Acara "Under15" menuai kritik di Korea Selatan karena mendorong anak-anak yang bercita-cita menjadi bintang K-Pop untuk dandan, bernyanyi, dan menampilkan rutinitas provokatif layaknya bintang-bintang dewasa terkenal.
Grup K-pop, seperti band BLACKPINK, umumnya mulai tampil di usia muda.Foto: Yonhap/picture alliance
Iklan
"Keder" kecaman para kritikus atas tuduhan seksualisasi anak-anak di awal masa remaja mereka, para produser acara audisi K-Pop "Under15" Korea Selatan batalkan serial tersebut sesaat sebelum jadwal tayang perdana, Senin (31/3).
Dalam sebuah pernyataan pada tanggal 28 Maret lalu, perusahaan produksi Crea Studio mengatakan: "Setelah pertimbangan mendalam, kami memutuskan bahwa akan lebih baik untuk membatalkan siaran yang sudah dijadwalkan dan memfokuskan diri pada perlindungan para peserta dan mengatur ulang program (tayangan)."
"Ke depannya, kami akan melakukan yang terbaik untuk memproduksi program dengan cara yang memastikan esensi acara kami tidak menimbulkan kerusakan, sambil memastikan ketulusan para peserta tersalur dengan baik," tambahnya.
Mengingat kegeraman yang ditujukan kepada Maeil Broadcasting Network (MBN) segera setelah merilis semacam video pendek promosi untuk serial baru tersebut, analis media mengatakan para produser tidak punya pilihan selain mengerem serial mereka.
Acara tersebut dipasarkan sebagai "inisiatif penemuan bakat K-Pop" dan diikuti secara ketat oleh 59 gadis muda — semuanya berusia 15 tahun ke bawah — saat mereka berkompetisi untuk menjadi bintang berikutnya di industri hiburan.
"Mempromosikan artis yang lebih muda tentu saja bukan hal baru dalam industri hiburan," ujar Chuyun Oh, yang merupakan asisten profesor teori tari di Universitas Negeri San Diego dan penulis buku "K-Pop Dance."
K-Pop Kini Merambah Kuba Mendesak Salsa
Di Kuba, kaum muda sedang dilanda fenomena sensasi musik K-Pop. Negara komunis yang punya musik khas Salsa yang beken sedunia ini, kini ternyata gandrung tren musik dari Asia.
Foto: Yamil Lage/AFP
Berdansa dengan koreografi K-Pop
"Dengan K-Pop, saya menjadi diri saya sendiri. Saya bisa membebaskan diri," kata Mikel Caballero, 17 tahun, yang seperti kebanyakan temannya menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyempurnakan gerakan koreografi K-Pop, meniru gerakan dansa grup tenar Korea Selatan BTS atau Blackpink.
Foto: Yamil Lage/AFP
Pengaruh besar media sosial
Sejak masyarakat Kuba mendapat akses ke internet seluler lima tahun lalu, banyak hal telah berubah di negara itu. Ada aplikasi untuk berbagi apartemen atau tempat tinggal, untuk pesan-antar makanan, dan akses ke situs hiburan seperti YouTube. Bahkan Halloween sekarang dirayakan di jalanan Kuba.
Foto: Yamil Lage/AFP
Bintang Korea jadi idola
Samyla Trujillo telah menjadi penggemar K-Pop sejak awal. Di rumah yang ia tinggali bersama neneknya di ibu kota Havana, Trujillo rutin mengubah ruang tamu menjadi lantai dansa. “Saat pertama kali melihat BTS, saya langsung berkata pada diri sendiri, Saya ingin menari seperti mereka,'” kata Trujillo, yang mengecat rambutnya menjadi merah cerah mengikuti gaya idolanya.
Foto: Yamil Lage/AFP
Ingin menjadi bintang K-Pop pertama di Kuba
Samyla Trujillo punya poster-poster dan kaos bergambar wajah artis K-Pop terkenal yang tersebar di seluruh kamarnya. Dia sejak kecil bergabung dalam kelompok tari tradisional, tapi sekarang dia berharap bisa menjadi bintang K-Pop pertama di Kuba.
