280908 US Rettungsplan
29 September 2008
Akhirnya Menteri Keuangan AS Henry Paulson dapat menarik nafas lega. Setelah perundingan yang alot selama akhir pekan lalu, Partai Demokrat dan Republik secara garis besar menyepakati paket bantuan finansial untuk mengatasi krisis perbankan.
"Kami bekerja keras dan mencapai kemajuan yang siginifikan.“
Demikian diungkap Paulson. Kini, paket penyelamatan1 senilai 700 Miliar Dollar itu harus ditanda-tangani Kongres AS. Idealnya, sebelum bursa saham dan pasar keuangan mulai berbisnis hari Senin (29/09) ini. Chris Dodd, ketua komisi perbankan dalam Senat Amerika tampak optimis:
"Tiba saatnya kami dapat menyampaikan berita positif pada rakyat Amerika", kata politisi kubu Demokrat Chris Dodd.
Namun, bagaimana dengan anggota Kongres lainnya? Tarik ulur terutama terjadi di kubu Republik yang cenderung menolak campur tangan pemerintah dalam krisis keuangan ini. Partai Republik kuatir kehilangan suara dalam pemilu bulan November ini. Betapa tidak, paket penyelamatan yang hendak diluncurkan pemerintah didanai dengan uang para pembayar pajak. Dan mereka tak bersedia memikul beban finansial tambahan untuk menyelamatkan para pebisnis yang bertanggung jawab atas krisis ini.
Tapi, menurut Nancy Pelosi, juru bicara parlemen dari kubu Demokrat, paket keuangan ini tak hanya menguntungkan Wall Street:
"Kami mengirimkan suatu pesan lintas partai kepada Wall Street. Waktu untuk berpesta sudah usai, tidak ada lagi parasut emas bagi pebisnis Wall Street. Para pembayar pajak tidak akan menanggung kerugian akibat kelengahan Wall Street. Undang-undang ini jaminannya."
Seruan serupa juga terdengar dari pengamat independen. Milliarder Warren Buffet yang merupakan salah satu pakar investasi mengingatkan bahwa Amerika menghadapi keruntuhan ekonomi yang bahkan lebih parah daripada Depresi Besar di tahun 30an, bila paket penyelamatan ini tak segera diluncurkan. Sementara Senator Partai Republik Judd Gregg mengingatkan:
"Anda tidak boleh lupa bahwa ambruknya bisnis keuangan Amerika berdampak langsung pada rakyat Amerika."
Karena itu, paket bantuan ini harus efektif bagi seluruh rakyat. Demikian ditegaskan Menteri Keuangan Henry Paulson. Paket keuangan ini tak hanya diperuntukkan bagi bank-bank besar, tapi juga jutaan pemilik rumah yang terancam pelelangan paksa karena tak mampu melunasi pinjamannya. Dalam pidato radio Presiden George W. Bush menyampaikan kepada rakyat Amerika:
"Saya tahu Anda merasa frustasi dengan situasi saat ini. Anda berkorban setiap hari untuk melunasi utang dan tagihan yang masuk. Rasanya tidak adil bila pemerintah meminta Anda ikut memikul beban akibat kesalahan para pialang Wall Street. Andai ambruknya pasar keuangan tak berdampak pada kehidupan Anda dan keluarga Anda, saya akan membiarkan Wall Street menanggung kerugiannya. Tapi itu tidak mungkin. Ambruknya sistem keuangan berarti beban yang harus Anda tanggung akan makin berat."
Paket penyelamatan seniali 700 miliar Dollar akan dialokasi secara bertahap. Awal pekan ini, Bank Sentral Amerika Serikat meluncurkan 250 milliar Dollar untuk membeli surat utang bermasalah sejumlah lembaga keuangan. Kini, Washington menahan nafasnya. Hitung mundur sudah dimulai. Reaksi bursa saham global terhadap peluncuran paket penyelamatan ini akan terlihat bila bursa saham global mulai bertransaksi Senin (29/09) ini. (zer)