1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Spiritualis Yang Kritis

5 Oktober 2015

Ayu Utami bukan hanya terkenal karena novelnya yang mendobrak tabu masalah seks. Ia juga selalu mempertanyakan tema agama secara kritis.

Frankfurter Buchmesse 2015 Partnerland Indonesien - Ayu Utami EINSCHRÄNKUNG
Foto: National Committee Indonesia (Pulau Imaji)

Diskusi sastra kontemporer Indonesia pasti mencuatkan nama Ayu Utami. Novel-novelnya dinilai fenomenal, bukan hanya karena ia medobrak tabu mengenai seksualitas. Sejak novel pertamanya Saman mendapat penghargaan Dewan Kesenian Jakarta pada 1998 dan Prince Clause Award pada 2000, namanya sebagai novelis langsung melejit. Saman sudah diterjemahkan ke dalam 8 bahasa, termasuk Inggris, Jerman dan Belanda.

Ayu Utami

03:15

This browser does not support the video element.

Ayu yang dilahirkan dalam keluarga Katolik menyebutkan ia merasa diberkahi sejak awal meniti karirnya. Dalam novel-novelnya Ayu sdecara konsisten selalu mengambil posisi kritis terhadap agama.

Dalam novelnya Larung (2001) dan Bilangan Fu (2008), Ayu tetap mempertanyakan masalah agama ini. "Pertanyaan mengenai agama makin sering dilontarkan dan semakin terbuka. Ini bukan gara-gara novel Saman, melainkan akibat kemajuan teknologi informasi", kata dia. Ayu menyebut keberaniannya mempertanyakan agaman dan tradisi agama sebagai spritiualisme kritis.