AS Ajukan Rencana Aksi Hadapi Perompak
17 April 2009
Seringnya serangan bajak laut terhadap kapal-kapal yang melintasi wilayah Tanduk Afrika membuat negara-negara barat resah. Konferensi negara donor yang diselenggarakan untuk membantu pembangunan ekonomi Somalia bertujuan sekaligus memerangi penyebab kejahatan bajak laut. Konferensi itu rencananya digelar tanggal 23 April di Brussel, Belgia. Nantinya, Somalia diharapkan dapat mengurangi jumlah pemuda yang bergabung dengan kelompok kelompok bajak laut. Kerja sama internasional dibutuhkan untuk mencapai target tersebut.
Menlu AS Hillary Clinton menyatakan: "Amerika Serikat tidak memberi kelonggaran ataupun tebusan bagi bajak laut. Apa yang kami lakukan adalah pertama, mengirimkan sejumlah utusan untuk menghadiri konferensi perdamaian dan pembangunan internasional untuk Somalia di Brussel. Para utusan kami akan bekerja sama dengan mitra lain untuk membantu rakyat Somalia sehingga dapat membantu kami membasmi akar-akar bajak laut dan menurunkan jumlah para pemuda yang terlibat dalam kelompok kelompok bajak laut".
Amerika Serikat berpendapat bahwa dengan naiknya jumlah serangan bajak laut di lepas pantai Somalia dibutuhkan strategi baru untuk menyeret pelakunya ke pengadilan dan menjebloskan ke penjara. Amerika Serikat akan membantu menelusuri dan membekukan aset hasil rampok dan jarahan serta membebaskan kapal kapal yang masih tertahan di di wilayah itu. Hillary Clinton menyadari dengan aset jarahan dan hasil tebusan, para bajak laut dapat membeli banyak senjata yang lebih canggih dan kapal kapal yang lebih cepat.
Sementara itu di Pentagon, juru bicara Bryan Whitman memaparkan pada wartawan bahwa upaya untuk mengakhiri segeran-serangan bajak laut dengan kehadiran kapal angkatan laut dinilai sebagai hal yang sulit. Ia mengatakan bahwa ratusan kapal angkatan laut bisa saja berada di perairan Somalia, namun itu masih tidak cukup untuk mengontrol seluruh kawasan.
Kelompok-kelompok bajak laut asal Somalia melakukan aksinya dengan persenjataan berat. Mereka berangkat dari negeri yang penuh kekacauan dan menyerang kapal kapal dagang di Teluk Aden, menahan puluhan kapal, ratusan sandera dan menghasilkan jutaan dolar dari hasil tebusan.
Minggu lalu, satuan elit angkatan laut Amerika menembak mati tiga bajak laut Somalia dan membebaskan kapten kapal yang sempat ditahan selama lima hari. Rabu (15/04), angkatan laut Prancis menahan sebelas bajak laut Somalia yang mencoba menyandera kapal dagang berbendera Liberia.
(mh/cnn/reuters)
Editor: Hendra Pasuhuk