1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

AS Perlahan-Lahan Dekati Iran

18 Juli 2008

Untuk pertama kali sejak 30 tahun seorang pejabat tinggi pemerintah Amerika Serikat bertemu dengan Iran. AS menempuh haluan baru.

William Burns, pejabat penting di kementerian luar negeri ASFoto: AP

Saat Amerika Serikat menduduki Irak tahun 2003, posisi Iran nampak kurang menguntungkan. Waktu itu tentara Amerika dikerahkan ke bagian Timur Afghanistan, Turki dan wilayah barat Irak dan sejumlah kapal perang ditempatkan di bagian selatan teluk Persia. Pemerintah di Teheran merasa terjepit akibat aksi pengepungan Amerika. Sehingga Teheran mengajukan usulan kepada pemerintah di Washington, untuk menyelesaikan beberapa pokok perselisihan. Namun pemerintah Amerika Serikat menolak usulan tersebut.

Kini, lima tahun kemudian, muncul kesan bahwa Amerika Serikat perlahan-lahan mendekati Iran. Hal ini terlihat jelas dengan rencana Amerika mengirimkan seorang pejabat tinggi yaitu William Burns untuk menghadiri pembicaraan dua juru runding masalah nuklir Iran, yakni antara Javier Solana dan Said Jalili di Jenewa hari Sabtu besok (19/7).

William Burns adalah orang terpenting ketiga di kementerian luar negeri Amerika Serikat. Ia bisa dibilang adalah pejabat tertinggi Amerika pertama, yang berhubungan langsung dengan wakil dari Teheran sejak hubungan diplomatis kedua negara itu diputus tahun 1980. Di era Khatami saja saat kedua negara itu melakukan pembicaraan tertututp juga di Swiss, tidak ada seorang pejabat tinggi.

Pengutusan Burns ke Jenewa berjalan bersamaan dengan sebuah gagasan lain yang diprakarsai Washington. Pemerintah Amerika Serikat ingin membuka kantor perwakilannya di Teheran. Hingga kini, di Teheran Amerika secara resmi diwakili oleh pemerintah Swiss. Sama halnya dengan Pakistan yang mewakili Iran di Amerika Serikat. Alasannya, jalan demikian dapat mempermudah urusan visa bagi warga Iran. Karena sebelumnya, warga Iran yang memerlukan visa untuk Amerika harus pergi ke Dubai. Nampaknya usulan Amerika untuk membuka perwakilannya di Teheran, yang juga didukung oleh presiden Ahmedinejad, dapat direalisasikan. Demikian diberitakan harian Inggris 'Guardian" hari Kamis (17/7). Hingga kini secara resmi memang belum ada keputusan atas usulan tersebut. Juru bicara kementerian luar negeri Amerika Serikat Sean McCormack menanggapi:

"Kami tidak akan mediskusikan perundingan intern pemerintah Amerika Serikat. Namun upaya kami belakangan ini sebetulnya menunjukkan, bahwa Amerika mempunyai keinganan untuk berhubungan langsung dengan warga Iran. Untuk itu kami tempuh segala cara. Dari kantor kami di Dubai kami memantau Iran dan melaporkan hasil pengamatan kami di teluk Persia ke kementerian luar negeri. Ini kira-kira sama dengan yang kami lakukan di Uni Soviet sebelum membuka kantor perwakilan di sana."

Dugaan, bahwa Amerika kemungkinan akan mengarahkan sungutnya ke Teheran, diperkuat dengan kenyataan bahwa usulan tersebut didukung oleh pihak lain. Sebab, Kamis kemarin (17/8) penasehat keamanan nasional presiden Amerika, Steve Hadley secara mendadak berangkat ke Ankara. Disebutkan disamping membahas tema yang menyangkut Turki dan Amerika Serikat, Iran juga akan dibicarakan. Karena hari ini (18/7) menteri luar negeri Iran, Manusher Mottaki akan melawat ke Ankara. Menteri luar negeri Turki Ali Babacan menuturkan, Iran telah mengajukan permohonan kepada Turki untuk menjadi perantara dalam sengketa program nuklir Iran.(an)