Amerika Serikat bersiap menghadapi badai terkuat sejak 24 tahun terakhir. Matthew sebelumnya menyapu kawasan Karibik dan membunuh lebih dari 280 orang.
Foto: Reuters/C. Allegri
Iklan
Lebih dari dua juta manusia diungsikan di negara bagian Florida, Amerika Serikat, menyusul kedatangan badai Matthew. Siklon berkategori 4 itu sebelumnya menyapu kawasan Haiti dan Bahama dengan kecepatan angin hingga 220 kilometer/jam. "Badai ini adalah monster," tutur Gubernur Florida Rick Scott.
Sejauh ini Matthew telah menewaskan lebih dari 280 orang di kawasan Karibik. Jumlah korban diyakini jauh lebih tinggi. Hurikan yang lahir di Samudera Atlantik itu adalah badai terkuat yang mengancam pesisir timur AS sejak satu dekade terakhir.
Citra satelit badai MatthewFoto: picture-alliance/AP Photo/NOAA
Di selatan Haiti sekitar 29.000 rumah hancur dan lebih dari 20.000 orang kehilangan tempat tinggal. Sementara kota Jeremie mengalami "kehancuran total" dengan 80% bangunan kota rata dengan tanah. Pemerintah Kuba mengevakuasi sekitar 1,5 juta penduduk.
Melemah Jelang Florida
Pemerintah Amerika Serikat mengirimkan 4500 serdadu Garda Nasional ke Flordia, Georgia dan South Carolina untuk membantu proses evakuasi. "Badai ini telah membunuh manusia. Kita harus bersiap menghadapi dampak serupa di Florida," tutur Gubernur Scott.
Namun begitu Matthew melemah menjadi siklon kategori 3 sekitar 500 kilometer dari pantai Florida. Namun ancaman terbesar bukan lagi angin, melainkan jumlah air laut yang dibawa oleh Matthew.
Saat ini dilaporkan hingga 200.000 penduduk Florida hidup tanpa pasokan listrik. Transportasi udara juga banyak mengalami penundaan menyusul lebih dari 3.000 penerbangan dibatalkan. Berbagai taman hiburan terkenal seperti Walt Disney World, Universal Studios dan SeaWorld terpaksa ditutup hingga waktu yang belum ditetapkan.
Angin topan punya kekuatan luar biasa. Dampak yang ditinggalkan adalah kerusakan dan kekacauan. Bagaimana topan terwujud dan apakah ada perbedaannya?
Foto: picture-alliance/dpa
Topan Monster Haiyan
Topan Haiyan yang menyapu Filipina setahun lalu mungkin adalah angin topan terkuat yang pernah terjadi. Kecepatannya mencapai 350 km/jam. Para ilmuwan menduga, perubahan iklim yang menyebabkan angin topan tersebut sedemikian parahnya. Tapi ini belum terbukti. Faktanya, laut semakin hangat dan memanaskan badai.
Foto: Reuters
Badai Tropis
Hurricane, Taifun dan Cyclone, tiga nama untuk fenomena cuaca ekstrim. Di pesisir Amerika Utara diberi nama Hurricane, di Asia Timur atau Asia Tenggara, Taifun dan di kawasan India, disebut Cyclone. Walaupun namanya berbeda, namun terciptanya dengan cara yang serupa, dengan kekuatan penghancur yang sama pula.
Foto: dapd
Mata Badai
Akibat rotasi Bumi aliran udara juga mulai berpusing menciptakan mata badai berdiameter hingga 50 km. Citra mata badai ini menunjukan langit nyaris tidak berawan dan angin mati.
Foto: picture-alliance/dpa
Angin Topan Mencapai Daratan
Jika topan melanda kawasan pesisir, energinya melemah, karena tidak ada lagi suplai uap air panas. Kerusakan hebat biasanya ditimbulkan massa air yang dibawai badai dari laut. Misalnya pada saat topan Nanmadol melanda Cina Agustus 2011. Topan menumpahkan muatan massa airnya, akibatnya hujan lebat merendam kawasan bencana.
Foto: picture-alliance/dpa
Kekacauan Terprediksi
Gelombang pasang setinggi 4 meter, kebakaran, putus aliran listrik, dan tanggul jebol. Sandy melanda dengan kecepatan lebih 145 Kilometer per jam di Amerika Utara. Yang paling parah dilanda topan ini adalah New Jersey dan New York. Penduduk sudah diperingatkan dan dampak kerusakannya tepat seperti yang diramalkan para pakar meteorologi.
Foto: Reuters
Rekor Kecepatan Badai
Akibat udara hangat yang naik ke atas, tercipta semacam belalai khas bagi angin puting beliung atau tornado. Di sini kecepatannya amat fantastis, bisa mencapai 500 km per jam. Tornado di keluarga badai, adalah juaranya dalam hal kecepatan. 'Belalai' ini menyedot semua benda yang ada di lintasannya, dan menggilingnya hingga hancur.
Foto: Fotolia/Daniel Loretto
Dampak Kerusakan
Sebuah Tornado meninggalkan jejak kehancuran di lintasannya sejauh dan selebar beberapa kilometer. Kawasan Midwest di Amerika disebut "JalurTornado" karena terkena bencana alam tersebut hingga ratusan kali dalam setahun. Di sana angin dingin dan kering dari utara, bertemu angin panas dan lembab dari Teluk Meksiko.