Live TV

Diduga Kudeta Raja Salman, Dua Pangeran Arab Saudi Ditahan

Arab Saudi | 07.03.2020

Saudara raja Arab Saudi dan salah satu keponakannya dilaporkan ditahan pada Jumat (06/03) pagi atas tuduhan rencana kudeta terhadap Raja Salman dan putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Pejabat pemerintah Arab Saudi dilaporkan menahan dua anggota senior keluarga kerajaan dengan tuduhan kudeta. Mengutip sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya, media Wall Street Journal melaporkan bahwa petugas pengadilan kerajaan telah menahan saudara raja, yaitu Pangeran Ahmed bin Abdulaziz al Saud, dan salah satu keponakannya, Pangeran Mohammed bin Nayef. Keduanya ditangkap di rumah mereka.

Mohammed bin Nayef, sebelumnya adalah seorang tokoh kuat yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kontraterorisme Arab Saudi. Dia sempat menjadi putra mahkota hingga tahun 2017. Namun Raja Salman kemudian mengambil gelar itu darinya dan menempatkan putranya sebagai putra mahkota agar tetap mendapat dukungan dari sekutu lama, Amerika Serikat.

Putra mahkota saat ini, yang bertanggung jawab atas jalannya pemerintahan sehari-hari di kerajaan, banyak dipuji dunia Barat karena melaksanakan reformasi sosial. Namun ia juga menuai kritik karena tindakan kerasnya terhadap warga yang dianggap sebagai pemberi kritik atas kebijakannya.

Para pejabat pemerintahan Arab Saudi tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar pada hari Sabtu (07/03) pagi. Kantor media pemerintah Saudi juga tidak segera menanggapi permintaan untuk memberikan komentar.

Tuduhan usaha kudeta

Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman diberitakan tidak begitu populer di antara beberapa anggota utama keluarga kerajaan karena telah memperketat cengkeramannya pada kekuasaan. Beberapa orang juga mempertanyakan kemampuannya untuk memimpin menyusul pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tahun 2018 lalu, serta serangan bersar-besaran terhadap infrastruktur minyak milik Saudi pada 2019.

Sumber mengatakan bahwa para bangsawan berusaha mengubah garis suksesi pemerintahan dengan mempertimbangkan Pangeran Ahmed bin Abdulaziz al Saud, satu-satunya saudara lelaki Raja Salman yang masih hidup. Dia dinilai sebagai pilihan yang mungkin yang akan mendapat dukungan dari anggota keluarga, aparat keamanan, dan kekuatan Barat.

Namun sumber yang berasal dari orang dalam dan diplomat Barat di Arab Saudi mengatakan bahwa keluarga kerajaan tidak mungkin menentang putra mahkota selama raja masih hidup. Mereka mengatakan bahwa raja tidak mungkin berbalik melawan putra kesayangannya itu.

Pangeran Ahmed bin Abdulaziz al Saud hidup jauh dari sorotan sekembalinya ke Riyadh setelah berada di luar negeri selama 2,5 bulan. Dia juga diberitakan sebagai salah satu dari tiga orang di Dewan Kesetiaan yang pernah menentang mengangkatan Mohammed bin Salman sebagai putra mahkota.

Sementara itu, pergerakan Pangeran Mohammed bin Nayef telah dibatasi dan dipantau sejak saat penahanan, kata seorang sumber.

ae/ts (AP, reuters)

Menengok Hak Perempuan di Arab Saudi
1955: Sekolah pertama buat anak perempuan, 1970: Universitas pertama

Dulu, anak perempuan Arab Saudi tidak bisa bersekolah seperti murid-murid sekolah di Riyadh. Penerimaan murid di sekolah pertama untuk perempuan, Dar Al Hanan, baru dimulai 1955. Sementara Riyadh College of Education, yang jadi institusi pendidikan tinggi untuk perempuan, baru dibuka 1970.

Menengok Hak Perempuan di Arab Saudi
2001: Kartu identitas untuk perempuan

Baru di awal abad ke-21, perempuan bisa mendapat kartu identitas. Padahal kartu itu adalah satu-satunya cara untuk membuktikan siapa mereka, misalnya dalam cekcok soal warisan atau masalah properti. Kartu identitas hanya dikeluarkan dengan dengan izin dan diberikan kepada muhrim. Baru tahun 2006 perempuan bisa mendapatkannya tanpa izin muhrim. 2013 semua perempuan harus punya kartu identitas.

