Lewat video yang diposting di Youtube, Rabu (24/08/16) lalu, Flaviu Cernescu ingin menunjukkan bagaimana ia bersama seorang temannya “bersenang-senang” di puncak sebuah cerobong asap pabrik berketinggian 256 meter di Targu Jiu, Rumania.
Aksi yang mereka anggap menyenangkan ini bukanlah diperuntukan bagi orang yang takut pada ketinggian. Di video dapat dilihat, bagaimana Flaviu Cernescu, tanpa tali pengaman, menaiki sepeda beroda satu memutari tepi cerobong.
Seakan aksinya tersebut kurang berbahaya, Flaviu Cernescu lalu meletakkan sepeda roda satunya dan bergelantung dengan satu tangan memegang besi di tengah cerobong. Tidak ada jaring pengaman di bawah kakinya, hanya lubang gelap yang akan “melahapnya” jika ia terjatuh.
“Saya sudah mengendarai sepeda roda satu sejak 12 tahun lalu. Dan sedikit demi sedikit saya mencoba bersepeda di tempat yang sempit dan tinggi,” demikian dikatakan Cernescu kepada harian The Sun. “Mengendarai di tempat seperti ini (cerobong asap) memerlukan relaksi mental dan focus visual yang sempurna,” ditambahkannya.
Di akun YouTube milik Flaviu Cernescu Anda bisa melihat aksi gila lainnya yang dilakukan pria Rumania ini.
"Di luar rute wisata normal," apa yang diidamkan dua pemuda dari Eropa Timur ini bisa membuat orang lain terkena serangan jantung. Berbekal kamera, keduanya memanjat bangunan bersejarah tertinggi di Eropa
Foto: Vadim MakhorovPemudia Rusia bernama Vadim Makhorov, 24, dan temannya yang berasal dari Ukraina, Vitaly Roskalovym, 20, ini mendefinisikan ulang lokasi wisata ekstrem. Keduanya memilih rute yang membawa mereka ke puncak bangunan bersejaharah tertinggi Eropa. Dengan berbekal kamera, keduanya menyambangi 12 kota-kota di Eropa selama empat pekan. Di Köln, Mahora dan Roskalovy memanjat menara Katedral.
Foto: Vadim MakhorovKedua pelancong ajaib ini menyelinap dari keramaian pengunjung dan bersembunyi di dalam gereja hingga malam hari. Tanpa dilengkapi peralatan keamanan, keduanya bergelayutan di salah satu menara setinggi 157 meter. "Tidak terlalu sulit memanjat menaranya. Memang agak bahaya," kata Makhorov datar.
Foto: Vadim MakhorovKatedral Köln dibangun antara 1248 hingga 1880, dikenal sebagai bangunan besejarah yang paling ramai dikunjungi di Jerman, sekitar 20.000 orang setiap harinya. Tapi tidak seorangpun pernah berani mencari pemandangan terbaik dari puncak menara. Ia tidak bisa menjelaskan perasaan yang dialaminya, kata Mahora. "Untuk sejenak saya bahkan merasa takut. Tapi rasa senangnya lebih kuat."
Foto: Vadim MakhorovAksi kedua remaja itu pun mengundang kecaman dari Keuskupan Köln. Tapi kendati begitu Mahora menilai kenekatannya itu sangat berkesan. "Pemandangan dari atas sana adalah pengalaman paling luar biasa yang saya alami di sepanjang perjalanan ini."
Foto: Vadim MakhorovFrankfurt am Main yang terkenal dengan siluet kotanya tidak aman dari kenekatan Mahora dan Roskalovym. Keduanya membuat foto yang selintas mirip citra udara.
Foto: Vadim MakhorovIbukota Polandia, Warsawa juga sering disebut "Phoenix yang terlahir dari abu". Pasalnya kota ini mampu bertahan dari lusinan perang besar yang mendera negeri itu. Di Perang Dunia II, nyaris 85 persen kota Warsawa luluh lantak dan harus dibangun kembali. Pemandangan kota tua ini juga berasal dari kedua pemuda nekat itu.
Foto: Vadim MakhorovBersama peneliti kota asal Perancis, Vic Lax, Mahora dan Raskalovym sukses memanjat menara tertinggi gereja yang dianggap salah satu paling tersohor di dunia, Notre Dame di Paris. Vitaly nyaris terjatuh ketika memanjat. Menurut Mahora, satu-satunya insiden berbahaya selama perjalanan.
Foto: Vadim MakhorovKatedral St. Vitus di Praha menandai klimaks perjalanan Makhorov dan Raskalovym. Ketika waktu menyempit, keduanya memilih memanjat siang hari. Namun di bagian atap polisi sudah menunggu. Beruntung setelah beberapa jam diperiksa, keduanya kembali dibebaskan.
Foto: Vadim MakhorovKritikus arsitektur, Paul Goldberger menyebut gereja La Sagrada Familia di Barcelona karya Antoni Gaudi sebagai "intrepretasi pribadi yang luar biasa atas arsitektur ketuhanan sejak abad pertengahan." Kedua pemuda awalnya memanjat menara, kemudian beralih ke kran yang menjulang 50 di atas gereja setinggi 170 meter itu.
Foto: Vadim Makhorov