1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

AS Kecam Keras Rusia

12 Agustus 2008

Presiden Amerika Serikat George W Bush melontarkan kecaman drastis dan menuntut Rusia untuk segera menarik pasukannya dari Georgia.

Kaukasus Konflikt August 2008 Bush liefert ein Statement zur Lage in Georgien
Foto: AP

Presiden George W Bush menanggapi langkah dan rencana Rusia dengan kata-kata drastis: "Tindakan dan rencana Rusia berarti eskalasi dramatis dan brutal dalam konflik di Georgia."

Tampaknya Amerika Serikat tadinya berharap, Rusia hanya ingin mengembalikan status seperti sebelum 6 Agustus lalu, jadi sebelum pertempuran pecah. Namun sekarang, Rusia kelihatannya sudah masuk ke teritorial sebuah negara berdaulat. Dan Rusia tampaknya ingin menggulingkan pemerintahan Georgia yang terpilih lewat pemilihan umum, demikian Bush. Hal ini tidak bisa lagi diterima.

Selanjutnya presiden Goerge W Bush menuntut agar pemerintah Rusia menerima perjanjian perdamaian yang sudah ditandatangani oleh pemerintah Georgia. Perjanjian itu memuat antara lain gencatan senjata sesegera mungkin, penarikan pasukan dari kawasan konflik dan pengembalian situasi status quo seperti sebelum 6 Agustus. Jadi sebelum pasukan Georgia masuk ke Ossetia Selatan. Selanjutnya perjanjian itu juga memuat kesepakatan untuk tidak menggunakan kekerasan senjata lagi dalam menyelesaikan krisis ini.

Bush mengatakan, pemerintah Rusia harus menghormati kedaulatan Georgia dan mengubah politiknya. Ia menambahkan: "Kebijakan Rusia minggu ini menimbulkan pertanyaan serius tentang maksud Moskow yang sebenarnya di Georgia dan kawasan sekitarnya. Ini merusak citra Rusia di mata internasional. Tindakan Rusia juga sangat mengganggu hubungannya dengan Amerika Serikat dan Eropa. Rusia harus pegang janji dan mengakhiri krisis ini."

Memang ketika masih berada di Beijing pada pembukaan Olimpiade, Bush sudah menuntut Rusia agar menghormati kedaulatan dan teritorial Georgia. Tapi nada kecaman yang sekarang dikeluarkan lebih keras lagi. Menteri luar legeri Amerika Serikat Condoleezza Rice menelpon rekan-rekannya dari negara-negara kelompok G8 dan juga menuntut Rusia untuk menandatangani perjanjian perdamaian yang ditawarkan Georgia dan Uni Eropa.

Duta besar Amerika Serikat di PBB, Zalmay Khalilzad sebelumnya memberitakan, menteri luar negeri Condoleezza Rice sudah berbicara dengan menteri luar negeri Rusia Sergei Lavrov. Dalam pembicaraan itu, Lavrov menuntut agar pemerintah Georgia mengundurkan diri. Khalilzad menerangkan dalam sebuah wawancara televisi, Amerika Serikat tidak menyetujui langkah militer Georgia, yang kemudian jadi alasan serangan balasan Rusia. Khalilzad menyebut serangan balasan rusia 'terlalu berlebihan' dan mengatakan, ini bisa menjadi momen menentukan bagi hubungan Rusia dengan dunia. (hp)