CT scan efektif mendiagnosis masalah pada tulang, otot, organ, dan pembuluh darah dengan efektif. Namun, penggunaan yang berlebihan bisa menjadi penyebab 1 dari 20 kasus kanker, demikian menurut riset teranyar di AS.
Pemindai CT dan MRI terlihat serupa, tetapi mereka menggunakan bagian spektrum elektromagnetik yang berbeda untuk mengambil gambarFoto: Alain Jocard/AFP
Iklan
Sebuah studi di Amerika Serikat mengungkapkan, CT scan bisa berkontribusi terhadap 1 dari 20 kasus kanker yang terdiagnosis setiap tahunnya, jika penggunaan berlebihan yang lazim terjadi saat ini tidak berubah.
CT scan pada dasarnya adalah alat penting dan vital, yang digunakan untuk mendiagnosis berbagai kondisi medis, tetapi sebagai akibatnya bisa terjadi paparan radiasi terionisasi. Para peneliti menyebutkan, penggunaan CT scan yang ketat dapat membantu mengurangi risiko munculna kanker.
Para peneliti dari Amerika Serikat memperingatkan potensi bahaya dari CT scan, - sebuah metode standar yang digunakan untuk pencitraan tubuh yang penuh detail untuk mendiagnosis penyakit.
Computed Tomography (CT) atau yang sering disebut dengan CT scan, menggunakan sinar-X untuk membentuk gambaran tiga dimensi dari tubuh pasien.
Balada Kanker di Negeri Api
Keindahan pantai di kawasan Campania, Italia, berbanding terbalik dengan tingginya angka kematian balita dan pengidap kanker di sana. Praktik pembuangan sampah ilegal oleh mafia ditengarai merupakan penyebabnya.
Foto: Stefano Schirato
Awan Hitam di Langit Campania
Kawasan pesisir Amalfi atau reruntuhan Pompeii termasuk lusinan atraksi wisata yang dimiliki Campana. Tapi kawasan yang menjadi tempat kelahiran Pizza ini juga memiliki "segitiga setan" antara kota Napoli dan Caserta, di mana penduduk harus hidup di tengah timbunan sampah, menghirup gas beracun dari pembakaran sampah dan mengkonsumsi air kotor hasil pembuangan limbah ilegal.
Foto: Stefano Schirato
Pembunuh Tak Kasatmata
Stefano Schirato mulai meliput bencana lingkungan di Campania pada 2015. "Bencana ini sudah menumpuk sejak 30 tahun terakhir, sejak Camorra dan perusahaan swasta bekerjasama dengan politisi untuk membuang sampah di sini supaya bisa menghemat ongkos," katanya kepada DW. "Bagaimana anda bisa menyelesaikan masalah yang dikubur di dalam tanah?"
Foto: Stefano Schirato
Bukit Buatan Manusia
Selama beberapa dekade terakhir jutaan ton sampah dikubur di bawah pemukiman atau di sekitar desa penduduk di selatan Italia. Pemerintah lokal bahkan memberikan izin pembangunan kamp sementara di sekitar tempat pembuangan ilegal. "Ketika datang, saya terkejut melihat bagaimana timbunan sampah membentuk bukti yang tadinya tidak ada," kata Schirato.
Foto: Stefano Schirato
Generasi yang Terbuang
Adalah pertemuan dengan warga lokal yang membuka hari Schirato. "Saya bertemu anak-anak yang kehilangan orangtuanya atau orangtua yang kehilangan anaknya, bahkan ketika baru berusia 22 bulan," tuturnya. Salah satu orangtua kehilangan bayinya yang lahir sehat, namun mengidap kanker stadium lanjut saat baru berusia 10 bulan. "Saat itu saya memahami masalahnya sangat besar."
Foto: Stefano Schirato
Menggali Aib dari Kubangan Sampah
Schirato juga bertemu perempuan berusia 60 tahun bernama Rosetta. "Ketika dia didiagnosa mengidap kanker, dia menyadari banyak tetangga yang hidup di dekat tempat pembuangan ilegal juga mendapat nasib serupa. Jadi dia datangi semua tetangga untuk menanyakan kondisi kesehatan mereka. Buku catatannya menjadi daftar resmi pengidap kanker di desa Terzigno."
