AS-Ukraina Sepakat Gencatan Senjata, Rusia Diminta Respons
12 Maret 2025
Ukraina menyetujui gencatan senjata 30 hari usai negosiasi AS di Arab Saudi. Kini Rusia diharapkan segera merespons proposal perdamaian untuk akhiri perang.
Dari kiri: Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, Penasihat Keamanan Nasional Arab Saudi Mosaad bin Mohammad al-Aiban, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina Andriy Yermak, dan Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerovto, mengadakan pertemuan di Jeddah, Arab Saudi, Selasa, (11/03)Foto: Saul Loeb/AP/picture alliance
Iklan
Ukraina mendukung proposal Amerika Serikat (AS) soal gencatan senjata selama 30 hari. Selain itu, Kyiv juga menyetujui untuk segera berunding dengan Rusia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah perundingan di Jeddah, Arab Saudi, pada Selasa (11/03). Tanggapan positif Ukraina itu mendorong pemerintah AS untuk mencabut pembekuan bantuan militer dan berharap bahwa ini adalah permulaan untuk mengakhiri perang sejak 2022 silam.
Lantaran pertemuan Volodymyr Zelenskyy dengan Donald Trump di Washington cukup memberi tekanan besar pada Ukraina, dan menyinggung Moskow, para pejabat Kyiv menghadiri pembicaraan di Arab Saudi untuk perbaikan dan mengusulkan gencatan senjata parsial terhadap serangan udara dan laut.
Penasihat Trump menyebut Ukraina menyetujui usulan mereka untuk gencatan senjata selama sebulan penuh dalam perang yang telah merenggut ribuan nyawa tersebut. Hal itu disampaikan setelah perundingan selama hampir 9 jam di sebuah hotel mewah di Jeddah.
"Hari ini kami mengajukan sebuah tawaran yang telah diterima Ukraina, yaitu untuk melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan segera," kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada awak media setelah perundingan.
Marco Rubio juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya akan membawa proposal gencatan senjata tersebut ke Rusia. Sehingga, keputusannya ada di tangan Rusia.
2024: Tahun Pemilu Super Sibuk yang Ubah Lanskap Politik Dunia
Tahun 2024, pemilu berlangsung di berbagai benua digelar pada saat terjadi kerusuhan global, konflik Ukraina-Timur Tengah, setelah pandemi COVID-19 yang berdampak pada macetnya rantai pasokan dan inflasi yang tinggi.
Foto: picture alliance / Sipa USA
Bangladesh: Hasina berkuasa, lalu kerusuhan melanda
Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina memenangkan masa jabatannya yang kelima setelah Partai Liga Awami yang dipimpinnya meraup tiga perempat kursi parlemen dalam pemilu Januari lalu. Pemilu Bangladesh itu diboikot oleh oposisi karena dianggap "palsu". Aksi demonstrasi pecah Juli lalu dan memaksa Sheikh Hasina mengundurkan diri setelah 20 tahun memimpin.
Foto: Pavel Rahman/AP Photo/picture alliance
Taiwan: Susun langkah baru di bawah DPP
Ketua Partai Demokratik Progresif (DPP) Lai Ching-te dan pasangan cawapresnya Hsiao Bi-khim memenangkan pemilu presiden Taiwan Januari lalu. DPP kembali menjadi partai politik berkuasa untuk empat tahun ke depan. Cina sebagai seteru kecam pemerintah asing yang mengucapkan selamat kepada Partai Progresif Demokratik (DPP) dan presiden terpilihnya, Lai Ching-te, atas kemenangannya pada pemilu Taiwan.
Foto: I-Hwa Cheng/AFP/Getty Images
Pakistan: Pemilu penuh kecurangan dan kekacauan politik
Liga Muslim Pakistan-Nawaz, PML-N, yang didukung militer akhirnya sepakat dengan Partai Rakyat Pakistan, PPP, untuk membentuk koalisi pemerintahan setelah kekacauan pemilu dan perundingan alot. Tidak ada pemenang mayoritas yang jelas dalam pemilu yang diduga diwarnai kekerasan dan dugaan kecurangan awal Februari lalu. Baik Imran Khan maupun Nawaz Sharif sama-sama mengeklaim kemenangan kala itu.
