Afganistan-Pakistan Gelar Pembicaraan Damai
8 April 2026
Kementerian Luar Negeri Afganistan Taliban menyebut pertemuan di Cina dengan Pakistan berada dalam kemajuan yang 'bermanfaat'. Kedua belah pihak tengah melakukan negosiasi di kota Urumqi, di barat Cina, sejak Kamis pekan lalu, berupaya mengakhiri bentrokan yang telah menewaskan banyak korban jiwa di kedua belah pihak.
Pakistan menuduh Taliban menyembunyikan militan yang melancarkan serangan ke wilayah Pakistan. Afganistan bersikeras bahwa persoalan terkait militan adalah masalah keamanan internal Pakistan.
Pertempuran terakhir terjadi setelah Afganistan melancarkan serangan lintas batas negara merespon serangan udara Pakistan yang sebelumnya menyasar ke dalam wilayah Afganistan pada Februari. Pakistan kemudian menyatakan bahwa mereka berada dalam "perang terbuka” dengan negara tetangganya tersebut. Pertempuran ini menghentikan gencatan senjata yang tengah berlangsung sejak bulan Oktober 2025, yang dimediasi oleh Qatar.
Pakistan: operasi militer akan terus berlanjut
Menteri Luar Negeri sementara Afganistan, Amir Khan Muttaqi, bertemu dengan Duta Besar Cina untuk Afganistan pada hari Selasa (07/04) dan mengucapkan terima kasih kepada Beijing atas upaya penyelenggaraan pembicaraan tersebut.
Muttaqi juga mengucapkan terima kasih kepada Arab Saudi, Turki, Qatar, dan Uni Emirat Arab atas upaya mediasi yang mereka lakukan. "Diskusi yang bermanfaat telah berlangsung sejauh ini, Menlu Muttaqi mengutarakan harapan agar perbedaan interpretasi kecil tidak menghalangi kemajuan negosiasi,” tulis Kementerian Luar Negeri Afganistan di platform X.
Pejabat Pakistan tidak menanggapi langsung pembicaraan tersebut. Pada hari Selasa (07/04), Panglima Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, bertemu dengan para komandan militer tingkat tinggi. Dalam pertemuannya, petinggi militer tersebut berniat akan melanjutkan operasi militer hingga "tempat persembunyian teroris dibasmi dan penggunaan wilayah Afganistan untuk menyerang Pakistan berakhir.”
PBB: Bentrokan sebabkan sekitar 94.000 orang mengungsi
Kantor PBB urusan kemanusiaan di Afganistan memperkirakan bahwa konflik Afganistan-Pakistan telah menyebabkan 94.000 orang mengungsi, dengan sekitar 100.000 orang di dua distrik Afghanistan dekat dengan perbatasan Pakistan terisolasi sejak Februari akibat pertempuran.
Konflik yang terakhir terjadi adalah konflik terparah antara kedua negara, meskipun ketegangan telah memuncak sejak Taliban kembali berkuasa di Afganistan di tahun 2021.
Taliban memiliki hubungan dengan kelompok militan Taliban Pakistan atau yang dikenal sebagai Tehrik-e-Taliban Pakistan atau TTP, meski bukan satu organisasi yang sama. Afganistan menuduh Pakistan melakukan serangan udara yang menargetkan sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul pada 17 Maret, yang menurutnya menewaskan lebih dari 400 orang.
Pakistan membantah pernyataan Taliban tersebut, dengan mengatakan bahwa serangan itu "secara tepat menargetkan instalasi militer dan infrastruktur pendukung teroris.” Kedua belah pihak telah sepakat untuk menghentikan sementara pertempuran jelang Idul Fitri, 18 Maret lalu.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Sorta Caroline
Editor: Ayu Purwaningsih