Artemis II Lepas Landas, Bawa Manusia Kembali ke Bulan
2 April 2026
Roket misi Artemis II lepas landas dari Pusat Antariksa Kennedy NASA di Florida pada Rabu (01/04) malam waktu setempat, membawa empat astronaut dalam misi bersejarah ke Bulan.
Puluhan ribu orang berpelukan di Cocoa Beach Pier dan pantai di sekitarnya saat roket setinggi 32 lantai itu melesat ke langit dalam perjalanannya menuju Bulan untuk pertama kalinya sejak tahun 1972.
Kerumunan orang juga memadati jalan-jalan dan pantai di sekitarnya, mengingatkan pada misi Apollo ke Bulan tahun 1960-an dan 1970-an.
Misi Artemis II
Para astronaut, tiga orang Amerika Serikat dan satu orang Kanada, akan menguji pesawat luar angkasa Orion atau kendaraan eksplorasi yang mengangkut astronaut ke Bulan dan kembali ke Bumi.
Mereka juga diluncurkan menggunakan roket baru NASA yang paling kuat sejauh ini, yaitu Space Launch System (SLS).
Artemis II adalah misi kedua dalam program eksplorasi Bulan Artemis milik NASA. Sebelumnya Artemis I berhasil mengirim Orion tanpa awak ke orbit Bulan dan kembali pada tahun 2022.
Melalui program Artemis, NASA berharap dapat mengirim astronaut dalam misi yang semakin kompleks untuk menjelajahi Bulan demi penemuan ilmiah maupun sebagai landasan menuju misi berawak pertama ke Mars.
NASA menargetkan pendaratan manusia di dekat kutub selatan Bulan pada tahun 2028. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, komunitas ilmiah meyakini misi berawak ke Mars dapat dilakukan pada 2030-an atau 2040-an.
Mengenal roket dan tim astronaut
NASA memimpin perancangan roket Space Launch System dan kapsul Orion, serta menggandeng perusahaan swasta SpaceX dan Blue Origin untuk misi pendaratan Bulan Artemis berikutnya.
Dalam penerbangan uji Artemis II, para astronaut akan mengambil alih kontrol Orion dan menerbangkannya secara manual pada beberapa bagian perjalanan mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi.
Astronaut NASA Christina Koch, Victor Glover, dan Reid Wiseman, serta astronaut Kanada Jeremy Hansen, tiba di Florida dari Houston pada hari Jumat (27/03) setelah menjalani karantina selama dua minggu menjelang peluncuran.
Hubungan Jerman dengan Artemis II
Salah satu komponen penting dari European Service Module (ESM) pesawat Orion dibuat oleh Airbus di Bremen, Jerman, untuk Badan Antariksa Eropa (ESA).
Sebagai “mesin utama” misi-misi Bulan Artemis, ESM menyediakan tenaga pendorong, daya listrik, pengaturan suhu, air, dan oksigen. Modul ini menggunakan 33 mesin, termasuk satu mesin manuver orbit dari pesawat ulang-alik yang telah dipensiunkan.
Berapa lama misi Artemis II berlangsung?
Penerbangan uji coba Artemis II direncanakan berlangsung selama 10 hari.
Misi ini akan menandai perjalanan terjauh yang pernah ditempuh manusia di luar angkasa, dengan jarak tempuh sekitar 252.000 mil (406.000 km).
NASA juga berharap dapat tetap berada di garis depan, mengingat Cina berencana mendaratkan astronaut di Bulan pada akhir tahun 2030.
Apakah astronaut akan mendarat di Bulan?
Astronaut tidak akan mendarat di Bulan kali ini. Namun, mereka akan menguji sistem pendukung kehidupan penting di kapsul Orion, antarmuka untuk kru, serta sistem komunikasi.
Misi Artemis II menjadi langkah awal dari rencana NASA untuk membangun pangkalan permanen di Bulan.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Athif Aiman
Editor: Hani Anggraini