1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
PolitikTimur Tengah

Akankah Houthi Menutup Selat Bab el-Mandeb?

02:31

This browser does not support the video element.

9 April 2026

Milisi Houthi di Yaman kini terlibat dalam konflik Iran. Kekhawatiran ini memunculkan pertanyaan: Apakah mereka akan menutup salah satu jalur pelayaran penting dunia, Selat Bab el-Mandeb?

Harga minyak dunia berpotensi mengalami tekanan lebih lanjut seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kelompok Houthi di Yaman disebut dapat memicu lonjakan harga minyak jika kembali mengganggu jalur pelayaran strategis.

Houthi, milisi yang didukung Iran, sebelumnya tidak terlibat langsung dalam konflik terbaru. Namun, rudal yang mereka luncurkan ke arah Israel memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut, termasuk kemungkinan penutupan Selat Bab el-Mandeb.

Selat tersebut adalah salah satu jalur perdagangan utama dunia, dengan sekitar 12 persen arus perdagangan global, terutama minyak yang melewati kawasan itu. Gangguan di titik ini berisiko memperparah kondisi pasar energi, terlebih jika terjadi bersamaan dengan ketegangan di Selat Hormuz.

Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa ancaman serangan saja sudah cukup untuk mengalihkan rute pelayaran. Pada periode 2023 hingga 2025, serangan terhadap kapal komersial di Laut Merah menyebabkan gangguan perdagangan global dan memaksa banyak operator kapal mengubah jalur melalui Afrika.

Jika blokade kembali terjadi, dampaknya tidak hanya pada harga minyak, tetapi juga terhadap rantai pasok global. Situasi ini juga berpotensi memicu respons militer lebih lanjut dari Amerika Serikat.

Di sisi lain, kesiapan Houthi menghadapi eskalasi disebut telah diperhitungkan. Sementara itu, dukungan sekutu Barat terhadap operasi militer di kawasan belum sepenuhnya solid, menambah ketidakpastian terhadap perkembangan situasi di kawasan ini.

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait