Dunia kedokteran menetapkan tiga fase kematian, hingga kematian biologis dimana jasad jadi kaku. Tapi menegaskan seseorang sudah meninggal secara medis juga tidak mudah. Ada fase dimana orang "mati" bisa hidup kembali.
Foto: picture-alliance/dpa
Iklan
Definisi Kematian Menurut Medis
02:01
This browser does not support the video element.
Semua makhluk hidup akan mati. Yang ini sudah pastii. Juga banyak manusia yang takut mati, dan ini juga wajar. Pertanyaannya apa definisi mati itu?
Dunia Kedokteran menetapkan tiga fase kematian, dari mati klinis, mati otak hingga fase final kematian secara biologis dimana jasad jadi kaku dan proses pembusukan dimulai.
Tapi menegaskan seseorang sudah meninggal secara medis juga tidak mudah. Ada proses panjang dan sebagian masih tidak dimengerti, menuju fase final orang benar-benar mati secara biologis.
Bisa hidup lagi
Fase pertama disebut mati klinis ditandai dengan berhentinya pernafasan dan detak jantung. Juga impuls dari otak memudar dan pancaindera tidak lagi bereaksi.Jika orang dipasangi alat kedokteran, akan terlihat di monitor bahwa kurvanya datar dan tidak lagi berdetak.
Sains di Balik Kematian
Semua kehidupan suatu saat akan berakhir. Sains mencatat bagaimana setiap sel tubuh yang berjumlah ratusan trilyun itu memiliki tanggal kadaluarsa. Inilah fakta ilmiah di balik proses kematian tubuh manusia.
Foto: Fotolia/zentilia
Di Ujung Masa Pertumbuhan
Tubuh manusia berhenti berkembang di usia 30 tahun. Saat itulah tubuh kita mulai memasuki masa penuaan. Pada usia 35 setiap orang akan merasa kesehatannya perlahan menurun. Setelah usia 50 tahun, kepadatan tulang manusia setiap tahunnya akan berkurang sebanyak satu persen.
Foto: drubig-photo - Fotolia
Awal Sebuah Akhir
Antara usia 30 hingga 80 tahun tubuh manusia akan kehilangan sekitar 40% volume otot, bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing. Dunia medis menyebutnya sebagai Sarcopenia. Fenomena ini terjadi karena tubuh gagal mengaktivkan sel satelit yang bertanggungjawab terhadap pembentukan jaringan otot baru.
Foto: PeJo/Fotolia
Ditentukan oleh Kehidupan Terkecil
Selama sel membelah diri dan menghasilkan sel baru yang lebih sehat, kehidupan akan berlangsung tanpa masalah. Proses itu pula yang membuat tubuh manusia tumbuh dari bayi menjadi dewasa. Tapi ketika memasuki usia lanjut, produksi sel terganggu oleh kerusakan genetika. Sel tidak lagi memproduksi sel sehat, melainkan sel-sel yang lemah dan rusak.
Foto: Colourbox
Sel Melahirkan Penyakit
Terdapat lebih dari seratus trilyun sel di dalam tubuh manusia. Ketika satu atau sekelompok sel mengalami gangguan, maka kanker atau jenis penyakit mematikan lain akan bermunculan. Kanker misalnya disebabkan ketika sel tubuh memproduksi terlalu banyak dan membentuk gumpalan yang disebut tumor. Repotnya sistem kekebalan tubuh manusia tidak bisa membedakan antara sel jahat dan sel sehat.
Foto: Imago/Science Photo Library
Hingga di Ujung Nafas dan Seterusnya
Kematian adalah berakhirnya aktivitas biologis pada sel dan jaringan tubuh. Ini disebabkan oleh hilangnya kemampuan tubuh manusia untuk menghirup dan mengolah oksigen. Tapi kendati tubuh tidak bernafas sekalipun, manusia tidak lantas meninggal dunia.
Foto: picture-alliance/dpa
Ajal Menyapa
Sesaat menjelang ajal jantung manusia berhenti berdetak. Hilangnya detak jantung menandai awal kematian. Tanpa distribusi darah dan oksigen, sel dan jaringan otak cuma punya waktu tiga hingga sepuluh menit sebelum mati dan memicu kerusakan permanen yang tidak bisa diperbaiki. Hilangnya tekanan darah juga membuat organ-organ lain di tubuh manusia berhenti bekerja.
Foto: Imago/epd
Tubuh Setelah Mati
Kematian otak berarti akhir kehidupan. Setelahnya suhu tubuh manusia akan turun sebanyak 1,5 derjat Celcius setiap jam hingga mencapai suhu ruangan. Pada saat yang bersamaan terhentinya sirkulasi membuat darah mulai menggumpal. Dua hingga enam jam setelah kematian tubuh manusia mulai kaku. Fase ini disebut Rigor Mortis oleh dunia medis.
Foto: Fotolia/lassedesignen
Dikuasai Bakteri
Kendati telah meninggal dunia, tubuh manusia tidak sepenuhnya mati. Sel-sel kulit misalnya masih hidup hingga 24 jam setelah kematian. Hal serupa juga terjadi pada bakteri di organ pencernaan. Tanpa asupan makanan, bakteri di sistem pencernaan mulai berkelana ke seluruh tubuh dan mengkonsumsi sel-sel yang mati. Sebab itu pula tubuh manusia membusuk setelah kematian.