Foto: Navesh Chitrakar/REUTERS
Rusia: Putin tetap berkuasa
Banyak yang menilai pemilihan presiden di Rusia Maret lalu hanya formalitas. Kemenangan Vladimir Putin dengan perolehan suara yang menembus rekor itu dianggap bukan hal yang mengejutkan. "87% [perolehan suara] yang diumumkan menegaskan bahwa rezim Putin semakin diktator,” kata Regina Heller, seorang peneliti di Institut Penelitian Perdamaian dan Kebijakan Kemananan di Universitas Hamburg.
Foto: EPA/RAMIL SITDIKOV/SPUTNIK/KREMLIN POOL
Korsel: Oposisi menang telak, Desember diwarnia aksi pemakzulan
April 2024, Partai Demokratik memenangkan suara mayoritas dalam pemilu parlemen, mengalahkan Partai Kekuasaan Rakyat yang dipimpin Presiden Yoon Suk Yeol. Yoon tetap menjabat sebagai presiden. Akhir 2024, oposisi ajukan pemakzulan terhadapnya terkait skandal darurat militer. Proses pemakzulan pertama gagal, tapi pemakzulan kedua diterima parlemen. Keputusan selanjutnya ada di Mahkamah Konstitusi.
Foto: Ahn Young-joon/AP Photo/picture alliance
Indonesia: Prabowo kalahkah Ganjar-Anies
Prabowo Subianto ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pemenang Pilpres 2024, didampingi putra Jokowi, Gibran Rakabuming sebagai wakilnya. Dua pesaingnya, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo berkukuh ada kecurangan dalam Pilpres 2024 sehingga mereka mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Prabowo banyak mendapat tentangan karena dugaan pelanggaran HAM.
Foto: DW
India: BJP Unggul, tapi…..
Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri India Narendra Modi unggul pada pemilu Maret 2024. Namun, ada satu fakta terkuak. Partai Hindu itu kehilangan suara mayoritas nasional setelah mengalami kekalahan besar di negara-negara bagian utama. Hal ini menandai perubahan dramatis dalam lanskap politik negeri itu, di mana selama ini BJP mendominasi hampir satu dekade terakhir.
Foto: Bhawika Chhabra/REUTERS
Parlemen Eropa: Terhimpit sayap kanan
Meskipun perolehan suara partai-partai sayap kanan di Prancis dan Jerman meningkat secara dramatis, hal ini tidak cukup untuk menggulingkan mayoritas haluan tengah di Parlemen Eropa. Hasil pemilihan Parlemen Eropa yang diumumkan 9 Juni 2024 ini membuat politisi konservatif Jerman Ursula von der Leyen tetap menjadi Presiden Komisi Eropa hingga tahun 2029.
Foto: Panama Pictures/imago images
Inggis: Partai Buruh akhiri 14 tahun kekuasaan konservatif
Partai Buruh memenangkan pemilihan umum Inggris Juli 2024, setelah meraih lebih dari setengah kursi di parlemen. Hasil ini menjadikan Sir Keir Starmer sebagai perdana menteri baru, menggantikan Rishi Sunak. Partai berhaluan kiri-tengah ini kembali berkuasa setelah 14 tahun berada di bawah pemerintahan sayap kanan Partai Konservatif. Partai Buruh juga kini menguasai mayoritas kursi di parlemen.
Foto: Phil Noble/REUTERS
AS: Lagi-lagi Trump
Dalam pertarungan ketat, Donald Trump meraup 277 dari 538 suara elektoral pada pemilu November lalu. Trump mengalahkan Kamala Harris, calon presiden dari Partai Demokrat yang masuk dalam bursa pencalonan setelah Presiden Joe Biden mundur dari pencalonan pada Juli. Sejak tidak lagi menjabat, Trump divonis bersalah atas 34 dakwaan terkait pembayaran uang suap dan kasus-kasus lainnya.