Foto: Stefano Schirato
Amarah Tak Terkira
Masalah lingkungan dan kesehatan di kawasan ini baru menjadi perhatian setelah Institut Kesehatan Nasional mengakui adanya hubungan antara praktik pembuangan sampah ilegal dan tingginya angka pengidap kanker atau jenis penyakit lain pada 2016 silam. Laporan tersebut "ibarat sebuah bom. Penduduk murka," kata Schirato.
Foto: Stefano Schirato
Berjuang demi Kampung Halaman
Meski polusi dan kontaminasi tanah, penduduk di kawasan "segitiga setan" tidak ingin meninggalkan kampung halamannya. Di Italia, kata Schirato, penduduk sulit mendapat pekerjaan di daerah lain, terlebih kehidupan yang layak. "Ada alasan lain juga. Penduduk yang lahir dan besar di sini tidak ingin hidup di tempat lain."
Foto: Stefano Schirato
Limbah Radioaktiv di Laman Belakang
Sejak laporan kesehatan dipublikasikan pada 2016, masalah di Campania menjadi agenda politik nasional. Namun hingga kini pemerintah masih berdiam diri. "Penduduk menginginkan keadilan. Jadi politisi tidak lagi bisa bersikap acuh. Tapi membersihkan kawasan ini sulit dan berhaya. Salah satu situs ilegal yang diungkap Korps Kehutanan Negara bahkan menyimpan materi radioaktif," kata Schirato.
Foto: Stefano Schirato
8 foto1 | 8
Mesin pemindainya berbentuk tabung besar, tempat pasien berbaring dan bergerak masuk ke dalamnya, sementara alat sinar-X yang dipasang di dalamnya, menangkap serangkaian gambar tubuh yang tersembunyi di balik kulit dan daging.
Metode ini berbeda dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI), meskipun keduanya menggunakan tabung besar untuk memindai tubuh. Namun, dalam MRI, gelombang radio yang dikirim melalui tubuh yang menghasilkan citra, sementara CT scan bergantung pada sinar-X.
Kedua metode ini menghasilkan gambar yang sangat terperinci, memungkinkan kita untuk melihat lebih dalam, lebih jelas, dan lebih jauh ke dalam tubuh manusia.
Namun, di balik radiasi yang menyinari tubuh, tersimpan bahaya yang tak kasat mata.
"CT dapat menyelamatkan nyawa, namun bahayanya sering kali terabaikan," papar Rebecca Smith-Bindman, seorang radiolog dari Universitas California, San Francisco, yang menjadi peneliti utama dalam studi ini.
Inilah 8 Fakta Menarik Tentang Kanker Payudara
Selain kanker serviks, kanker payudara juga merupakan salah satu jenis kanker yang berbahaya bagi wanita. Ini 8 fakta soal kanker payudara yang mungkin belum Anda ketahui.
Foto: Colourbox
1. Dijuluki 'Penyakit Biarawati' karena banyak biarawati terkena kanker payudara
Biarawati, peran yang membuat wanita tidak pernah memiliki keturunan, punya risiko lebih tinggi meninggal karena kanker payudara, ovarium dan rahim dibandingkan dengan seorang Ibu. Risiko seorang wanita terkena kanker ini meningkat dengan jumlah siklus menstruasi yang dia alami.
Foto: picture-alliance/dpa/S. Puchner
2. Muncul pada anjing dan kucing
Kanker Payudara tidak hanya ditemukan pada manusia, tapi juga pada hewan. Meski lebih sering muncul pada anjing, diketahui kanker payudara pada kucing lebih agresif dibandingkan pada anjing.
Foto: Reuters/A. Song
3. Kotoran tawon digunakan sebagai obat dari kanker payudara
Dalam pengobatan kuno, kotoran serangga banyak digunakan untuk mengobati kanker payudara. Sebuah papirus Mesir menyarankan campuran otak sapi dan kotoran tawon dioleskan dibagian tumor payudara selama empat hari. Sampai abad pertengahan, kotoran serangga masih diangap sebagai salah satu perawatan paling maju untuk kanker payudara. Untungnya, metode perawatan telah berkembang sejak saat itu.
Foto: Colourbox
4. Catatan pertama mastektomi yang ditawarkan untuk kanker payudara terjadi lebih dari 1.500 tahun lalu.
Catatan pertama operasi pengangkatan payudara dilakukan pada 548 M kepada Theodora, Permaisuri Bizantium. Kemajuan pengobatan kanker payudara dalam beberapa dekade terakhir, menunjukkan pengurangan dramatis dalam penggunaan mastektomi 'radikal' (dimana payudara, otot dada, dan kelenjar getah bening semuanya diangkat). Hal ini merupakan bedah standar untuk kanker payudara sampai tahun 1960-an
Foto: Imago/Chromorange
5. Pria juga berisiko terkena kanker payudara. Peluangnya 1:1000
Banyak orang tidak menyadari bahwa pria juga memiliki jaringan payudara dan berpotensi terkena kanker payudara. Hal ini jarang terjadi pada pria karena sel-sel saluran payudaranya kurang berkembang dibandingkan dengan wanita. Selain itu, pria juga memiliki kadar hormon wanita lebih rendah yang mempengaruhi pertumbuhan sel-sel payudara.
Foto: Heike Günther
6. Kanker payudara lebih sering muncul di bagian kiri
Dada sebelah kiri memiliki peluang 5-10% lebih besar terkena kanker payudara dibandingkan dada kanan. Sisi tubuh bagian kiri juga 5% lebih rentan terkena melanoma (sejenis kanker kulit). Tidak ada yang tahu pasti mengapa ini terjadi.
Foto: Youtube/Swedish Cancer Society
7. Saat ini sebagian besar wanita selamat dari kanker payudara (setidaknya di negara maju)
Kemajuan besar dalam kanker payudara telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir. Sisi pencegahan, evaluasi risiko, operasi, radiasi, dan perawatan lainnya telah berubah secara signifikan. Tingkat kematian akibat kanker payudara di negara-negara yang lebih maju seperti AS, Swedia dan Jepang pun telah menurun dalam beberapa tahun terakhir dan tingkat penyembuhan sudah 80% atau lebih.
Foto: Getty Images
8. Kerja shift berpotensi tingkatkan risiko kanker payudara
Badan Internasional untuk Penelitian Kanker baru-baru ini menyimpulkan, bahwa wanita yang bekerja shift malam selama 30 tahun memiliki risiko kanker payudara dua kali lebih tinggi. Namun, wanita yang bekerja malam tidak perlu panik. Perlu dicatat bahwa tidak ada hubungan yang ditemukan antara risiko kanker payudara yang lebih tinggi dengan periode kerja malam kurang dari 30 tahun. (gtp/ag)
Foto: DW/M. Hailesselassie
8 foto1 | 8
Mengapa sinar-X berpotensi bahaya?
Spektrum elektromagnetik terbagi-bagi dengan radiasi dalam berbagai panjang gelombang.
Iklan
Di pusat spektrum ini terdapat cahaya nampak — yang bisa ditangkap indera hewan dan manusia — termasuk spektrum panjang gelombag yang bisa kita lihat senagai merah, oranye, hingga ungu.
Namun, gelombang elektromagnet juga eksis di luar spektrum yang tampak. Di satu sisi, ada radiasi frekuensi rendah dengan panjang gelombang yang lebih panjang, seperti gelombang radio, microwave dan inframerah, yang energinya lebih lemah. Gelombang radio digunakan dalam MRI, sebuah metode yang tidak mengandalkan sinar berbahaya.
8 Jenis Kanker Paling Mematikan
14,1 juta orang dewasa didiagnosa dengan kanker di tahun 2012. Lebih dari 8 juta meninggal karena kanker di tahun yang sama. Jumlah yang luar biasa. Berikut 8 jenis kanker yang paling mematikan.