Foto: Fotolia/Irochka
8 foto1 | 8
Pada fase ini sering terjadi pengalaman "dekat kematian". Orang yang sudah dinyatakan "mati klinis" dan kemudian hidup kembali sering menceritakan hal yang mirip. Mereka melihat bahwa "roh" terbang keluar dari raga. Melihat pemandangan indah dan cemerlang dari atas. Juga melihat ada seberkas cahaya terang di ujung terowongan.
Beberapa kasus medis membuktikan, ada orang yang sudah dinyatakan mati klinis selama beberapa menit, bisa hidup kembali setelah menjalani proses reanimasi klinis. Misalnya dengan masase jantung, pemberian nafas buatan, penggunaan defibrilator dan tindakan kedokteran lainnya. Ada yang kemudian hidup sehat tapi ada pula yang mengidap dampak kesehatan.
Mati otak dan kontroversi donor organ tubuh
Fase kedua kematian disebut Mati Otak . Pada tahapan ini semua fungsi otak berhenti. Pasien biasanya masih bisa "hidup" karena dibantu alat-alat kedokteran, seperti alat pernafasan alat pacu jantung dan lainnya.
Para dokter biasanya memutuskan pengambilan organ tubuh penting untuk didonorkan pada fase kedua ini. Pertimbangnnya, organ-organ penting masih berfungsi pada fase ini, walau tidak ada kendali dari otak. Namun para pengritik praktek cangkok Organ Tubuh melontarkan keberatan, karena fase mati otak juga sulit ditegaskan secara pasti.
Namun jika saat kematian fase ketiga sudah final, yakni kematian biologis, organ tubuh yang diambil juga tidak ada gunanya lagi, karena sudah mati. Fase kematian biologis ditandai dengan kematian milyaran sel-sel tubuh. Karena tidak ada regenerasi sel, tanda-tanda kematian jelas terlihat.
Kulit jasad menunjukkan bercak-bercak kematian dan jasad menjadi kaku. Proses pembusukan juga dimulai dan berlangsung cepat. Pada fase ini sudah tidak diragukan lagi. bahwa makhluk hidup sudah mati.
Tapi manusia adalah makhluk sosial dan beradab. Dalam berbagai agama maupun tradisi, ada ritual mengenang dan menghormati anggota keluarga yang sudah meninggal. Bahkan di jaman internet sekarang ini, orang yang meninggalpun masih tetap hidup walau secara virtual.
as/vlz(DW Inovator)
Anggota Tubuh Ini Masih Berfungsi Walau Anda sudah Meninggal
Tubuh manusia belum sepenuhnya mati, walau jantung telah berhenti berdetak dan otak tidak bekerja lagi. Berikut beberapa anggota tubuh yang masih berfungsi walau nyawa telah lepas dari badan.
Foto: Colourbox
Kuku dan Rambut
Secara umum diketahui bahwa setelah mati, kuku dan rambut terus tumbuh untuk sementara waktu. Namun, hal ini sebenarnya tidaklah demikian. Kuku dan rambut pada orang yang sudah meninggal akan terlihat bertambah panjang bukan karena terus tumbuh. Tapi ini karena kulit kehilangan kelembaban dan mengerut. Memang bisa dikatakan bertambah panjang, tapi tidak tumbuh.
Foto: picture-alliance/ZB
Kulit
Bagian tubuh yang benar-benar terus tumbuh adalah kulit. Otak berhenti bekerja saat jantung tidak berdetak lagi. Ini karena sel otak tidak menerima asupan oksigen. Namun kebutuhan oksigen kulit sangatlah rendah, sehingga mampu terus berkembang. Karena merupakan bagian terluar dari tubuh, kulit bisa langsung mengambil sedikit oksigen dari udara. Sehingga kulit tetap "hidup“ untuk beberapa hari.
Foto: picture-alliance/dpa/O. Berg
Sistem Pencernaan
Satu bagian dari otak bekerja terus menerus untuk mengatur buka tutup otot katup kandung kemih. Ketika orang meninggal, bagian otak tersebut juga turut mati, sehingga otot menjadi kendur, menyebabkan katup kemih terbuka. Efek yang sama juga terjadi pada anus. Proses buang air besar pada orang yang sudah meninggal lebih kerap terjadi karena juga didorong oleh penumpukan gas dalam tubuh.
Foto: Fotolia/ag visuell
Otot
Otot tubuh masih memiliiki refleks tertentu yang tidak melibatkan otak. Hal ini dapat menyebabkan kedutan, kejang atau gerakan yang tampak seolah jenazah masih hidup. Salah satu contohnya adalah apa yang disebut sebagai “Lazarus Sign”. Ini merupakan refleks spinal yang menyebabkan lengan bangkit bergerak. Gerakan ini dapat berlangsung selama beberapa detik.
Foto: Colourbox
Organ Suara
Sebenarnya yang terdengar dari mulut orang yang sudah meninggal bukanlah suara yang dihasilkan oleh organ suara. Suara atau bunyi keluar dari jenazah dikarenakan adanya penumpukan gas dan kontraksi otot yang menyebabkan paru-paru terpompa sehingga menghembuskan udara keluar lewat mulut.