Andalkan Danantara, Prabowo Gaet Investasi dengan Thailand
20 Mei 2025
Dalam kunjungan ke Thailand, Presiden Prabowo ajak kerja sama investasi lewat Danantara dan usulkan jalur penerbangan baru. Danantara diperkuat tokoh dunia seperti Thaksin, Keating, dan Tony Blair.
Danantara, lembaga pengelola investasi Indonesia, didorong Presiden Prabowo untuk menjalin kerja sama dengan lembaga investasi Thailand saat bertemu PM Paetongtarn Shinawatra di BangkokFoto: BPMI Setpres/Laily Rachev/2025
Menteri Luar Negeri Sugiono menerangkan dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua negara sepakat meningkatkan lagi kerjasama di berbagai bidang, termasuk di perdagangan dan pariwisata. Dalam bidang perdagangan, kedua negara akan membuka area-area perdagangan baru.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengusulkan pembukaan jalur-jalur penerbangan baru untuk meningkatkan wisatawan, seperti Bangkok-Surabaya dan Phuket-Medan. Prabowo juga ingin investasi dari kedua negara tersebut masuk melalui Danantara.
"Kami juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sudah memiliki satu lembaga Sovereign Wealth Fund yang mengelola seluruh aset milik negara Indonesia, yaitu Danantara dan kalau nanti ada investasi-investasi Danantara ini ya jadi vehicle untuk investasi tersebut," kata Sugiono dalam keterangannya, dikutip Selasa (20/5).
Serba-serbi Kabinet Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membentuk Kabinet Merah Putih yang beranggotakan 109 orang. Beberapa nama merupakan menteri dari pemerintahan sebelumnya.
Foto: Levie Wardana/DW
Pelantikan Kabinet Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto melantik 48 menteri, 56 wakil menteri, dan sejumlah kepala lembaga dalam Kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2024. Prabowo juga melantik pejabat setingkat menteri seperti Jaksa Agung, Kepala dan Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Kepala Badan Intelijen Negara, Kepala Kantor Komunikasi Presiden, dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional.
Foto: Levie Wardana/DW
Ada kementerian yang dipecah
Setidaknya ada sembilan kementerian yang dipecah, salah satunya Kementerian Hukum dan Ham menjadi tiga kementerian baru, yaitu Kementerian Hukum, Kementerian Hak Asasi Manusia, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ada satu kementerian baru yang dibentuk yaitu Kementerian Penempatan Migran yang sebelumnya menjadi ranah Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Foto: Levie Wardana/DW
Lanjut menjabat menteri
Total 17 menteri di era Jokowi-Ma’ruf Amin dipilih kembali untuk membantu Prabowo-Gibran. Namun, 12 di antaranya menduduki jabatan lamanya, seperti Sri Mulyani, Airlangga Hartarto, Muhammad Tito Karnavian, Budi Gunadi Sadikin, Erick Thohir, Dito Ariotedjo, hingga Bahlil Lahadalia.
Foto: Levie Wardana/DW
Menteri baru mengundang kontroversi
Belum sepekan usai dilantik, beberapa menteri dalam Kabinet Merah Putih menjadi sorotan publik. Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, sempat menyatakan bahwa Tragedi 1998 bukan merupakan pelanggaran HAM berat. Selain itu Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menggunakan kop surat kementerian untuk undangan acara haul dan syukuran.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Menteri HAM minta tambahan anggaran
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengundang sorotan karena mengungkapkan keinginannya agar Kementerian HAM mendapatkan anggaran sebesar Rp20 triliun. Menurutnya, anggaran Rp64 miliar tidak cukup untuk pembangunan HAM baik fisik dan nonfisik.
Foto: Maulana IF/detikcom
Retreat Kabinet Merah Putih
Presiden Prabowo menggagas Retreat Kabinet Merah Putih pada 24-27 Oktober 2024 di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah. Menurutnya, retreat ini sebagai tambahan pembekalan dan bukan menandakan militerisme, tetapi menyamakan frekuensi dan gerak langkah pemerintahan ke depan. Magelang dipilih sebagai lokasi karena dianggap memiliki nilai historis perjuangan melawan penjajah.
Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
6 foto1 | 6
Tokoh kelas dunia memperkuat posisi Danantara
Sugiono menilai posisi Danantara diperkuat dengan kehadiran tokoh-tokoh kelas dunia yang menempati dewan pengawas, termasuk mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, dan mantan PM Australia, Paul Keating, serta mantan PM Inggris, Tony Blair.
"Jadi selain mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra juga di Danantara ada mantan Perdana Menteri (PM) Australia Paul Keating. Kemudian Tony Blair dan yang kesemuanya dianggap sebagai tokoh-tokoh yang berhasil selama kepemimpinannya dan dinilai bisa memberi nilai tambah dalam rangka memberikan wawasan-wawasan pengalaman-pengalaman mereka dalam rangka mengelola kekayaan negara. Jadi saya kira itu diharapkan," terang Sugiono.
Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!