9 November: Tanggal Bersejarah Bagi Jerman
9 November 2005
Tanggal 9 November tahun ini adalah ulang tahun ke-16 rubuhnya tembok Berlin. Kejadian itu mengubah seluruh dunia. Tidak sampai setahun sesudahnya, tanggal 3 Oktober 1990, Jerman kembali menjadi satu negara setelah bagian Barat dan Timur terpisah selama 41 tahun. Dengan berakhirnya Jerman Timur, berakhir juga masa negara sosialis di Eropa. Dengan demikian konflik Timur-Barat juga selesai. Sehingga 9 November 1989 menjadi hari yang bukan saja menentukan nasib Jerman melainkan juga seluruh Eropa.
Namun di Jerman, 9 November bukan saja hari runtuhnya tembok Berlin. Pada hari sama di tahun 1918, politisi Sosialdemokrat Philipp Scheidemann menyerukan bahwa monarki di bawah Kaisar Wilhelm II telah berakhir. Demokrasi yang masih muda itu dari awalnya mengalami banyak tantangan. Baik yang berhaluan kanan maupun kiri, ingin mengenyahkan demokrasi sedini mungkin. Tanggal 9 November 1923, Partai Nasional Sosialis atau NAZI dengan pemimpinnya Adolf Hitler berparade di kota München. Sepuluh tahun sesudahnya, Hitler secara legal mengambil-alih kekuasaan di Jerman, dan menjerumuskan dunia ke dalam bencana global, yaitu Perang Dunia II.
Tanggal bersejarah yang mengerikan
Sejalan dengan itu, hak-hak warga Yahudi di Jerman dibatasi sedikit demi sedikit, sampai mereka dibantai secara sistematis mulai tahun 1942. Tanggal 9 November 1938, sinagoga di seluruh Jerman dibakar, dan toko serta perusahaan warga Yahudi dijarah. Sekitar 100 warga Yahudi dibunuh dan 26.000 ditempatkan dalam kamp konsentrasi. Kerusuhan tahun 1938 dianggap sebagai gladi resik, sebelum pembantaian warga Yahudi yang disebut "Holocaust". Sehingga 9 November tahun 1938 menjadi tanggal yang paling mengerikan di antara tanggal bersejarah lainnya.
Bertentangan dengan 9 November 1989, yaitu hari runtuhnya tembok Berlin. Bagi rakyat Jerman Timur sulit dipercaya bahwa jalan terbuka untuk meninggalkan negaranya yang komunis. Memang berbulan-bulan sebelumnya sudah terjadi aksi protes terhadap politbiro dari Partai Persatuan Sosialis Jerman (SED) di Berlin Timur. Selain itu, ribuan orang melarikan diri ke negara Eropa Timur melalui Hongaria dan kedutaan besar Jerman Barat. Sehingga tekanan untuk mempermudah imigrasi bagi warga Jerman Timur kian meningkat. Namun tidak ada yang menduga bahwa peraturan itu segera berlaku, setelah diumumkan pada konferensi pers di Berlin Timur. Ribuan orang kemudian menyerbu tembok pemisah di Berlin dengan disertai sorak-sorai.
Setelah malam bersejarah itu, keadaan tidak mungkin lagi diputar ke masa lampau. Lubang pertama di tembok Berlin segera menumbangkan seluruh sistem bobrok Jerman Timur. Untuk keempat kalinya pada tanggal 9 November, di Jerman sejarah kembali ditulis. Namun kali ini dengan penuh kebahagiaan. Tetapi bagi tiap warganya, penyatuan Jerman membutuhkan waktu jauh lebih lama daripada penyatuan negaranya secara politis. (ml)