Anggaran Belanja Senjata Dunia Terus Meningkat
18 Mei 2008
Anggaran belanja persenjataan di dunia dari tahun 2001 hingga 2006 meningkat secara drastis. Yaitu sekitar 30 persen hingga 800 milyar Euro per tahun. Hampir setengahnya adalah anggaran militer Amerika Serikat dan Inggris, tetapi juga negara-negara ambang industri juga semakin banyak mengeluarkan uang untuk sejata. Berikut pendapat Mark von Boemcken, pimpinan proyek data BICC.
"Selain Amerika Serikat, negara ambang industri yang perekonomiannya cepat meningkat, seperti Cina, India, Indonesia, Pakistan, dan juga Rusia menunjukkan peningkatan. Sebaliknya, pengeluaran untuk anggaran militer pada negara-negara industri dan kaya, kecuali Amerika Serikat, tetap atau bahkan berkurang."
Jerman juga mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk kebutuhan militer. Tahun lalu pengeluaran mencapai 28 milyar Euro, 1 milyar lebih besar dibandingkan dengan tahun 2006. Tahun ini diperkirakan akan bertambah 1 milyar lagi. Setelah Amerika Serikat dan Rusia, Jerman adalah eksportir perlengkapan senjata terbesar ketiga di dunia dengan volume yang mencapai delapan milyar Euro.
Pihak yang anti persenjataan mengkhawatirkan akan terjadi kompetisi persenjataan seperti pada masa Perang Dingin. Karena itu, BICC menuntut negara-negara tersebut untuk mencegah berkembangnya kecenderungan itu. Tetapi Mark von Boemcken sebenarnya cukup skeptis.
"Keinginan dari sisi politik tentu kurang, khususnya di Amerika Serikat, dan negara-negara adidaya atau negara yang memiliki anggaran militer terbesar. Keinginan untuk mengurangi perbelanjaan senjata tidak tampak. Amerika Serikat harus menunjukkan contoh yang baik. Setidaknya kita berharap akan ada perubahan dalam tren persenjataan jika terjadi pergantian pemerintahan November mendatang."
Selain itu harus lebih banyak usaha yang dilakukan oleh dunia internasional tentang pengurangan persenjataan. Demikian pendapat direktur BICC di Bonn Peter Croll. Walau pun ia melihat usaha tersebut seperti berjalan di tempat.
"Ada usaha, ada seminar, tetapi pada akhirnya yang penting adalah ratifikasi pernjanjian-perjanjian tersebut. Tentang itu hanya sedikit kemajuan yang diberitakan."
Yang terdengar adalah usaha Amerika Serikat mengembangkan senjata atom yang standar baru, Cina memodernisasi angkatan bersenjatanya, dan Rusia memulai kembali program peluru kendali jarak jauh dengan hulu ledak atom. (vlz)