1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Protes Tolak Deportasi Aktivis Pro-Palestina

02:09

This browser does not support the video element.

8 April 2025

Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung parlemen Berlin untuk menunjukkan aksi solidaritas kepada empat aktivis pro-Palestina dengan kewarganegaraan Irlandia, Polandia, dan Amerika Serikat yang terancam deportasi. Salah satu dari keempat aktivis tersebut menyuarakan orasinya di hadapan massa.

Aktivis pro-Palestina yang telah lama menetap di Berlin, Shane O'Brien, mendapat perintah untuk meninggalkan Jerman.

Shane O'Brien mengatakan bahwa kebijakan deportasi ini adalah upaya menyedihkan dan suram untuk mengintimidasi mereka yang berdiri melawan genosida.

Dianggap Sebagai Ancaman bagi Ketertiban Umum

O'Brien adalah warga negara Irlandia. Ia dan tiga aktivis lainnya dituduh sebagai "ancaman bagi ketertiban umum" saat mengikuti aksi protes pro-Palestina di Berlin. Namun, tuduhan itu masih belum terbukti, dan hingga kini belum ada vonis pengadilan. 

O'Brien mengatakan bahwa unjuk rasa yang selama 17 bulan terakhir digelar itu didasari dengan kasih sayang. Ia menyampaikan untuk Senat Berlin, Wali Kota Berlin, Kai Wegner bahwa upaya yang menurutnya menjijikkan dan licik untuk mendiskreditkan dan menjelekkan gerakan solidaritas Palestina ini lemah dan upaya itu justru menunjukkan betapa tidak masuk akalnya negara Jerman. 

Tiga warga asalUni Eropadan satu warga negara Amerika Serikatitu pun turut mengajukan banding ke pengadilan. Jika mereka kalah, mereka harus meninggalkan Jerman paling lambat tanggal 21 April atau terancam dideportasi. 

 Kritik terhadap Jerman

Senin (07/04) lalu, ratusan orang berunjuk rasa untuk menunjukkan solidaritas mereka. 

Sejumlah kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch, telah mengkritik Jerman atas aksi kekerasan aparat polisinya, perlakuan yang dinilai terlalu keras, serta pembatasan terhadap kebebasan berekspresi, khususnya gerakan solidaritas untuk warga Palestina. 

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait