1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Cara Menyadap Kabel Serat Optik

Fabian Schmidt2 Juli 2013

Data dalam jumlah besar ditransmisi kabel serat optik ke seluruh dunia. Secara rutin, data komunikasi disadap dari kabel tersebut. Kadang secara legal, seringnya secara rahasia.

Undatierte Aufnahme eines aufgeschnittenen Glasfaserkabels. dpa 2522796
GlasfaserkabelFoto: picture-alliance/dpa

Hampir semua negara di dunia menuntut dinas rahasianya untuk menelusuri dan menyaring telekomunikasi internasional. Karena itu, perusahaan telekomunikasi yang jaringannya melintasi perbatasan negara diwajibkan untuk memberikan akses bagi kabel serat optiknya kepada pemerintah. Seperti misalnya program spionase Inggris "Tempora" yang bisa memperoleh informasinya secara legal. Setidaknya dari data yang melintasi teritori Inggris.

Dari Listrik Jadi Cahaya

Jaringan serat optik juga bisa disadap secara diam-diam tanpa diketahui pengelola jaringan. Tapi ini bukan hal mudah. Untuk bisa melakukannya, harus dimengerti terlebih dahulu cara kerja transmisi data melalui kabel serat optik.

Kabel serat optik biasa yang dipasang di daratan terdiri dari 144 serat optik. Kabel bawah laut hanya bisa terdiri dari maksimal delapan serat optik. Data elektronik diubah dengan laser menjadi kilatan cahaya yang sangat singkat. Kilatan cahaya ini menampilkan angka nol dan satu, yang merupakan informasi digital. Di akhir serat optik ada dioda yang mendeteksi pulsa cahaya, menyerapnya dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang sesuai.

Markas "Tempora" GCHQ di InggrisFoto: picture-alliance/dpa

Sekitar 10 milyar kilatan cahaya melintasi satu serat optik dalam satu detik. Jadi serat optik bisa mentransmisi data sejumlah 1,2 hingga lima Gigabyte per detik. Tapi karena serat tidak pernah terbebani secara penuh, pada prakteknya volume data hanya mencapai volume satu hingga lima CD biasa.


Kabel Serat Optik Butuh Penguat

Setelah menempuh jarak tertentu, transmisi data mulai melemah. Setiap 80 kilometer, kekuatan sinyal harus kembali diperbaharui, jelas Klaus-Dieter Langer dari Fraunhofer Heinrich-Hertz-Institut di Berlin. Ini bisa dilakukan dengan bantuan regenerator. Kabel bawah laut juga dilengkapi dengan regenerator. Listrik disalurkan melalui kabel tembaga ke regenerator yang dipasangkan bersama kabel serat optik di dasar laut.

Pada regenerator inilah terletak titik lemah proses transmisi data. Disini, kabel serat optik mudah disadap, karena pada regenerator serat tidak lagi terikat melainkan teruraikan satu demi satu. Karena masing-masing serat harus diperkuat tersendiri. Memang pembajakan data tetap tidak mudah, namun dengan teknologi yang tepat akan bisa dilakukan.

Pengelola jaringan yang waspada, bisa menyadari percobaan penyadapan semacam itu. "Diperlukan alat ukur yang sangat sensitif", ujar Langer, "maka saat kekuatan sinyal berkurang drastis bisa langsung diketahui."

Apa langkah selanjut setelaj jaringan disadap? Bisa Anda simak di halaman kedua.

Jika seorang mata-mata berhasil menyadap jaringan serat optik, tantangan berikutnya adalah menganalisa data dalam jumlah besar.

Merapihkan Data Tak Beraturan

Ia harus melakukannya dengan segera. Karena, walau satu serat optik hanya terbebani 50 persen, dalam kurun satu jam data sebesar 10 Terabyte akan terkirim kembali. "Tempat penyimpanan besarnya tidak bisa ditentukan. Jadi dalam kurun waktu satu jam, data 10 Terabyte harus selesai dianalisa atau disaring data-data yang dibutuhkan", kata Langer.

Konstruksi kabel serat optik laut dalam di CinaFoto: picture-alliance/dpa

Banyak data yang diperoleh masih harus dipecahkan dulu kodenya dengan program khusus. Untuk itu, data harus disimpan secara sementara. Dinas rahasia harus bekerja secara selektif untuk tidak terjebak dalam jutaan informasi yang tidak dibutuhkan. Karena itu, Klaus-Dieter Langer menduga, para agen dinas rahasia tidak menyadap semua serat dalam sebuah kabel, melainkan berkonsentrasi pada serat optik pengelola jaringan tertentu. "Lebih masih akal untuk mencari isi yang konkrit. Seperti misalnya lalu lintas email, hubungan telepon dan semacamnya."

Perang Penyadapan di Laut Dalam?

Langer tidak mempercayai spekulasi media tentang USS Jimmy Carter, kapal selam atom AS yang dikatakan menyadap jaringan serat optik. Namun, Peter Franck juru bicara Chaos Computer Club tidak sependapat. Ia percaya dengan laporan kapal selam tersebut. Namun, penyadapan di laut dalam begitu rahasianya, "sehingga tidak akan pernah diketahui oleh publik". Hingga kini laporan mengenainya di media AS belum mendapat bantahan dari pemerintah setempat.

Franck bisa memperkirakan berbagai cara untuk mentransportasi data dari kapal selam ke ruang server di darat. Data misalnya bisa disaring terlebih dahulu di tempat dan ditransmisi melalui komunikasi radio normal. Atau meninggalkan alat di dasar laut yang merekam data tersebut. "Bisa diambil belakangan dengan alat khusus", duga Franck.

Kabel serat optik laut dalam internasional semacam itu menarik bagi dinas rahasia, karena sebagian besar lalu-lintas komunikasi internasional melintasinya, tegas Franck. Jadi bisa saja, banyak jaringan serat optik yang disadap di belahan dunia lain, dan tidak hanya di negara asal dinas rahasia yang bersangkutan.