1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

AfD Perkuat Kedekatan dengan Gerakan MAGA di AS

7 Oktober 2025

Perwakilan AfD Jerman mengadakan pertemuan penting di Washington untuk mempererat hubungan dengan pemerintahan Trump. Namun, hubungan dengan Amerika Serikat sudah lama menimbulkan perdebatan di dalam partai tersebut.

Beatrix von Storch dari AfD di Bundestag
Beatrix von Storch adalah salah satu perwakilan AfD paling terkenal yang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk mengadakan pembicaraan dengan tim TrumpFoto: Frederic Kern/Future/IMAGO

Beatrix von Storch, wakil ketua kelompok parlemen sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) di Bundestag, baru-baru ini menjadi sorotan setelah kunjungannya ke Amerika Serikat (AS) pada September 2025. Di Washington, von Storch mengonfirmasi, ia bertemu dengan pejabat pemerintahan Trump di salah satu gedung tambahan Gedung Putih.

Nitranya dari Amerika dilaporkan termasuk staf dari kantor Wakil Presiden AS JD Vance, serta perwakilan dari Departemen Luar Negeri dan Dewan Keamanan Nasional AS.

Von Storch menggambarkan pembicaraan itu di platform X, sebagai "sangat terbuka, konstruktif, dan berorientasi pada tujuan.”

Von Storch mengatakan, pembicaraannya di Washington terutama berfokus pada kebebasan berekspresi. Dalam wawancara dengan stasiun radio Swiss Kontrafunk setelah kunjungannya, von Storch menyatakan: "Mereka tertarik pada pembatasan kebebasan berbicara dan sensor di Jerman.”

Bagi AfD, hal itu telah lama menjadi isu sentral. Namun, apa yang disebut partai kanan itu sebagai "pembatasan kebebasan berbicara”, sering kali merupakan putusan pengadilan terhadap politisinya karena melanggar hukum yang berlaku.

Pada 2024, Björn Höcke, pemimpin AfD yang berpengaruh di negara bagian Thuringen i timur Jerman, dua kali didenda karena menggunakan slogan yang terkait dengan kelompok paramiliter era Nazi, Sturmabteilung (SA), dalam pidato kampanyenya. AfD berulangkali menuding hukuman semacam itu sebagai bermotif politik.

Menentang migrasi, menentang budaya ‘woke'

Pertemuan antara pejabat AS dan tamu dari Jerman tampaknya berfokus pada politik dalam negeri Jerman, dengan AfD yang memanfaatkan momen tersebut untuk mempromosikan agendanya. "Mereka tahu bahwa AfD adalah partai yang secara umum sejalan dengan kebijakan pemerintahan Trump,” kata von Storch kepada Kontrafunk. Ia menyebutkan topik yang mereka miliki secara bersama, termasuk: "Menentang Islamisasi, menentang migrasi, menentang budaya woke.”

Selama kampanye pemilihan federal terakhir, AfD menerima dukungan dari Amerika Serikat. Dalam pidato yang banyak dibicarakan di Konferensi Keamanan München, Wakil Presiden AS JD Vance menyerukan kerja sama yang lebih erat antara partai-partai Jerman dan AfD yang berhaluan kanan radikal.

Menjelang pemilihan federal Jerman pada Februari lalu, Elon Musk, miliarder yang saat itu sekutu dekat Trump, tampil melalui siaran langsung dari AS pada kongres partai AfD. Di tengah tepuk tangan meriah dari para pendukung partai kanan Jerman itu, ia juga menyatakan dukungannya untuk AfD.

AfD melihat AS sebagai tempat lahir masyarakat imigrasi

Ahli ilmu politik dan pakar ekstremisme sayap kanan Armin Pfahl-Traughber menanggapi secara berhati-hati bagaimana pertemuan semacam itu, dapat memengaruhi hubungan AS-Jerman. Ia tidak memperkirakan AfD akan mendapatkan pengaruh politik yang lebih luas: "Untuk saat ini, saya tidak percaya pemerintah Amerika akan memperkuat hal ini,” katanya, seraya menambahkan bahwa AfD saat ini tidak memiliki banyak pengaruh terhadap pembuatan kebijakan federal Jerman, meskipun dukungan dari para pemilih meningkat.

Namun, Pfahl-Traughber mengakui nilai politik domestik dari hubungan tersebut: "Pendekatan ini dengan pemerintahan Trump setara dengan peningkatan de facto bagi partai tersebut.”

Di dalam AfD sendiri, hubungan dengan AS telah lama menjadi bahan perdebatan sengit. Dalam lingkaran sayap kanan ekstrem, Amerika sering dipandang sebagai tempat lahir masyarakat modern yang beragam secara imigrasi. Partai-partai seperti AfD biasanya menyalahkan migrasi atas sebagian besar masalah sosial.

Bersahabat dengan diktator Rusia Vladimir Putin

Banyak ideolog dalam partai kanan tersebut telah menunjukkan minat, beberapa secara terbuka,  terhadap Presiden Rusia yang otoriter, Vladimir Putin, dan kebijakan garis kerasnya. Misalnya, tindakan kerasnya terhadap gerakan LGBTQ+ di Rusia dipandang positif oleh AfD.

Pfahl-Traughber menegaskan, meningkatnya hubungan AfD dengan AS tidak boleh dilihat sebagai pendekatan terhadap negara tersebut secara keseluruhan, tetapi secara spesifik terhadap Amerika versi Trump: "Amerika Serikat di bawah Trump jelas memiliki kesamaan ideologis dengan posisi AfD.”

Yang menghubungkan keduanya adalah pandangan yang sangat tidak liberal terhadap masyarakat, di mana kebebasan berbicara hanya dibela ketika mendukung pendapat mereka sendiri. "Sekarang, ketika ada pembatasan kebebasan media di AS, saya belum pernah mendengar pemimpin partai AfD Alice Weidel menyerukan ‘kebebasan berbicara',” kata Pfahl-Traughber kepada DW. "Namun itulah standar ganda yang biasa, yang umum dalam spektrum politik ini.”

Setelah kunjungan Beatrix von Storch ke Washington, delegasi AfD lainnya juga melakukan kunjungan ke Washington: Markus Frohnmaier, juru bicara kebijakan luar negeri untuk kelompok parlemen AfD di Bundestag, dan pakar kebijakan luar negeri AfD Jan Wenzel Schmidt bertemu dengan penasihat senior Trump, Darren Beattie, dalam lawatan mereka pada awal Oktober.

Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Rahka Susanto

Editor: Agus Setiawan