Rubio menyebut rencana itu akan disampaikan kepada Rusia lewat berbagai saluran. Penasihat keamanan Trump, Mike Waltz, akan bertemu dengan mitranya dari Rusia. Sementara utusan khusus Trump, Steve Witkoff, direncanakan berkunjung ke Moskow pekan ini untuk bertemu Putin.
Iklan
"Harapan kami adalah Rusia akan menjawab "setuju" secepat mungkin, sehingga kami dapat mencapai tahap kedua, yaitu negosiasi yang sesungguhnya," kata dia mengacu dari arahan Donald Trump.
Rubio menyebut kalau Washington menginginkan kesepakatan penuh dengan Rusia dan Ukraina dalam "tempo secepatnya".
"Jika mereka mengatakan tidak, kita sama-sama tahu apa yang menjadi penghalang perdamaian di sini," sebut Rubio.
Ajudan utama Zelenskyy, Andriy Yermak, mengatakan bahwa Ukraina telah menyatakan keinginannya soal perdamaian.
"Rusia perlu mengatakan, dengan sangat jelas, mereka menginginkan perdamaian atau tidak, mereka ingin mengakhiri perang ini, yang mereka mulai, atau tidak," kata Yermak kepada wartawan.
Medan Tempur Pesawat Nirawak Melawan Rusia
03:55
AS akhiri pembekuan bantuan
Sejak penghentian bantuan dan pertukaran data intelijen oleh AS, Rusia telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi di Ukraina dan merebut kembali lahan di wilayah Kursk, Rusia, yang telah disusupi oleh pasukan Ukraina.
Beberapa jam sebelum pertemuan di Jeddah, Ukraina melancarkan serangan besar-besaran ke Rusia menggunakan ratusan pesawat nirawak yang menargetkan Moskow dan beberapa kota lainnya. Tiga orang dilaporkan tewas.
Rubio mengatakan bahwa AS akan segera melanjutkan bantuan militer dan pembagian intelijen, yang sempat dihentikan dengan tujuan memberi tekanan kepada mitra perangnya setelah gagal berunding pada 28 Februari 2025 di Gedung Putih, antara Trump dan Zelenskyy.
Trump, yang berada di Washington, mengatakan bahwa dia siap untuk menyambut Zelenskyy kembali ke Gedung Putih, dan mungkin akan berbicara dengan Presiden Vladimir Putin pekan ini.
Saat ditanyai soal prospek gencatan senjata yang komprehensif di Ukraina, Trump menjawab: "Saya berharap ini akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, saya menantinya."
Sekutu harus berhati-hati
Pada Rabu (12/03), Rubio akan bertolak menuju Kanada dan sejumlah negara lain yang berseteru dengan Trump. Tujuannya, untuk mengadakan pertemuan dengan menteri luar negeri dari negara G7.
Rubio mengatakan kalau dia akan mendorong G7 supaya menghindari bahasa "antagonis" soal Rusia, karena takut akan menggagalkan diplomasi.
Presiden Perancis Emmanuel Macron, yang telah mempertimbangkan pasukan Eropa di Ukraina sebagai bagian dari kesepakatan, pada Selasa (11/03) memuji "kemajuan" yang dibuat dalam pembicaraan Jeddah. Akan tetapi bersikeras bahwa Kyiv membutuhkan jaminan keamanan yang "kuat" dalam gencatan senjata.
Kemudian, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut kesepakatan itu sebagai "terobosan yang luar biasa”, sementara Giorgia Meloni dari Italia mengatakan bahwa gencatan senjata "keputusannya tergantung pada Rusia”.
Di Polandia, pendukung utama Ukraina, Perdana Menteri Donald Tusk memuji "langkah penting menuju perdamaian” oleh Amerika Serikat dan Ukraina.