Badan Pangan Dunia (WFP) pada hari Rabu (26/02) menyatakan, "terpaksa" menghentikan sementara penyaluran bantuan di kamp pengungsi Zamzam yang dilanda kelaparan di Darfur Utara, Sudan.
"Tanpa bantuan segera, ribuan keluarga yang putus asa di Zamzam terancam mati kelaparan dalam beberapa minggu mendatang," ujar Direktur Regional Program Pangan Dunia (WFP), Laurent Bukera.
Langkah penghentian bantuan pangan ini diambil, setelah lembaga medis nirlaba Dokter Lintas Batas memutuskan untuk menghentikan operasinya di kamp tersebut awal minggu ini.
Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
WFP hentikan bantuan akibat eskalasi pertempuran
WFP menyebutkan, eskalasi pertempuran dalam perang saudara antara militer Sudan dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces, atau RSF, sebagai alasan penangguhan tersebut.
Kamp Zamzam terletak 12 kilometer di selatan El Fasher di Darfur Utara, yang telah dikepung RSF selama berbulan-bulan.
Kamp ini dihuni oleh setengah juta orang dan merupakan kamp pengungsian terbesar di wilayah Darfur.
Bantuan WFP telah menjangkau sekitar 300.000 penghuni kamp pengungsi itu. Tetapi bulan ini WFP dan mitranya hanya berhasil memberi makan 60.000 orang, karena pertempuran di El Fasher makin gencar.
Fasilitas kesehatan menjadi sasaran gempuran kedua belah pihak dalam perang saudara di Sudan.
Heboh WhatsApp, Facebook dan Twitter tidak bisa diakses pasca-kisruh 22 Mei ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara lain ternyata juga pernah melakukan hal serupa. Negara mana saja dan apa alasan pemblokiran?
Foto: Reuters/W. Kurniawan61.000 akun Whatsapp, 640 akun Instragram, 848 akun Twitter, 551 akun facebook diblokir pascakerusuhan akibat penolakan hasil Pemilu 2019. Warganet juga terkena imbas karena akses sosial media dibatasi. Meski ada saja netizen yang coba mengakses internet melalui VPN. Menurut Menkominfo Rudiantara ini adalah cara agar berita hoaks dan gambar provokatif tidak beredar memperkeruh suasana.
Foto: Reuters/W. KurniawanAkibat banyaknya berita hoaks tersebar pasca-peristiwa bom bunuh diri Paskah (21/04), pemerintah Sri Lanka menutup jejaring sosial Facebook, Twitter, YouTube, Instagram dan WhatsApp selama 9 hari. Bom yang menewaskan 258 orang dan menyebabkan 500 orang terluka diduga didomplengi ISIS. Banyak yang mengaku menggunakan VPN dan TOR agar tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat dekat.
Foto: Getty Images/L. WanniarachchiPemerintah menghentikan layanan internet 3G dan 4G sebelum pemilu untuk jaga keamanan negara dan mencegah penyebaran desas-desus, menurut Asisten Direktur Senior BTRC, Zakir Hossain Khan Desember 2018 lalu. Bangladesh bahkan menutup akses terhadap portal berita populer, Poriborton.com Selasa (21/05) karena laporannya menyebabkan kemarahan badan intelijen militer Bangladesh
Foto: DW/A. IslamAwal Januari 2019, pemerintah Sudan juga menutup akses media sosial populer setelah kerusuhan berlangsung selama dua minggu. Saat itu, warga protes agar Presiden Omar Al-Bashir turun dari jabatannya setelah berkuasa 20 tahun. Menurut Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Nasional Sudan, Salah Abdallah, pemblokiran sosial media sudah jadi bahan perbincangan sejak kisruh terjadi 21 Desember 2018.
Foto: Reuters/M. Nureldin AbdallahSejak 2018, aplikasi Telegram diblokir pemerintah karena dianggap telah digunakan sejumlah pihak anti-pembangunan di Iran. 40 dari 46 juta pengguna media sosial di Iran menggunakan Telegram untuk banyak hal, mulai dari berjualan pakaian hingga mencari dokter. Media sosial seperti Facebook dan Twitter sudah ditutup sejak tahun 2009.
Foto: picture alliance/dpa/D. Feoktistov/TASSPertengahan tahun 2018, pemerintah Rusia juga menutup akses Telegram, aplikasi pesan instan yang dianggap aman dan terenkripsi baik. Bahkan pemerintah mengancam pemblokiran akses VPN untuk mengakses situs terlarang. Badan sensor Rusia telah mengirim notifikasi pemblokiran oleh 10 penyedia VPN di Rusia, di antaranya seperti KNordVPN, Hide My Ass! dan Kaspersky Secure Connection sejak April 2018.
Foto: picture alliance/dpa/V. ProkofyevCina memiliki platform media sosial sendiri yang dikelola oleh negara, seperti WeChat, Weibo, QQ dan YouKu. Media sosial besar seperti Facebook, YouTube dan WhatsApp tidak bisa diakses. Lewat sistem poin (scoring system), kebebasan berekspresi baik melalui media sosial maupun telepon kini dimonitor penuh oleh pemerintah. Ed: ss/ts (Reuters, AFP)
Foto: picture-alliance/dpa Konflik semakin intensif di area kamp pengungsi di Sudan
Direktur Operasi Kemanusiaan PBB, Edem Wosornu melaporkan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu (26/02), citra satelit mengonfirmasi penggunaan senjata berat di dalam dan di sekitar Kamp Zamzam dalam beberapa minggu terakhir.
"Warga sipil yang ketakutan, termasuk pekerja kemanusiaan, tidak dapat meninggalkan daerah tersebut ketika pertempuran paling intens berkecamuk," katanya.
Bencana kelaparan diumumkan di Kamp Zamzam Agustus lalu, dan kemudian menyebar ke dua kamp pengungsian lainnya.
Sejak saat itu, WFP mengatakan hanya satu konvoi pasokan bantuan kemanusiaan yang telah mencapai kamp tersebut. Badan tersebut juga menyebutkan sejumlah faktor penghambat, terutama kondisi jalan selama musim hujan, pertempuran, dan "barikade yang sengaja dipasang" oleh RSF.
RSF dan militer Sudan telah berperang sejak April 2023. "Hampir dua tahun konflik tanpa henti di Sudan telah menimbulkan penderitaan yang luar biasa dan mengubah sebagian negara tersebut menjadi neraka," ujar Wosornu kepada Dewan Keamanan PBB.
Artikel diadaptasi dari DW bahasa Inggris