1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jerman Akan Pangkas Anggaran Kesehatan Miliaran Euro

16 April 2026

Menteri Kesehatan Jerman resmi mengumumkan paket reformasi anggaran kesehatan, yang bertujuan menutup defisit miliaran euro (setara triliunan rupiah) dalam sistem kesehatan negara itu.

Tenaga medis asing dari Ukraina di RS Johannes, Dortmund, Jerman
Iuran asuransi kesehatan yang dibayarkan oleh warga Jerman yang terdaftar dalam sistem asuransi kesehatan publik naik rata-rata sebesar 3% pada tahun 2026Foto: Ina Fassbender/AFP/Getty Images

Menteri Kesehatan Jerman Nina Warken, dari Partai Demokrat Kristen (CDU) yang tengah berkuasa, memaparkan poin-poin utama dari rencana reformasi pemerintah Jerman untuk sistem kesehatan yang sedang terpuruk.

Rancangan undang-undang yang rencananya disahkan musim panas ini. Tujuannya untuk mencegah kenaikan iuran asuransi kesehatan. "Kita tidak bisa terus membelanjakan lebih dari yang kita terima,” kata Warken dalam konferensi pers di Berlin (14/04).

Menteri Kesehatan Nina Warken (CDU) ingin mencegah kenaikan iuran asuransi kesehatan masyarakatFoto: BREUEL-BILD/IMAGO

Asuransi kesehatan di Jerman bersifat wajib. Warga Jerman membayar iuran ke asuransi publik yang nilainya bergantung pada penghasilan mereka.

Jumlah iuran tersebut sekitar 14,5% dari penghasilan yang dibagi rata antara pemberi kerja dan karyawan, ditambah premi tambahan yang tergantung pada penyedia layanan.

Iuran asuransi kesehatan warga Jerman naik rata-rata 3% tahun ini, di atas kenaikan 2,5% pada 2025. Sementara itu, pengeluaran asuransi publik meningkat lebih cepat lagi.

Tanpa langkah-langkah penghematan biaya, dana asuransi kesehatan publik Jerman menghadapi defisit anggaran lebih dari 15 miliar euro (sekitar Rp303 triliun) pada 2027.

Jerman memiliki salah satu sistem perawatan kesehatan termahal di dunia. Pada bulan Maret, sebuah komisi ahli mengajukan 66 usulan penghematan untuk membantu menekan biaya yang terus melonjak. 

Asuransi Apa Saja yang Dimiliki Orang Jerman?

01:03

This browser does not support the video element.

Menteri Warken telah mengumumkan usulan mana yang akan diterapkan, diantaranya:

  • Pasien harus membayar antara 7,50-15 euro (sekitar Rp150-Rp300 ribu) untuk resep obat, naik dari 5-10 euro (sekitar Rp100-200 ribu).
  • Untuk operasi mahal seperti pinggul atau lutut, harus ada pendapat atau opini lain dari dokter kedua - yang tidak meraup keuntungan dari operasi itu.
  • Mulai tahun 2028, pasangan (suami/istri) yang tidak memiliki penghasilan sendiri dan saat ini ikut asuransi secara gratis melalui pasangannya, akan dikenakan iuran sebesar 3,5% dari penghasilan pasangannya. Namun besaran iuran ini akan lebih rendah untuk mereka yang berpenghasilan rendah dan menengah. Namun, aturan ini tidak berlaku bagi orang-orang tertentu, seperti yang sedang merawat anak kecil (di bawah 7 tahun), memiliki anak disabilitas, menjadi perawat (caregiver), atau sudah pensiun.
  • Metode pengobatan alternatif homeopati tidak lagi ditanggung oleh asuransi kesehatan.
  • Perusahaan farmasi harus meningkatkan diskon harga ke asuransi kesehatan.
  • Ada batasan baru untuk gaji eksekutif asuransi kesehatan, serta biaya administrasi dan iklan mereka.
  • Dokter keluarga tidak lagi dapat bayaran tambahan khusus untuk layanan seperti konsultasi tanpa janji atau pasien rujukan.

Partai Hijau (Die Grünen) yang berorientasi lingkungan mengkritik rencana tersebut, dan menyebutnya "sangat mengecewakan.”

Janosch Dahmen, juru bicara kebijakan kesehatan Partai Hijau, menilai "menteri Warken secara tidak proporsional membebankan stabilisasi pada karyawan dan pemberi kerja, tanpa berani menghadapi lobi kuat dari sisi pengeluaran,” ujarnya kepada majalah Der Spiegel.

Sementara itu, Oliver Blatt, ketua Asosiasi Nasional Dana Asuransi Kesehatan Wajib (GKV-Spitzenverband) mengaku "sangat menyambut baik” rencana menjadikan pendapatan sebagai patokan pengeluaran bagi perusahaan asuransi kesehatan.

Dana asuransi kesehatan wajib saat ini menghabiskan lebih dari 1 miliar euro (sekitar Rp20,2 triliun) per hari untuk melayani 75 juta peserta. Dalam setahun terakhir, biaya rumah sakit naik hampir 10%, dokter hampir 8%, dan obat-obatan sekitar 6%, menurut pernyataan tersebut.

Psoriasis: Penderitaan yang Terselubung

03:28

This browser does not support the video element.

Namun, paket reformasi tidak memasukkan rekomendasi penghematan terbesar yakni pembiayaan asuransi bagi penerima bantuan sosial oleh negara. Komisi ahli memperkirakan langkah ini bisa menghemat hingga 12,5 miliar euro (sekitar Rp250 triliun) pada 2027.

Menteri Warken tampaknya mengalah dari tekanan Menteri Keuangan Lars Klingbeil, dari Partai Sosial Demokrat (SPD) berhaluan tengah-kiri, yang mengancam akan memveto kebijakan itu.

Selanjutnya, usulan ini akan menjadi rancangan undang-undang, yang dijadwalkan untuk disetujui oleh kabinet pada akhir April, sebelum dibawa ke pemungutan suara di parlemen Jerman Bundestag dan Bundesrat (badan legislatif yang mewakili 16 negara bagian federal Jerman) sebelum reses musim panas. 

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz

Editor: Ayu Purwaningsih

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait