22 titik terkontaminasi zat radioaktif Cesium-137 di Cikande, Banten, sudah dekontaminasi. Sementara, sisa 7 lokasi akan dibersihkan dalam satu bulan ke depan.
Pengawasan kendaraan yang melintasi kawasan industri Cikande tetap berlakuFoto: Satakorn/Zoonar/picture alliance
Iklan
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofik mengungkapkan 22 titik terkontaminasi zat radioaktif Cesium-137 di Cikande, Banten, sudah dekontaminasi sehingga aman bagi warga. Sementara itu, tujuh titik lainnya masih dalam proses dekontaminasi yang ditarget selesai dalam satu bulan.
"Sampai kemarin sudah ada 3 dari 10 titik, sudah 3 yang selesai didekontaminasi dan hari ini menuju pernyataan clearance. Jadi clearance itu harus ada hasil corning yang di lab, apakah masih ada tersisa atau nggak (radiasinya)," ucap Hanif usai kunjungan di Kota Bogor, Jumat (17/10).
"Jadi yang 3 lokasi telah selesai didekontaminasi, masih ada 7 lokasi lagi. Yang 7 lokasi kita harapkan satu bulan selesai," lanjutnya.
Sejumlah warga yang berada di zona merah cemaran zat radioaktif saat ini dalam proses relokasi. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan secara masif terhadap warga yang berada di zona kuning.
"Kemudian relokasi warga semestinya dalam 1-2 hari ini sudah dilakukan. Persiapannya sudah dilakukan oleh Bapak Gubernur, Bupati Serang, Kapolda dan Kapolres, Dandim Serang untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk pemindahan. Tidak banyak hanya beberapa puluh rumah tangga yang masuk zona merah pada titiknya," kata Hanif.
"Kemudian pemeriksaan kesehatan akan dimasifkan terus pada zona kuning, mungkin pemeriksaan akan rutin akan lanjut," imbuhnya.
Bahaya Unsur Radioaktif
Nuklir mengancam secara tidak langsung. Tambang dan pemerkayaan Uranium untuk tujuan sipil atau militer, bencana dan limbah nuklir melepaskan elemen radioaktif ke udara. Ratusan ribu manusia pernah menjadi korban
Foto: picture-alliance/dpa
Lebih dari 2000 Ledakan Nuklir Sejak 1945
Amerika Serikat meledakkan 1039 bom nuklir sejak berakhirnya Perang Dunia II. Sementara Uni Sovyet 718, Perancis 198, Inggris dan Cina 45 ledakan, India dan Korea Utara masing-masing tiga kali, Pakistan dua kali. Puluhan ribu manusia terpapar zat radioaktif secara langsung akibat uji coba tersebut.
Foto: Getty Images/AFP
1945: Bom Atom di Hiroshima
140.000 dari 350.000 penduduk Hiroshima meninggal dunia sebulan setelah ledakan nuklir akibat kanker, jantung atau perubahan hormon dan Chromosom. Hingga kini tingkat pengidap Leukimia di Hiroshima tertinggi di antara penduduk Jepang di kawasan lain.
Foto: picture-alliance/dpa
Seribu Uji Coba Nuklir di Nevada
Uji coba di sekitar kamp Mercury dari 1950 hingga 1992 mengkontaminasi sebagian wilayah AS. Pada gigi balita misalnya ditemukan Strontium yang memancarkan zat radioaktif. Selain itu angka penderita penyakit Kanker juga meningkat tajam. Dari 1963 hingga 1992 pemerintah AS melakukan uji coba nuklir di bawah tanah.
Foto: Getty Images
Kompleks Nuklir Sellafield
Sejak 1952 reaktor pertama Inggris memproduksi Plutonium untuk membuat bom atom. Empat tahun kemudian pemerintah mulai menggunakan energi nuklir buat memproduksi listrik. 1957 salah satu reaktor terbakar yang disusul dengan berbagai insiden. Tanah dari air terpapar zat radioaktif. Sebagian putra putri pegawai di kompleks nuklir Sellafield hingga kini masih menderita Leukimia.
Foto: Getty Images
Tambang Uranium Mematikan
Kawasan Wismut di timur Jerman pernah menjadi tambang Uranium terbesar di dunia antara 1946 hingga 1990. Tambang tersebut mengirimkan bahan baku buat program nuklir Uni Sovyet. Menurut pemerintah Jerman, satu dari delapan buruh tambang meninggal dunia akibat radioaktivitas, keseluruhannya mencapai 7000 orang. Sementara penduduk di sekitar banyak yang menghidap kanker paru-paru.
Foto: Wismut GmbH
Pancaran Radioaktif dari Kota Misterius
Di kota nuklir Tomsk-7 di Siberia yang hingga 1992 masih dirahasiakan terjadi sebuah insiden ketika 1993 sebuah tanki penyimpanan meledak. Zat-zat radioaktif semisal Plutonium dan Sesium meracuni wilayah sekitar. Uni Sovyet tercatat merahasiakan 38 insiden nuklir di kota Tomsk-7 dan Majak. Ratusan ribu buruh dan keluarganya terpapar zat radioaktif.
Foto: imago/ITAR-TASS
1979: Bencana Nuklir Harrisburg
Kebocoran nuklir di pembangkit listrik Three Mile Island di Amerika Serikat adalah bencana nuklir terbesar sebelum Chernobyl dan Fukushima. Zat-zat radioaktif dalam jumlah besar mengotori lingkungan sekitar. Sebuah studi independen membuktikan tingginya angka penduduk berpotensi mengidap penyakit Kanker pasca bencana. Sebaliknya lobi industri nuklir menepis temuan tersebut dengan studi tandingan
Foto: picture-alliance/dpa
1986: Bencana di Chernobyl
Saudara kembar ini dilahirkan setelah bencana. Sang ayah adalah Liquidator, pegawai harakiri yang ditugaskan membersihkan reaktor sesaat setelah ledakan nuklir. Adapun sang ibu hidup di kota yang terkontaminasi. Kebocoran nukilr dan ledakan yang menyertainya melepaskan zat radioaktif dalam jumlah besar ke udara. Journal of Cancer melaporkan lebih dari 15.000 penduduk meninggal dunia akibat kanker.
Foto: picture alliance/dpa
2011: Tsunami Menyusul Insiden Nuklir di Fukushima
Kebocoran nuklir di Fukushima yang disebabkan oleh Tsunami hingga kini masih tercatat sebagai pencemaran radioaktif di laut paling parah. Pakar nuklir memperkirakan 22.000 hingga 66.000 kematian tambahan akibat kanker. Sejak 2011, anak-anak di wilayah sekitar Fukushima menderita kanker tiroid.
Foto: Reuters
Bahaya Limbah Nuklir
Limbah nuklir tingkat tinggi membutuhkan jutaan tahun hingga tidak lagi memancarkan zat radioaktif. Namun Tempat Penyimpanan Akhir untuk limbah atom hingga kini belum ada di seluruh dunia. Jerman menganggarkan miliaran Euro per tahun untuk mengelola tempat penyimpanan sementara limbah nuklir.
Foto: dapd
Irak: Leukimia Lewat Amunisi Uranium
Penggunaan amunisi yang mengandung Uranium selama Perang Teluk di awal dekade 1990-an mengancam nyawa penduduk secara tidak langsung. Hingga kini penduduk kota Bashra mencatat tingginya angka kelahiran cacat dan penderita kanker. Selain itu jumlah anak-anak yang menderita Kanker juga meningkat drastis.
Foto: picture-alliance/dpa
11 foto1 | 11
Selain itu, pengawasan kendaraan yang melintasi kawasan industri Cikande tetap berlaku. Kendaraan diizinkan keluar jika sudah dipastikan aman dari paparan zat radioaktif.
"Portal radiation monitoring yang di one gate kawasan industri modern Cikande akan terus berlaku, sampai dinyatakan clear semua. Mobil yang keluar dari Cikande wajib melalui portal tersebut, bila mana terkontaminasi kita karantina, kita lakukan dekontaminasi baru boleh jalan lagi. Jadi clear ya, jadi masyarakat nggak usah khawatir," kata Hanif.
Hanif Faisol sebelumnya menyatakan 22 fasilitas tercemar radioaktif Cesium-137 di Cikande telah selesai didekontaminasi. Hanif menyebut 22 fasilitas tersebut sudah aman.
"Hari ini untuk Cikande, 22 fasilitas yang tercemar sudah dinyatakan clear. Jadi tahapan sudah jelas, untuk fasilitas ini harus selesai di hari ini," kata Hanif.
Hanif menyebut segel fasilitas yang sudah dinyatakan aman dari cemaran radioaktif akan dicabut hari ini. Dia menegaskan proses hukum tetap dilanjutkan.
"Ini semua selesai, mungkin Sabtu atau Minggu saya akan rapat di Cikande untuk menjelaskan ini. Tetapi hari ini semua segel yang terkait dengan radionuklir telah dinyatakan selesai dan dicabut," kata Hanif.