Aksi Protes Hasil Pemilu Presiden di Iran
25 Juni 2009
Harian Italia La Repubblica menilai Barat memikul tanggung jawab terhadap Iran
"Menurut pendapat banyak warga Iran, bagaimanapun akhir dari kerusuhan di Teheran, negara itu tidak akan lagi sama seperti sebelumnya. Mengutip kata-kata seorang pengamat Arab: Juga seandainyapun para penguasa tetap bercokol di pemerintahan, mereka tidak dapat mengabaikan begitu saja bagian cukup besar masyarakat yang tidak sepaham dengan ideologi mereka. Jika hal itu sampai terjadi, maka menjadi kepentingan Barat untuk mendukung perubahan. Tapi ini tentu saja tidak akan terjadi melalui masa penungguan yang penuh kompromi, yang disebut para duta besar sebagai partisipasi yang konstruktif: Yakni memperhatikan jalannya suatu kegiatan, tanpa menghentikan kegiatan lainnya. Sungguh akan menjadi hal yang menyedihkan bila sikap yang sering dilakukan ini, yakni membisu, juga tetap menjadi sikap utama dalam pertemuan menteri luar negeri kelompok G-8 yang akan datang."
Mengenai aksi menentang hasil pemilihan presiden yang kontroversial di Iran, harian Hungaria Nepszabadsag menulis
"Pemerintah-pemerintah di Barat diam-diam boleh bernafas lega. Bagi mereka komposisi kekuatan politik di Iran tidak jelas. Jika sampai terjadi perang saudara dan kekacauan, harga minyak bumi akan membubung ke angkasa. Selain itu mereka belajar untuk hidup bersama dengan sistem yang ada saat ini. Kedua pihak sudah mengenali gaya berkata-kata dan metode masing-masing. Kemarahan Barat dalam hal hak asasi manusia, tidak akan mengakhiri semua itu seperti halnya mengutuk setan-setan kecil di Iran. Semua menyesalkan Neda, seorang perempuan muda cantik yang tertembak di jalanan Teheran. Ia menjadi lambang kepahlawanan. Baginya hal itu benar-benar disayangkan."
Harian liberal Swedia Dagens Nyheter mengomentari sikap internasional yang menahan diri dalam bereaksi terhadap Iran
"Mula-mula reaksi terhadap hasil pemilu presiden di Iran amat dingin, jika tidak ingin dikatakan tidak peduli. Dalam beberapa hari terakhir nada suaranya meruncing. Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan kemarahannya tentang tindakan tidak masuk akal dari rezim di Teheran. Sekretaris jenderal PBB Ban Ki Moon juga menyampaikan kata-kata kritis. Kritik presiden Amerika Serikat datang terlambat. Jika para demonstran menghadapi kekerasan yang dilancarkan pemerintah, sungguh tidak pantas jika Obama membicarakan kedaulatan negara. Tidak satu pun negara yang memiliki hak menganiaya atau membunuhnya warganya karena mengeluarkan pendapatnya secara damai. Selain itu lingkungan memiliki kewajiban bereaksi jika sebuah negara melakukan kekerasan terhadap warganya. Netralitas tidak mungkin. Lingkungan tidak boleh melakukan kompromi jika ini menyangkut hak kebebasan menyampaikan pendapat."
dpa/DK/AS