Ancaman Serangan AS terhadap Iran
11 April 2006
Harian konservatif Inggris The Times yang terbit di London berkomentar, "Ancaman serangan ke Iran, secara politis merupakan sesuatu yang kontraproduktif."
"Bukanlah sesuatu yang mengejutkan ataupun sebuah kekeliruan, jika rencana serangan militer diuji untuk mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terburuk. Namun adalah sebuah tindakan yang tidak bertanggung jawab, jika uji coba serangan itu diadakan, seakan-akan ia hanya berada sejengkal dari pelaksanaannya. Hal ini secara tidak langsung akan menimbulkan tiga bahaya. Pertama, di negara-negara dengan mayoritas Muslim, desas desus serangan itu akan memperkuat gambaran bahwa Amerika secara institusi adalah negara yang anti Islam. Yang kedua, hal tersebut semakin menyulitkan posisi para sekutu Washington untuk selalu merapatkan barisan dalam menentang rencana atom Iran, terlebih jika para pemilih meyakini, bahwa opsi serangan militer termasuk ke dalamnya. Dan ketiga, ancaman serangan Amerika akan membentuk sebuah dimensi lain dan memberikan alasan bagi para penganut garis keras di Iran untuk semakin menyudutkan pihak oposisi dengan isu, kesatuan nasional adalah hal yang tak terhindarkan."
Sementara harian Belgia De Morgen yang terbit di Brussel menurunkan komentar, "Saat ini Amerika tidak memiliki alasan untuk menggunakan opsi militer melawan Iran."
"Walaupun rencana serangan Amerika ke Iran masih sebatas dugaan, namun satu hal dapat dikatakan dengan sangat jelas. Bahwa menggunakan opsi serangan militer untuk menghentikan ambisi nuklir Iran merupakan tindakan terbodoh yang dapat dilakukan oleh pemerintah di Washington untuk saat ini. Pada akhirnya serangan militer ke Iran hanya akan berdampak buruk dan bahkan dalam hal ini adalah sesuatu yang sangat tidak masuk akal."
Di Jerman, meskipun sejumlah harian berpengaruh belum menurunkan komentar terhadap rencana serangan AS. Namun terdapat sebuah catatan redaksi dari harian lokal negara bagian Sachsen, Sächsische Zeitung, yang menunjukkan sikap media-media besar Jerman dalam masalah ini.
"Tidak ada alasan untuk tidak mempercayai laporan terebut, di mana Amerika Serikat dikabarkan telah mempersiapkan berbagai skenario untuk menyerang Iran. Rencana untuk menggunakan opsi serangan militer tidak pernah dianggap sebagai omong kosong belaka, melainkan sebuah ancaman serius Amerika dalam konflik melawan ambisi nuklir Iran. Namun hal tersebut tidak serta-merta berarti, bahwa rencana serangan itu merupakan keputusan akhir yang telah disetujui. Tidak seperti di Irak, di mana pada awalnya serangan militer merupakan satu-satunya opsi yang tersedia untuk menjatuhkan rezim Saddam Husein, dan untuk selanjutnya Amerika dan sekutu-sekutunya mencari legitimasi yang dapat diterima oleh dunia internasional. Dalam kasus Iran, opsi militer hanya merupakan jalan terakhir yang akan diambil oleh AS, jika langkah diplomasi yang selama ini diusahakan mengalami kegagalan."
Sementara Harian Italia, Corriere Della Sera yang terbit di Milan menurunkan komentar:
"Pengungkapan rencana serangan Amerika telah mengundang banyak perhatian dan juga menimbulkan berbagai masalah politik. Yang pertama menyangkut pemilu parlemen pada bulan November di Amerika, di mana menurut jajak pendapat terakhir, partai demokrat diyakini akan dapat menguasai kongres. Mungkinkah Bush melontarkan isu serangan terhadap Iran sebelum pemilu untuk menghindari pemboikotan terhadap rencananya? Sedangkan pertanyaan kedua harus dijawab oleh Perserikatan Bangsa Bangsa. Jika penggunaan opsi militer ditolak, apakah Bush akan membentuk koalisi baru seperti ‘Coalition of Willingnes’ ketika akan menyerang Irak?"