Foto: Yamil Lage/AFP
Pusat Kebudayaan dan Bahasa Korea Selatan di Havana
Bagi banyak anak muda Kuba, K-pop adalah pengalaman baru yang menawarkan perubahan dari ritme musik yang sudah mereka kenal sejak kecil seperti Salsa dan Reggae, yang sejatinya juga beken di seluruh dunia. Pusat Kebudayaan dan Bahasa Korea Selatan di Havana menjadi tempat pertemuan yang ramai.
Foto: Yamil Lage/AFP
K-Pop: Lebih dari sekedar musik
Hohyun Joung mengajar bahasa Korea di Pusat Kebudayaan dan Bahasa Korea Selatan di Havana. “Banyak lagu Korea yang mengekspresikan emosi anak muda, apa yang mereka pikirkan, kekhawatiran mereka tentang masa depan,” kata penyanyi Korea Selatan itu kepada kantor berita AFP.
Foto: Yamil Lage/AFP
Minat besar untuk belajar bahasa Korea
Joung mengajar bahasa Korea bersama empat warga Kuba. Mereka punya 150 siswa yang berdesakkan di Pusat Kebudayaan Korea Selatan, Havana. Para siswa telah belajar bahasa Korea selama beberapa bulan, dan merasa senang setiap kali mereka bisa mengenali sebuah kata dari lagu K-pop favorit mereka.
Foto: Yamil Lage/AFP
Kompetisi K-Pop di Havana
Antusiasme terhadap budaya pop Korea Selatan begitu besar, sehingga belakangan ini makin sering diadakan kompetisi penari K-Pop. Pada tahun 2019, salah satu dari mereka bahkan dapat mewujudkan impian pribadinya dan tampil di Seoul, setelah memenangkan kompetisi K-pop bersama grupnya di Havana. (hp/as)
Foto: Yamil Lage/AFP
8 foto1 | 8
Kontroversi tentang "menjual anak-anak"
"Namun salah satu alasan mengapa akhirnya program ini mengundang kontroversi adalah karena secara eksplisit program ini seperti menganjurkan anak perempuan di bawah umur, sebagaimana yang tersirat dalam nama acaranya, sebagai sumber untuk dipasarkan," katanya kepada DW.
Iklan
"Sebagian penonton — TV dan daring — tidak senang dengan acara tersebut, termasuk orang tua dan guru," demikian imbuh Oh.
"Kekhawatiran utama mereka adalah bahwa para pesertanya masih di bawah umur tetapi tarian mereka, termasuk gerakan, kostum, ekspresi wajah, dan sebagainya terlalu dewasa karena para gadis itu akan meniru koreografi girl grup K-Pop yang asli."
Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Industri K-Pop sering kali mengundang kritik dari beberapa pihak atas lirik, gerakan, atau penampilan yang terlalu vulgar. Misalnya, pementasan bintang K-Pop Jennie Kim dibatalkan di Korea Selatan setelah penampilannya yang dianggap sangat cabul di serial HBO "The Idol."
Dalam contoh lain, CU, seorang penyanyi dengan DimePiece, dianggap mengenakan busana "minim bahan" selama pertunjukan langsung pada tahun 2017 dan tampil seronok.
Bagi sebagian orang di Korea Selatan yang konservatif, seksualisasi gadis-gadis di awal masa remaja mereka di usia bawah 15 tahun atau "Under15" terlalu berlebihan.
Kondisi ini diperparah oleh usia gadis-gadis yang disorot pada poster promosi dalam desain kode batang alias barcode yang menurut para kritikus mereduksi nilai gadis-gadis tersebut jadi semacam objek.
Ragam Aksi Kolektif Penggemar K-pop
Tak hanya sekadar mengidolakan artis Korea Selatan, fans K-pop juga menunjukkan bahwa mereka bisa ikut andil dalam berbagai isu, mulai dari bidang sosial, lingkungan, hingga politik. Seperti apa aksi kolektif mereka?
Foto: Fauzan/Antara Foto/Reuters
Donasi untuk Black Lives Matter
Dilansir Reuters pada 5 Juni 2020, organisasi Black Lives Matter mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima donasi sebesar 1 juta dolar AS dari boyband BTS (Bangtan Sonyeondan) dan label musiknya. Tak lama setelah kabar itu dirilis, penggemar BTS, ARMY, mengorganisir kampanye online dengan tagar #MatchAMillion untuk menyamakan nominal donasi tersebut dan berhasil meraihnya dalam waktu 25 jam.
