AS Tekan Iran Soal Atom
24 Mei 2007Harian Italia „Corriere della Sera“ berkomentar tentang Amerika Serikat yang ingin memperbesar tekanannya terhadap Iran setelah dipublikasikannya laporan baru IAEO. Harian yang terbit di Madrid ini menulis:
„Agen rahasia amerika Serikat CIA sekarang ini diberikan wewenang oleh Presiden Bush untuk memulai operasi rahasia baru. Salah satu proyek yang biasa disebut ‚proyek hitam’ oleh agen-agen rahasia ini diantara mereka sendiri. Hitam dan kotor. Tujuannya adalah mengguncang stabilisasi rezim para mullah ini. Proyek ini diharapkan akan mematahkan semangat para mullah, memperburuk ketegangan di Iran dan diplomasi militer ingin dipertinggi, sehingga orang-orang khawatir akan adanya ancaman yang lebih parah. Para agen rahasia ini akan mengambil alih propaganda di Teheran dan menyebarkan informasi palsu. Tetapi para penasehat berpendapat, bahwa Iran tidak dapat dianggap enteng. Terlepas dari situasi pengepungan ini, Presiden Ahmadinejad tetap terlihat tegas. Ia menjawab tindakan Bush dengan juga mencoba berbuat sesuatu yang jahat.“
Harian Austria „Kurier“ yang terbit di Wina menyoroti sikap dunia Barat terhadap Rusia. Harian ini menulis:
„Setelah tujuh tahun berkuasa, semua yang terjadi di Rusia harus melewati Putin. Negara yang mempunyai kuasa besar ini kembali main di liga Champion dunia. Dari politik atom Iran dan Korea Utara ke masalah Sudan sampai Kosovo, Rusia selalu bersikeras untuk ikut berbicara dan ikut mengambil keputusan. Sekarang ini Amerika Serikat, yang di tahun-tahun lalu tanpa bisa dihentikan melaksanakan hal-hal yang dianggap Washington memang harus dilaksanakan, masih harus beradaptasi dengan kepercayaan diri Rusia yang baru. Uni Eropa juga sulit beradaptasi dengan Rusia yang menjadi kuat. Dunia barat harus mengambil posisi baru terhadap Rusia. Tetapi Moskow sendiri seharusnya dapat menguatkan posisinya dengan kompromi. Karena hanya pihak yang lemahlah yang tidak memberi kelonggaran.“
Tema lain yang menjadi sorotan harian internasional adalah situasi di Libanon. Harian Perancis „Le Monde“ yang terbit di Paris berkomentar:
„Sejak lama pemerintah Libanon sudah gelisah karena bahaya yang timbul dari kamp-kamp Palestina yang tidak didiami. Ini merupakan wilayah-wilayah tanpa hukum dimana kelompok radikal Salafiyah dan kelompok Jihad dapat berkembang. Tidak ada yang dilakukan disana. Di Libanon senjata beredar bebas dan pejuang militan berkembang, walaupun negara ini memiliki penempatan pasukan helm biru terbesar per meter kuadrat. Penarikan pasukan Suriah di tahun 2005 tidak menghentikan pengaruh asing yang telah menghalangi negara pohon Aras ini untuk menjadi merdeka dan berdaulat. Tidak ada bukti resmi bagi hubungan Suriah dengan kelompok radikal Suni Fatah Al-Islam yang menantang angkatan bersenjata Libanon. Tetapi terjadinya keributan yang bersamaan dengan disukusi di PBB tentang pendirian sebuah pengadilan internasional bagi pembunuhan mantan perdana menteri Libanon Rafik Hariri memperbesar dugaan ini.“
Harian Swiss „Basler Zeitung“ yang terbit di Jenewa bekomentar tentang serangan bom di Ankara, Turki. Harian ini menulis:
„Situasi kacau di Turki yang tengah menghadapi kudeta militer dan pemilihan parlemen diperburuk oleh serangan teror dipusat Ankara. Apakah negara ini menuju ke masa depan seperti Irak dengan serangan bunuh dirinya? Tentu saja tidak. Negara Ataturk ini mempunyai basis yang kuat. Tetapi yang mengancam adalah kejatuhan kembali ke pemikiran keamanan lama: sebuah negara yang membuat rakyatnya percaya, bahwa bahaya mengancam dari dalam dan luar, serta hanya disiplin kuat lah yang dapat menolong, bukan barang mewah yang diesebut demokrasi.“