mei
Karusel dan gula kapas. Di banyak kota Jerman, ada tradisi taman ria di bulan Mei. Di sini juga kerap banyak mainan seperti karusel, roller coaster dsb.
Foto: picture-alliance/Bildagentur Huber
Hari Ibu
Tahun 1644 hari ini disebut "Mothering Day" di Inggris. Tradisi ini kemudian datang ke Jerman tahun 1923. Setelah Perang Dunia II, di seluruh Eropa mulai menyebar kebiasaan memberikan bunga dan hadiah kecil lain bagi ibu. Secara tradisional Hari Ibu dirayakan pada hari Minggu kedua di bulan Mei. Penulis: Sabine Damaschke (ml/vlz)
Foto: picture-alliance/dpa
10 foto1 | 10
Long weekend: Jakarta akan padat
"Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menginformasikan bahwa kemungkinan besokJakarta akan cukup padat. Namun demikian, kami akan berupaya agar seluruh aktivitas bisa berjalan walau ada perlambatan," tambah dia.
Menurutnya, ada sekitar 4.000 bus yang akan mengarah ke Jakarta. Sejumlah titik juga akan diantisipasi mengingat besok bertepatan dengan libur panjang akhir pekan.
"Rekayasa arus lalu lintas kami lakukan secara situasional ya. Rekayasa-rekayasa ini mulai dari pengalihan ataupun penutupan sekiranya memang nanti akan ada ruas-ruas jalan yang padat, volumenya cukup berat, maka kami akan lakukan pengalihan atau bahkan penutupan sekiranya itu diperlukan," sebutnya.
Kisah Buruh yang Kehilangan Kerja karena Kecelakaan Kerja
01:19
This browser does not support the video element.
Iklan
Monas paling padat
Dia menyiapkan beberapa zona sebagai indikator diterapkannya rekayasa lalu lintas. Zona tersebut yang akan dilihatnya apakah perlu dilakukan rekayasa lalu lintas atau tidak.
"Ya kami berharap kita tetap bermain di zona hijau, artinya bahwa seluruh ruas jalan bisa tetap digunakan untuk sirkulasi pergerakan baik kendaraan roda dua, roda empat, dan bus peserta yang nanti akan masuk," ucapnya.
Sementara itu, zona kuning dilakukan apabila ruas sekitar Monas terjadi kepadatan. Maka, rekayasa akan dilakukan mulai dari Sarinah, Tugu Tani, dan Harmoni.
"Ini sudah mulai akan kami alihkan ataupun kami kurangi volumenya sehingga mengantisipasi kepadatan yang bertambah panjang dan lama," jelasnya.
Sebanyak 1.793 personel lalu lintas akan dikerahkan dan disebar di sejumlah titik. Berdasarkan informasi yang diterima, buruh yang datang ke Jakarta dimulai sejak pagi.