Foto: David Ramos/Getty Images
Kebakaran hutan Papua
Fans K-pop ikut menyoroti isu kebakaran hutan di Papua pada 2020 dengan meramaikan tagar #SavePapuaForest, #SaveHutanPapua, dan #SaveHutanIndonesia di media sosial. Kala itu investigasi Greenpace International dan Forensic Architecture menemukan dugaan bahwa perusahaan kelapa sawit asal Korea Selatan melakukan pembakaran hutan secara sengaja untuk pembersihan lahan.
Foto: Fernando Souza/ZUMApress/picture alliance
Menggabungkan K-pop dengan aksi iklim
Resmi rilis pada Maret 2021, Kpop4planet merupakan platform yang ditujukan untuk menggabungkan K-pop dan aksi iklim. Terdiri dari enam anggota inti yang berbasis di Indonesia dan Korea Selatan serta memiliki duta di beberapa negara, Kpop4planet memiliki visi untuk menjadi 'safe space' untuk para penggemar K-pop melakukan aksi iklim dan berdiskusi bersama.
Menggalang kampanye bersama fans K-pop
Kampanye-kampanye dalam bentuk petisi termasuk aksi iklim telah dilakukan oleh Kpop4planet. Beberapa di antaranya adalah "No K-pop On a Dead Planet" dan juga "Tokopedia4Bumi". Tokopedia4Bumi merupakan petisi mereka agar e-commerce tersebut menggunakan energi terbarukan dan 'go green' pada tahun 2030. Sebanyak 2.083 fans ikut menandatangani petisi tersebut.
Senyum ARMY, salah satu fanbase BTS di Indonesia, melakukan kerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Gotix dalam menyelenggarakan vaksinasi massal COVID-19 untuk anak dan remaja pada 2021. Saat itu mereka mendapatkan kuota 10.000 dosis. Proyek yang mereka adakan kebanyakan di bidang kesenian dan kemanusiaan.
Foto: Senyum ARMY
Donasi untuk korban Tragedi Kanjuruhan
Penggemar BTS, ARMY Indonesia, menggalang dana sebesar lebih dari Rp440 juta dari lebih dari 15 ribu orang untuk membantu korban tragedi Kanjuruhan. Selain penggalangan dana yang dibuka oleh BTS ARMY Project Lombok, terdapat juga posko bantuan untuk pendampingan psikologis dari ARMY Help Center serta bantuan layanan hukum yang diinisiasi oleh fanbase Light ARMY Malang.
Penggemar K-pop termasuk salah satu kelompok yang menyuarakan penolakan atas pengesahan Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja 2020 silam. Mereka meramaikan tagar terkait penolakan UU Cipta Kerja hingga menjadi trending topic dunia. (vv/ha)
Foto: Fauzan/Antara Foto/Reuters
7 foto1 | 7
'Dikemas dan dijual'
"Bukan hanya masalah seksualitas gadis-gadis yang dipromosikan yang menyebabkan masalah, tetapi gagasan bahwa mereka adalah semacam produk yang dikemas dan dijual," papar Asisten Profesor Pendidikan di Universitas Perempuan Seoul, David Tizzard, dan kolumnis untuk surat kabar di Korea Selatan yang berfokus pada urusan sosial.
"Jika orang dewasa yang dikemas dengan cara ini, maka itu bukan masalah besar," imbuhnya. "Namun karena mereka masih muda, ini jauh lebih sensitif," ungkapnya kepada DW.
Namun, ia menekankan bahwa "menjual seksualitas" bukanlah hal baru di Korea Selatan atau di tempat lain di dunia.
"BoA, yang terkadang disebut 'Ratu K-Pop,' berusia 13 tahun saat memulai kariernya. Namun, berapa usia Michael Jackson saat ia mulai tampil? Atau Britney Spears?" tanyanya.
"Dapat dikatakan bahwa kita hidup dalam masyarakat yang merupakan paradoks antara kebebasan dan hipermoralistik."
K-Pop, Diplomasi Budaya ala Korsel
Anda penggila K-Pop? Fenomena hiburan Korea Selatan bukan hanya tetap bertahan hingga kini di Indonesia, namun di berbagai belahan dunia lainnya. Bagi Korsel, diplomasi budaya sama pentingnya dengan diplomasi politik.
