1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

500 pengamat asing memantau pemilu Indonesia

17 Maret 2004

JAKARTA : Sedikitnya 500 pengamat pemilihan umum dari luar negeri, akan mengikuti jalannya pemilihan umum di Indonesia. Demikian kata Mieke Kooistra dari pusat pengamat internasional yang dibentuk program pembangunan PBB-UNDP. Para pengamat berasal dari berbagai negara dan organisasi internasional, seperti Asian Foundation, jaringan pemilu bebas Asia dan institut demokrasi nasional. Sejauh ini, para pengamat tidak diizinkan memasuki kawasan konflik. Sebelumnya Uni Eropa menyatakan, menghormati keputusan Indonesia, yang tidak mengizinkan monitoring pemilu di kawasan konflik. Uni Eropa akan mengirimkan 200 pengamat ke Indonesia.