Menengok Hak Perempuan di Arab Saudi
2005: Kawin paksa dilarang - di atas kertas

Walaupun 2005 sudah dilarang, kontrak pernikahan tetap disetujui antara calon suami dan ayah pengantin perempuan, bukan oleh perempuan itu sendiri.

Menengok Hak Perempuan di Arab Saudi
2009: Menteri perempuan pertama

Tahun 2009, King Abdullah menunjuk menteri perempuan pertama. Noura al-Fayez jadi wakil menteri pendidikan untuk masalah perempuan.

Menengok Hak Perempuan di Arab Saudi
2012: Atlit Olimpiade perempuan pertama

2012 pemerintah Arab Saudi untuk pertama kalinya setuju untuk mengizinkan atlit perempuan berkompetisi dalam Olimpiade dengan ikut tim nasional. Salah satunya Sarah Attar, yang ikut nomor lari 800 meter di London dengan mengenakan jilbab. Sebelum Olimpiade dimulai ada spekulasi bahwa tim Arab Saudi mungkin akan dilarang ikut, jika mendiskriminasi perempuan dari keikutsertaan dalam Olimpiade.

Menengok Hak Perempuan di Arab Saudi
2013: Perempuan diizinkan naik sepeda dan sepeda motor

Inilah saatnya perempuan untuk pertama kalinya diizinkan naik sepeda dan sepeda motor. Tapi hanya di area rekreasi, dan dengan mengenakan nikab dan dengan kehadiran muhrim.

Menengok Hak Perempuan di Arab Saudi
2013: Perempuan pertama dalam Shura

Februari 2013, King Abdullah untuk pertama kalinya mengambil sumpah perempuan untuk jadi anggota Syura, atau dewan konsultatif Arab Saudi. Ketika itu 30 perempuan diambil sumpahnya. Ini membuka jalan bagi perempuan untuk mendapat posisi lebih tinggi di pemerintahan.

Menengok Hak Perempuan di Arab Saudi
2015: Perempuan memberikan suara dalam pemilu dan mencalonkan diri

Dalam pemilihan tingkat daerah di tahun 2015, perempuan bisa memberikan suara, dan mencalonkan diri untuk dipilih. Sebagai perbandingan: Selandia Baru adalah negara pertama, di mana perempuan bisa dipilih. Jerman melakukannya tahun 1919. Dalam pemilu 2015 di Arab Saudi, 20 perempuan terpilih untuk berbagai posisi di pemerintahan daerah, di negara yang monarki absolut.

Menengok Hak Perempuan di Arab Saudi
2017: Perempuan pimpin bursa efek Arab Saudi

Februari 2017, untuk pertama kalinya bursa efek Arab Saudi mengangkat kepala perempuan dalam sejarahnya. Namanya Sarah Al Suhaimi.

Menengok Hak Perempuan di Arab Saudi
2018: Perempuan akan diijinkan mengemudi mobil

September 26, 2017, Arab Saudi mengumumkan bahwa perempuan akan segera diizinkan untuk mengemudi mobil. Mulai Juni 2018, perempuan tidak akan perlu lagi izin dari muhrim untuk mendapat surat izin mengemudi. Dan muhrim juga tidak harus ada di mobil jika mereka mengemudi.

Menengok Hak Perempuan di Arab Saudi
2018: Perempuan akan diijikan masuk stadion olah raga

29 Oktober 2017, Badan Olah Raga mengumumkan perempuan akan boleh menonton di stadion olah raga. Tiga stadion yang selama ini hanya untuk pria, juga akan terbuka untuk perempuan mulai 2018.

Menengok Hak Perempuan di Arab Saudi
2019: Perempuan Saudi akan mendapat notifikasi melalui pesan singkat jika mereka diceraikan

Hukum baru dirancang untuk lindungi perempuan saat pernikahan berakhir tanpa sepengetahuan mereka. Perempuan dapat cek status pernikahannya online atau dapat fotokopi surat tanda cerai dari pengadilan. Hukum ini tak sepenuhnya lindungi perempuan karena cerai hanya dapat diajukan dalam kasus terbatas dengan persetujuan suami atau jika suami lakukan tindak kekerasan. (Penulis: Carla Bleiker, ml/hp)

1
| 12