Foto: picture alliance/Geisler-Fotopress
Crayon Pop
Konser-konser yang digelar kelompok gadis-gadis muda yang tergabung dalam "Crayon Pop" selalu dipadati penggemar. Tampilannya selalu menggemaskan. Kerja keras adalah bagian dari keberhasilan mereka. Dalam sebuah wawancara tentang persaingan yang ketat dalam dunia musik pop di Korea Selatan, mereka menceritakan bahwa mereka bisa latihan hingga 14 jam dalam sehari.
Foto: picture alliance/Geisler-Fotopress
Psy
Di antara orang-orang Asia, Korea Selatan dikenal sebagi negara pekerja keras. Tak hanya manufaktur dan teknologi, musik pop Korea Selatan makin global. Pada tahun 2012 video musik "Park Jae-Sang" yang akrab dengan "Gangnam Style"-nya menjadi sorotan dunia. Dimana-mana orang berjoget ala Psy. Namun kelompok-kolompok musik lainnya tak kalah terkenal.
Foto: AP
Wonder Girls
Bagaimana dengan yang satu ini? Perusahaan industri untuk dengan cepat mengidentifikasi talenta para gadis ini dalam ajang pencarian bakat di Korea Selatan. Mereka langsung mendapatkan kontrak. Namun kepiawaian mereka dalam berkesenian bukan datang tiba-tiba, melainkan hasil latihan selama bertahun-tahun. Majalah Time menulis, K-Pop merupakan ekspor Korsel terbesar.
Foto: picture alliance/dpa/C.Xs
Shinee
Pada awal tahun 2000-an, K-Pop menemukan momentumnya seiring dengan perkembangan jejaring sosial. Boyband beranggota lima orang: "Shinee" yang terbentuk sejak tahun 2008 ini tidak hanya karena dikenal dengan musik popnya. Para pria ini juga telah disebut sebagai ikon mode. Lihat model rambut dan warnanya. Ada yang Anda sukai?
Foto: picture alliance/Yonhap
IU
"Lee Ji-Eun", penyanyi dan artis dengan nama panggung "IU" ini amat terkenal. Ia juga merupakan komponis, aktris, gitaris, penari dan pembawa acara. Dia tidak hanya menjadi kaya raya melalui musik, namun kontrak-kontrak iklan promosi jutaan dolar semakin membuatnya makmur.
Foto: picture alliance/dpa
Beast
Musik dari kelompok ini punya magnet menarik perhatian orang-orang muda. Kelompok "Beast" berjaya bukan hanya di Asia, namun juga banyak mengadakan konser di Amerika. Kelompok ini telah mengantungi berbagai macam penghargaan musik.
Foto: picture alliance/dpa/K.HeeChul
Choi Si-won
Artis Korea Selatan yang satu ini merupakan salah satu bintang dengan bayaran tertinggi dalam industri musik pop. Dia terlibat dalam beberapa film Cina. Dia merupakan salah satu artis Korea Selatan pertama yang muncul di perangko Tiongkok. Ia berpose dengan artis Korea, Yoona dan desainer Karl Lagerfeld.
Foto: picture alliance/AP Photo
BoA
Kwon Boa yang ngetop dengan nama panggung "BoA" melepaskan lagu pertamanya pada usia 13 tahun. Superstar Korea Selatan ini juga telah mencapai keberhasilan besar di Jepang. Album kompilasinya yang berjudul Best Soul sukses besar dan menjadikan BoA sebagai penyanyi Asia non-Jepang pertama yang albumnya laku lebih dari satu juta keping di Jepang.
Foto: picture alliance/Zumapress
Girls Generation
Kelompok "Girls 'Generation" sejak tahun 2007 telah memperoleh penggemar di seluruh dunia. Girls Generation juga mencari peruntungan di Jepang. SNSD atau SoShi memulai debutnya di kancah musik Jepang pada tahun 2010 dengan merilis versi bahasa Jepang dari lagu hits mereka "Tell Me Your Wish (Genie)". Sudah pernah nonton konsernya?
Foto: picture alliance/Yonhap
JYJ
Kim Jae Joong "JYJ" tidak hanya mencari peruntungan di bidang tarik suara. Ia juga mengasah bakat di dunia akting dan fesyen. Kreatif bukan?