Foto: picture-alliance /OKAPIA
Kanker Paru-paru
Mayoritas pasien kanker paru-paru mengetahui kondisinya terlambat. Kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Penyebab utama kanker paru-paru adalah terekspos asap tembakau untuk jangka panjang, sekitar 80-90 persen. Tetapi mereka yang tidak merokok juga beresiko 10-15 persen terkena karsinoma paru-paru.
Foto: picture alliance/dpa
Kanker Payudara
Perempuan beresiko lebih besar terkenanya. Terutama mereka yang mendapat menstruasi di usia dini, tidak pernah melahirkan atau melahirkan di usia tua, dan memperoleh terapi pergantian hormon saat menopause. Pada pria dan perempuan faktor resiko lainnya termasuk kurang olahraga, obesitas, dan konsumsi alkohol. 5-10 persen juga disebabkan oleh gen yang diteruskan oleh orangtua ke anaknya.
Foto: Fotolia/S. Bähren
Kanker Usus Besar (Kolorektal)
Empat faktor utama yang menyebabkan kanker kolorektal adalah pola makan, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, dan merokok. Jika Anda tidak ingin terkena kanker Usus, Anda harus menghindari konsumsi daging merah dan daging olahan. Sebaiknya, minuman alhokol juga dibatasi.
Foto: Fotolia/Sebastian Kaulitzki
Kanker Prostat
Seperti kanker payudara pada perempuan, kaum pria sebaiknya waspada akan kanker prostat. Jenis kanker ini tidak memiliki gejala yang nyata. Pada kanker prostat tingkat lanjut, penderita akan merasa kesulitan saat buang air kecil atau sakit pinggul dan punggung.
Foto: AP
Leukemia
Leukemia adalah kanker darah. Penyakit ini akan mempengaruhi tulang sumsum yang bertanggung jawab atas formasi sel darah putih yang sehat. Leukimia memicu produksi sel darah putih yang tidak berkembang sehingga terjadi pendarahan, memar, kelelahan dan beresiko lebih besar terkena infeksi.
Foto: Universität Tübingen
Limfoma Non-Hodgkin (NHL)
Beberapa tipe NHL butuh waktu untuk berkembang, sementara tipe lainnya bisa menjadi sangat agresif. Limfoma adalah tumor yang terbentuk dari limfosit, jenis sel darah putih. Banyak variasi NHL yang disebabkan agen menular, termasuk virus Hepatitis C, HIV, Epstein-Barr, dan Helicobacter pylori, bakteri yang menyebabkan peradangan lapisan lambung yang kronis pada manusia..
Foto: Novartis Vaccine
Kanker Pankreas
Pankreas adalah organ tubuh yang terletak di belakang lambung. Kadang terjadi pertumbuhan abnormal pada sel di pankreas yang menyebabkan kanker pankreas. Jenis kanker ini mematikan, karena hampir tidak ada gejalanya di tahap awal penyakit dan saat menjalar ke bagian tubuh lain.
Mesothelioma
Mesothelioma adalah tipe kanker yang langka. Sel mesothelium, jaringan lapisan yang berfungsi sebagai pelindung organ internal tubuh, akan terpengaruh. Akibatnya, bisa merambah ke berbagai organ tubuh sekaligus. Penyebab utama mesothelioma adalah asbestos.
Foto: picture-alliance /OKAPIA
8 foto1 | 8
Akan tetapi, di sisi lainnya terdapat radiasi berfrekuensi tinggi, dengan panjang gelombang yang lebih pendek, yang mencakup sinar ultraviolet (UV), sinar-X, dan sinar gamma — semuanya jauh lebih energik daripada cahaya yang tampak, dengan potensi yang lebih besar untuk merusak.
Inilah yang dikenal sebagai "radiasi pengion," yang merupakan ancaman bagi kesehatan kita.
Radiasi pengion memiliki kekuatan untuk mengikis elektron dari atom-atom, meninggalkan jejak kerusakan yang dapat merusak jaringan tubuh pada level molekuler. Pada manusia, kerusakan ini bisa memicu berbagai masalah, termasuk kanker. Sinar ultraviolet yang kita kenal sebagai bahaya kesehatan akibat paparan matahari adalah salah satu contoh bagaimana radiasi ini dapat merusak tubuh.
Walaupun sinar-X adalah bentuk radiasi yang kuat, ia juga menjadi alat yang tak tergantikan dalam dunia medis, memberikan wawasan penting yang membantu para tenaga medis memahami kondisi pasien.
Bagaimana mRNA Akan Berdampak pada Terapi Kanker
02:50
Satu dari 20 kasus kanker bisa jadi akibat penggunaan CT Scan
Penelitian terbaru, mencoba menggambarkan kemungkinan terjadinya kanker pada 61,5 juta pasien di Amerika Serikat yang telah menjalani CT scan.
Model perhitungan ini memperkirakan, sekitar 103.000 diagnosis kanker bisa muncul akibat paparan CT sepanjang hidup pasien-pasien tersebut. Ini setara dengan sekitar 5% dari jumlah total kasus kanker baru yang ditemukan setiap tahunnya di Amerika Serikat, jika tingkat penggunaan CT dan temuan kanker tidak berubah.
Sejak tahun 2007, penggunaan CT scan telah meningkat hampir 30%, dengan frekuensi pemindaian yang juga meningkat seiring bertambahnya usia, terutama bagi mereka yang berusia antara 60 hingga 69 tahun.
Studi ini juga menemukan bahwa CT scan pada perut dan panggul lebih berisiko menimbulkan kanker pada orang dewasa, sementara pemindaian kepala adalah yang paling berbahaya bagi anak-anak.
Anak-anak yang menjalani CT scan sebelum usia satu tahun berisiko sepuluh kali lebih besar untuk mengembangkan kanker dibandingkan kelompok usia lainnya.
"Perkiraan kami menempatkan CT setara dengan faktor risiko signifikan lainnya, seperti konsumsi alkohol dan obesitas," ujar Smith-Bindman. "Mengurangi jumlah pemindaian dan mengurangi dosis setiap pemindaian akan menyelamatkan banyak nyawa."
Rahasia Lawan Kanker dengan Bumbu Tepat
Indonesia punya banyak rempah-rempah yang membuat makanan jadi enak. Di samping itu sejumlah rempah-rempah mengandung rahasia berupa manfaat untuk melawan kanker, dan mengurangi sakit selama terapi.
Foto: Imago/Science Photo Library
Jahe
Jahe sudah lama digunakan untuk mengobati flu sampai sakit perut. Jahe bisa digunakan dalam bentuk segar atau dikeringkan, atau juga bubuk. Menambahkan jahe pada makanan atau menikmati produk mengandung jahe, bisa menenangkan perut saat pengobatan dan terapi untuk melawan kanker, di samping menggunakan obat anti mual dari dokter.
Foto: Fotolia/kostrez
Kunyit
Kunyit membuat warna kuning dan menyumbangkan aroma serta rasa istimewa pada makanan. Sejauh ini sudah ada riset yang membuktikan, kunyit bisa mencegah dan membantu perawatan beberapa jenis kanker seperti kanker usus dan kanker kulit. Tapi penelitian lebih menyeluruh masih harus dilakukan.
Foto: picture-alliance/Arco Images GmbH
Cabe Merah
Cabe merah mengandung capsaicin, yang bisa membantu mengatasi nyeri. Jika capsaicin digunakan pada kulit, ia menyebabkan terbentuknya molekul kecil yang disebut "substance P". Jika digunakan teratur, molekul yang digunakan sel saraf untuk berkomunikasi ini bisa bertambah jumlahnya dan berefek mengurangi nyeri. Tapi untuk penggunaan secara tepat sebaiknya berkonsultasi dengan dokter pakar kanker.
