Memanfaatkan limbah ikan untuk menyuburkan tanaman, metode ini tidak membutuhkan tanah atau air dalam jumlah besar. Akar tanaman tidak tumbuh di tanah, melainkan mendapat nutrisi dari air di dalam tangki raksasa.
Di masa panen, selada hanya tinggal dikeluarkan dari papan mengambang tempat mereka tumbuh. Inilah akuaponik, di mana budidaya ikan dan pertanian sayuran bersimbiose.
Menurut Abdallah Elfandi di pertaniannya HydroHarvest mereka menanam berbagai jenis tumbuhan hijau. Selada, arugula, mint, basil, dan kale. Ia menggunakan sistem pembiakan 'deep-water', yang artinya, tanaman tumbuh di dalam air kaya nutrisi. Di pertanian akuaponik miliknya, air berasal dari sebuah sumber air, namun digunakan secara lebih efisien.
Pertanyaannya, bisakah sistem yang berbiaya tidak murah ini membantu sektor pertanian Libya yang tengah terpuruk?