Foto: picture alliance/Yonhap
Kara
Grup "Kara" bubar pada tahun 2016, tetapi anggotanya secara individu tetap melenggang sendiri-sendiri di atas panggung hiburan. K-Pop bukan hanya digandrungi oleh remaja di Indonesia, tetapi juga anak-anak dan bahkan orang dewasa.
Foto: picture alliance/dpa
Big Bang
Kelompok "Big Bang” dibentuk pada tahun 2006. Grup ini merupakan salah satu kelompok musik pop yang paling penting di Koera Selatan. Anggota kelompoknya terdiri dari G-Dragon, T.O.P, Taeyang, Daesung dan Seungri. Lagu- lagu awal mereka yang didominasi hip hop dan kemudian makin berkembang. Berbagai penghargaan musik telah mereka kantungi.
Foto: picture alliance/dpa/K.Hee-Chul
G-Dragon
Kwon Ji Young akrab disebut "G-Dragon" disebut "Justin Bieber"-nya Korea Selatan. Dalam foto ia tampil bersama penyanyi Korsel Lee Hee. Rambutnya cukup heboh bukan?
Foto: picture alliance/AP Photo/L.Seng Sin
Ailee
Amy Lee yang bernama panggung Ailee merupakan penyanyi blasteran Korea Selatan-Amerika Serikat. Sebelum debut K-popnya, Ailee adalah artis di bawah label Muzo Entertainment, agensi independen yang bermarkas di AS. Ia juga telah berkolaborasi dengan para bintang AS.
Foto: picture alliance /dpa/K.HeeChul
BTS
Grup musik Bangtan Sonyeondan, BTS, jadi salah satu boyband paling top di dunia. Grup musik ini terdiri dari Jin, Suga, J-Hope, RM, Jimin, V, dan Jungkook. Para fans mereka menyebut diri sebagai Army (Adorable Representative MC for Youth). Pengaruh BTS pada penjualan produk sangat kuat. Baru-baru ini di Indonesia, antrean ojek online untuk beli BTS Meal McD membludak dan sempat viral.
Foto: picture alliance/AP Photo/T.Camus
Sistar
Girl band yang terdiri dari empat orang ini terbentuk pada tahun 2010 dan sekarang berada di bawah manajemen Starship Entertainment. Kemunculan mereka menarik perhatian dengan cepat. Penulis : Saleh (ap/vlz)
Foto: picture alliance/dpa/K.Hee-Chul
16 foto1 | 16
Masalah penayangan ini tambah runyam bagi produser "Under15," demikian imbuhnya, karena ingin ditayangkan pada waktu yang tidak tepat, seiring bergulirnya kasus kematian artis muda, Kim Sae-Ron.
Pada awal Maret, muncul laporan media yang cukup menghebohkan, yakni bahwa aktor Kim Soo-hyun, yang kini berusia 37 tahun, pernah berkencan dengan aktris Kim Sae-ron saat ia berusia 15 tahun dan masih di bawah umur.
Kim Sae-ron merupakan salah satu artis belia paling menjanjikan di Korea Selatan, tetapi ia tewas karena bunuh diri pada bulan Februari di usia 24 tahun.
Orang tuanya telah secara terbuka menuduh Kim Soo-hyun merayu putri mereka, yang memicu reaksi keras terhadap aktor yang sangat populer tersebut.
Kim Soo-hyun memberikan konferensi pers yang penuh derai air mata baru-baru ini, mengonfirmasi bahwa keduanya telah berpacaran, tetapi mengklaim bahwa hubungan mereka baru dimulai setelah Kim Sae-ron secara hukum telah berusia dewasa.
"Saya tidak dapat mengakui sesuatu yang tidak saya lakukan," ujar Kim kepada sejumlah besar media di Seoul. "Saya merasa sedih bahwa mendiang aktris tersebut tidak dapat beristirahat dengan tenang."
Industri K-Pop: Dari Kasus Diracuni Sampai Bunuh Diri
Di balik gemerlap industri K-Pop, banyak kejadian tidak menyenangkan terjadi di luar panggung. Mulai dari gangguan pola makan, penyalahgunaan narkoba hingga kasus bunuh diri mewarnai industri hiburan Korea Selatan itu.
