Peternakan unta di Dandargan di barat Australia mendapat izin untuk menjual produknya: susu unta kemasan. Hanya memiliki 150 unta, perusahaan punya ambisi besar, tembus pasar dunia untuk saingi produk serupa dari Uni Emirat Arab. Susu unta dipuji lebih gampang dicerna, kerena kandungan laktosenya lebih rendah dari susu sapi.
Iklan
Sejauh ini sudah 50 pedagang ritel meneken kontrak untuk memasarkan susu unta kemasan itu. Satu liter susu unta yang dijuluki "emas putih" dibanderol seharga 20 Australia Dollar. Peternakan di barat Australia sekitar 160 km di utara Perth ini, juga punya ambisi besar, menembus pasar internasional.
Kim Chance, direktur peternakan unta di Dandargan mengakui, volume produksi mereka masih relatif kecil. Di peternakannya ada sekitar 150 unta yang sudah bisa berproduksi dan hanya 50 unta yang diperah rutin harian. "Walau begitu, sasaran jangka panjang kami, adalah memasuki pasar internasional, antara lain dengan produk susu unta dalam bentuk bubuk", ujar Chance. Tahun depan peternakann akan diperluas dengan 250 unta lainnya.
Peternakan di Dandargan itu merupakan terobosan penting buat Australia, yang selama ini memandang unta yang berkembang biak tak terkendali dan liar sebagai hama. Saat ini di Australia terdapat lebih 750.000 unta yang berkeliaran di kawasan gurun.
Susu unta dipuji lebih gampang dicerna, karena kandungan laktosenya lebih rendah dari susu sapi. Rasanya disebut lebih asin dari susu sapi. Permintaan susu unta di pasar dunia juga terus naik. Saat ini produk dari Uni Emirat Arab mendominasi pasar internasional.
Susu Unta, 'Emas Putih' dari Dubai
Uni Emirat Arab terkenal dengan ekspor minyaknya. Hanya sedikit orang yang tahu bahwa Dubai adalah eksportir besar coklat halal yang terbuat dari susu unta.
Foto: DW/M. Marek
Kuat dalam kondisi ekstrim
Unta memiliki kemampuan khusus dalam mengatasi sulitnya kondisi padang pasir dan perubahan suhu yang ekstrim, terutama pada musim panas dimana air dan pakan ternak berkurang. Makhluk ini dalam evolusinya beradaptasi untuk kondisi ekstrim itu.
Foto: shabestan.ir
Kapal padang pasir
Berabad lamanya negara-negara Arab mengandalkan unta, terutama sebagai sarana transportasi. Hewan domestik ini dijuluki "kapal padang pasir" Unta amat berharga dan memiliki status khusus di antara orang-orang di kawasan Timur Tengah.
Foto: picture-alliance/dpa
Mengandalkan minyak bumi?
Cadangan minyak berlimpah menghasilkan pemasukan miliaran dolar dalam beberapa dekade terakhir mengubah situasi di Teluk Persia. Dalam beberapa tahun terakhir Uni Emirat Arab dikenal sebagai simbol kemakmuran. Berkat ekspor minyak, di kawasan ini muncul banyak syekh kaya gedung pencakar langit super megah.
Foto: picture-alliance/AP Photo/K. Jebreili
Minyak makin langka
Namun "cadangan minyak ada batasnya" Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar kekayaan yang berasal dari pendapatan minyak diinvestasikan di berbagai sektor. Salah satu proyeknya berada di Umm Nahad yang dapat ditempuh setengah jam dengan naik mobil dari Dubai. Pintu masuknya tertulis: "Industri susu unta dan produk susu Uni Emirat Arab".
Foto: DW/M. Marek
Beternak unta
Di peternakan yang beroperasi sejak tahun 2006 ini dibudiyakan ribuan unta. Peternakan merupakanb kawasan tertutup yang dipagari. Lebih 4.200 unta berkeliaran di padang pengangonan seluas 210 lapangan sepak bola.
Foto: DW/M. Marek
Hidup beregerombol
Unta adalah hewan yang hidup dalam"kawanan". Satu kawanan biasanya terdiri maksimal 25 unta yang hidup bersama-sama.
Foto: DW/M. Marek
Makan wortel
Ternak unta terutama diberi pakan jerami. Tapi hewan ini juga diberi makan suplemen berupa wortel organik.
Foto: DW/M. Marek
Hewan amat peka
Unta tergolong makhluk sensitif dan keras kepala. Induk baru bisa diperah susunya, hanya jika sudah menyusui anaknya sebelumnya, dan selama proses pemerahan, si kecil juga harus ada dekat induknya.
Foto: DW/M. Marek
Produksi 7 liter per hari
Produktifitas susu unta relatif rendah. Di peternakan, hanya bisa diperah tujuh liter susu per hari dari seekor unta. Sebagai perbandingan dengan sapi di Eropa: produktifitasnya antara 25 hingga 40 liter susu per hari per sapi.
Foto: DW/M. Marek
Diperah dua kali sehari
Susu unta diperah dua kali sehari. Unta merupakan hewan yang harus bergerak.Jika tidak sedang diperah, mereka dibiarkan berkeliaran. Peternakan unta harus menyediakan lahan yang cukup luas dan memungkinkan mereka bergerak bebas.
Foto: DW/M. Marek
Bergizi tinggi
Susu unta memiliki 50% lebih sedikit lemak dibandingkan susu sapi. Namun susu unta memiliki tiga sampai lima kali lebih banyak vitamin C dibanding susu sapi. Dari susu unta, bisa diperoleh kalsium dan vitamin B yang memadai. Susu unta mampu menyediakan sejumlah besar protein dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.
Foto: Detlef/Fotolia
Lebih tahan lama
Enam ribuan liter susu unta dipasteurisasi di peternakan ini setiap hari. Menariknya, bahan berharga ini diolah tanpa perlu menggunakan perangkat modern. Kualitas susunya bisa tahan selama 12 hari pada suhu 4 derajat C, dan pada suhu kamar selama 48 jam, atau bahkan bisa lebih. Sementara susu sapi, pada suhu kamar yang normal dalam waktu 12 jam sudah menjadi masam.
Foto: DW/M. Marek
Dijual langsung, sisanya jadi susu bubuk
Dua pertiga dari susu unta yang diproduksi di peternakan ini dijual langsung, sisanya dijadikan susuk bubuk.
Foto: DW/M. Marek
Coklat pertama dari susu unta
Sejak tahun 2008, cokelat susu unta pertama di dunia diproduksi dari bahan dasar susu bubuk dan produksinya kini sudah mencapai 100 ton per tahun. Karena teknologinya kurang memadai, meski susunya dari Emirat, coklatnya tidak diproduksi di Dubai, melainkan di Austria. Di Austria, ‘emas putih’ diolah jadi penganan manis.
Foto: DW/M. Marek
Satu coklat dari bahan berbagai negara
Susu untanya dari Dubai, kakaonya dari Pantai Gading, sementara vanilinya dari Madagaskar. Semua diolah dengan teknologi Austria. Coklat dipak dan dikirim kembalik ke Dubai, lalu diekspor ke berbagai belahan dunia. Satu kemasan 70 gram cokelat dibanderol seharga 6 Euro.
Foto: DW/M. Marek
Coklat kemitraan
Coklat halal "Al Nassma" : 51 persen sahamnya dimiliki oleh Uni Emirat Arab dan 49 persen untuk perusahaan Austria.