Foto: Colourbox
Bawang Putih
Bawang putih mengandung kadar belerang atau sulfur dalam jumlah besar juga sejumlah kandungan unsur lain yang baik bagi kesehatan. Menurut sejumlah riset, konsumsi bawang putih bisa kurangi risiko kanker pada usus, perut, pankreas dan payudara. Bawang putih bisa dorong pencegahan kanker dengan cegah infeksi, kurangi pembentukan zat yang menguntungkan sel kanker dan mendorong regenerasi sel.
Foto: Colourbox/Nataliya Hora
Pepermin
Menurut catatan sejarah, khasiat pepermin sudah diketahui sejak ribuan tahun lalu. Tumbuhan ini terutama membantu mengatasi masalah pada pencernaan, keram pada perut dan diare. Jika pengobatan terhadap kanker atau terapi kanker menyebabkan gangguan pada perut, minum teh pepermin bisa membantu mengurangi gangguan itu. Foto: secangkir teh dengan daun pepermin (kanan).
Foto: Fotolia/Heike Rau
Camomile
Khasiat camomile bagi kesehatan juga sudah lama diketahui. Camomile bisa menolong orang yang mengalami gangguan tidur, jika dimium menjelang tidur. Jika dikumur, camomile juga bisa mengobati luka atau gangguan lain pada mulut akibat kemoterapi dan terapi dengan radiasi. Walaupun kesuksesan bisa berbeda pada tiap pasien, mencoba dan mengkonsultasikan pada dokter tidak ada salahnya.
Foto: picture-alliance/dpa/P. Pleul
Rosemary
Rempah ini adalah bumbu khas makanan yang berasal dari negara-negara di kawasan Laut Tengah. Di Indonesia, ini bisa dibeli dalam bentuk bubuk atau dikeringkan. Rosemary bisa membantu tubuh mengeluaran racun, mengurangi rasa tak enak di lidah akibat obat kanker, mencerna makanan, dan mengatasi masalah pencernaan lain yang muncul selama pengobatan kanker, juga atasi hilangnya nafsu makan.
7 foto1 | 7
CT Scan berisiko, namun manfaatnya berharga
Data yang diperoleh dalam studi ini berfokus pada pasien di Amerika Serikat, dan sistem medis mereka.
Smith-Bindman menyorotipenyalahgunaan CT scan sebagai alat diagnostik, seperti pemindaian yang tidak perlu atau berlebihan, termasuk yang dilakukan untuk infeksi pernapasan atau sakit kepala.
Dia juga menunjukkan adanya variasi dalam dosis radiasi yang digunakan, dengan beberapa pasien menerima dosis yang lebih tinggi dari yang seharusnya secara klinis.
Para profesional lain di bidang ini sepakat bahwa penyalahgunaan CT scan dapat menambah risiko bagi pasien. "Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa radiasi berenergi tinggi dapat menyebabkan kanker," kata Pradip Deb, seorang ahli keselamatan radiasi di Universitas RMIT Australia.
Menengok Gejala, Penyebab dan Deteksi Dini Kanker
03:09
Deb menjelaskan bahwa meskipun diketahui bahwa radiasi pengion, seperti sinar-X, dapat merusak DNA dan memperburuk kerusakan tersebut dengan paparan yang berlebihan, cara kerjanya pada setiap individu masih menjadi misteri. "Tidak setiap orang yang terpapar radiasi akan terkena kanker," ujar Deb.
Walaupun ada risiko terkait dengan paparan radiasi, CT scan tetaplah alat yang tak ternilai untuk mendiagnosis masalah kesehatan yang, jika ditangani dengan tepat, dapat meningkatkan kualitas hidup.
"Perkiraan risiko ini kadang dapat memicu kepanikan pada pasien yang justru mendapatkan manfaat dari radiasi," ujar Deb. "Radiasi digunakan secara rutin untuk diagnosis dan pengobatan kanker. Studi ini dengan jelas menunjukkan pentingnya membatasi dosis radiasi sejauh mungkin dan menghindari CT scan yang tidak perlu, jika prosedur dengan radiasi lebih rendah atau tanpa radiasi dapat melakukan pekerjaan yang sama," pungkasnya.
Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Jerman