Foto: picture-alliance
Goo Hara dari Kara: ditemukan meninggal di kediamannya
Artis sekaligus penyanyi Goo Hara dari grup girlband Kara ditemukan di kediamannya di daerah Gangnam. Unggahan terakhir di Instragram miliknya dengan jumlah pengikut mencapai 1.5 juta berupa foto dirinya di tempat tidur dengan pesan "selamat tidur" menjadi postingan terakhirnya sebelum akhirnya ditemukan pihak Kepolisian Gangnam.
Foto: picture-alliance/YONHAPNEWS AGENCY
Sulli dari f(x): korban intimidasi online
Salah satu artis yang memilih untuk mengakhiri hidupnya adalah Choi Jin-ri atau Sulli dari grup girlband f(x). Diduga ia menjadi korban intimidasi online. Seluruh komunitas industri K-Pop berduka atas kepergian artis yang menginspirasi banyak orang itu. Saat hidup, Sulli bercita-cita melawan pandangan patriarki di masyarakat yang terobsesi dengan penampilan saja.
Foto: picture-alliance/dpa/Yonhap News Agencys
Kim Jong-hyun dari SHINee: depresi berat
Vokalis utama boyband SHINee, yang juga dikenal dengan nama Jonghyun, ini mengakhiri hidupnya karena mengaku tidak tahan dengan tekanan dan depresi yang dialaminya. Pesan ini ia sampaikan dalam bentuk surat, yang juga berisi kata-kata perpisahan terakhir dan kalimat "aku telah melakukan yang terbaik". Surat itu diterima kakak kandung Jonghyun di hari kematiannya.
Foto: Getty Images/AFP/Choi Hyuk
JinE dari Oh My Girl: gangguan pola makan
Tuntutan dari manajemen untuk menjaga bentuk tubuh yang sempurna menurut standar industri K-Pop membuat JinE mengidap anoreksia sejak debut kariernya. Ia memilih untuk mempertahankan berat badan dan memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap naiknya berat badan. Karena mengidap anoreksia, JinE resmi keluar dari "Oh My Girl" setelah satu tahun tidak tampil bersama grupnya.
Foto: gemeinfrei
T.O.P dari Big Bang: penyalahgunaan narkoba
Choi Seung-hyun atau lebih dikenal dengan nama panggung T.O.P yang juga salah satu anggota boyband Big Bang mendapatkan perawatan intensif setelah diduga mengkonsumsi narkoba hingga overdosis. Tim dokter mengatakan selain bantuan medis, Seung-hyun juga harus mendapatkan perawatan kesehatan mental.
Foto: Getty Images/C. Sung-Jun
Yunho dari TVXQ: diracun "anti-fan"
Semakin tenarnya seseorang biasanya diimbangi dengan munculnya para haters. Yunho dari grup TVXQ mengalami insiden dimana ia diduga diracuni salah satu anti-fan yang memberikannya minuman pada suatu acara. Setelah meminum minuman tersebut, Yunho sempat muntah darah dan pingsan sampai ia harus dirawat di rumah sakit untuk beberapa hari. Setelah diperiksa, minumannya diduga dicampur superglue.
Foto: picture-alliance
6 foto1 | 6
'Industri hiburan terpesona oleh darah muda'
Tizzard mengatakan masyarakat Korea "telah terguncang oleh kasus bunuh diri Kim Sae-ron. Kim Soo-hyun dituding berkencan dengannya Ketika artis perempuan itu masih di bawah umur, yang mungkin menempatkan apa yang terjadi dengan 'Under15' ke dalam konteks yang lebih besar.
"Orang-orang sangat sensitif terhadap gadis-gadis di bawah umur di industri K-Pop saat ini," tambahnya. Namun, mengingat bahwa akan selalu ada permintaan untuk wajah baru berikutnya di kancah K-Pop, tidak diragukan lagi bahwa industri akan tetap memasok remaja-remaja putri.
Seperti yang dapat dibayangkan siapa pun, industri hiburan, dari mode hingga film, terpesona oleh kaum muda," pungkas Oh. "K-pop tidak terkecuali karena semakin muda usia mereka, semakin muda pula tubuh mereka. Dan karena K-pop digerakkan oleh pertunjukan tari, sebuah aktivitas fisik, kaum muda memainkan peran yang lebih signifikan dalam meningkatkan pesona para artis, dan juga nilai komersial mereka di pasar kapitalis."
Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris