Di Amerika Latin, terutama anak-anak yang menderita demam berdarah pada tahun 2024. Salah satu faktornya adalah perubahan iklim. Inilah obat-obatan yang efektif dan tindakan perlindungan.
Demam berdarah terutama ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.Foto: CDC/BSIP/picture alliance
Iklan
Hati-hati dengan gigitan nyamuk! Amerika Latin tahun ini mengalami epidemi demam berdarah terburuk sejak survei sistematis dimulai pada tahun 1980. Sejauh ini, 12,6 juta kasus telah tercatat pada tahun 2024 – hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2023, demikian papar Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO). Sudah lebih dari 7.700 orang meninggal karena penyakit ini. 90% kasus tercatat di Brasil, Meksiko, Kolombia, dan Argentina.
Anak-anak sangat berisiko. "Di negara-negara seperti Guatemala, 70% kematian terkait demam berdarah terjadi pada anak-anak,” ujar Direktur PAHO Jarbas Barbosa.
Menurut otoritas kesehatan Uni Eropa ECDC, 13 juta infeksi dan 8.500 kematian tercatat di seluruh dunia pada tahun 2024. Tahun sebelumnya terdapat enam juta infeksi dan 6.000 kematian.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Standford di AS, peningkatan tajam jumlah kasus demam berdarah disebabkan oleh kenaikan suhu. Sekitar 19% kasus di negara-negara yang terkena dampaknya disebabkan oleh perubahan iklim.
Bagaimana demam berdarah menyebar?
Demam berdarah merupakan penyakit virus yang ditularkan melalui nyamuk di daerah beriklim tropis dan subtropis dan dapat mengancam jiwa.
Hujan deras dan suhu tinggi dalam beberapa bulan terakhir kemungkinan besar menjadi pemicu merebaknya wabah demam berdarah yang parah. Nyamuk demam kuning Aedes aegypti dapat berkembang dengan baik pada kondisi ini.
Nyamuk Aedes aegypti sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan perkotaan. Spesies terkait Aedes albopictus, yang sering disebut sebagai "nyamuk harimau” karena corak hitam dan putihnya yang khas, kurang mudah beradaptasi.
Iklan
Apa saja gejala demam berdarah?
Demam berdarah bukanlah penyakit virus yang tidak berbahaya, meskipun kasus yang parah atau bahkan kematian jarang terjadi. Gejala biasanya muncul empat hingga sepuluh hari setelah gigitan nyamuk.
Gejala yang paling umum termasuk demam tinggi yang tiba-tiba, sakit kepala yang sangat parah, nyeri sendi dan otot yang sangat tidak menyenangkan, dan ruam yang menyebar dari batang tubuh ke lengan, kaki, dan wajah. Orang yang terinfeksi juga menderita sakit di belakang mata, lemas dan kelelahan.
Jika gejalanya parah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter, karena bisa terjadi pendarahan dan bahkan komplikasi yang mengancam jiwa.
Mengapa demam berdarah sering salah ditangani?
Karena banyak gejala yang mirip, demam berdarah sering disalahartikan sebagai flu atau infeksi lain seperti malaria atau virus Zika sehingga pengobatannya tidak tepat. Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran terhadap penyakit tropis di kalangan profesi kesehatan sangatlah penting.
Tidak ada tes cepat yang sederhana dan murah untuk demam berdarah. Untuk diagnosis yang andal, diperlukan tes darah di laboratorium khusus.
Obat mana yang membantu dan mana yang membahayakan?
Karena saat ini tidak ada terapi antiviral yang spesifik, pengobatan hanya terbatas untuk meringankan gejala. Karena demam berdarah dapat menyebabkan kehilangan cairan yang parah, terutama melalui demam dan muntah, pastikan asupan cairan yang cukup.
Obat penurun demam seperti asetaminofen (acetaminophen) dapat digunakan untuk meredakan demam dan nyeri. Namun penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko perdarahan. Hal ini juga berlaku untuk obat yang mengandung bahan aktif asam asetilsalisilat, seperti aspirin, karena bahan aktif ini mengencerkan darah.
Badan kesehatan di Arizona AS, menemukan pemicu penyakit pes pada kutu. Inang utama penyakit itu adalah hewan pengerat. Tapi bukan pes saja yang ditularkan dari hewan ke manusia.
Foto: CC/BY/äquinoktium
Penyebab Pes
Yersina pestis. Demikian nama bakteri yang ditemukan pada kutu oleh badan kesehatan di Arizona. Bakteri ini penyebab pes. Kutu bisa menyebarkan bakteri dari hewan pengerat ke manusia. Untuk mencegah penularan, orang diminta menjaga jarak dari binatang liar. Sementara hewan peliharaan harus dilindungi dari parasit dengan obat-obatan.
Foto: picture-alliance/dpa
Bukan Hal Istimewa
Kasus penyakit pes jarang ditemukan di AS. Tapi tiap tahun rata-rata ditemukan 7 kasus infeksi pes. Di negara-negara maju pes sudah bisa ditangani dengan baik menggunakan obat-obatan. Tapi jika tidak ditangani, penyakit ini bisa menyebabkan kematian.
Foto: SGHT
Imut Tapi Bisa Berbahaya
Di taman nasional Yosemite, AS tahun 2015 dua pengunjung ditemukan tertular pes. Bakteri kemungkinan besar ditularkan bajing. Pengurus taman nasional menutup sebuah lokasi camping, Agustus , setelah dua bajing yang jadi inang bakteri ditemukan mati. Di seluruh dunia tiap tahun tercatat sekitar 300 kasus pes. Sebagian besar di Madagaskar, Republik Demokrasi Kongo dan Peru.
Foto: Hamid Esmaeili
Bukan Hanya Pes Yang Berbahaya
Selain pes, ada banyak penyakit yang bisa ditularkan hewan ke manusia. Ini disebut Zoonosis. Terutama balita dan orang lanjut usia serta perempuan hamil rentan terhadap infeksi virus, bakteri, jamur dan parasit. Oleh sebab itu, kesehatan hewan peliharaan di rumah juga harus diperhatikan.
Foto: Fotolia/pitrs
Demam Akibat Kucing
Kucing dan anjing kerap dianggap kawan paling erat manusia. Kedua hewan bisa jadi pembawa bakteri Campylobacter Jejuni. Bakteri ini penyebab diare. Selain itu, kucing juga jadi inang bakteri Bartonella, yang menyebabkan demam dan peradangan. Sementara Toxoplasmosis, yang dipicu parasit Toxoplasma Gondii, bisa menyebabkan komplikasi pada kehamilan.
Foto: Fotolia/millaf
Jalur Infeksi Melalui Beberapa Hewan
Infeksi virus yang biasanya hanya muncul di kawasan pedesaan adalah cacar sapi. Virus ini menular lewat kotoran sapi kepada tikus yang habitatnya di tempat sapi merumput. Tikus kemudian dimakan kucing, yang di lalu bermain dengan manusia. Jika kucing mencakar, orang bisa tertular virus.
Foto: picture-alliance/dpa/J. Stratenschulte
Sakit Akibat Hewan Melata
Amfibi dan reptil dianggap bertanggungjawab atas sejumlah besar infeksi salmonela pada pemiliknya. Sekitar 11 persen infeksi pada pasien dalam usia di bawah 21 tahun diakibatkan Leguane, kadal, ular juga kodok dan katak.
Foto: picture-alliance/dpa/W. Kumm
Penyakit Burung Bayan
Penyakit ini adalah zoonosis yang terutama mengancam anak-anak dan orang dewasa yang kesehatannya lemah. Penyulutnya adalah sejenis bakteri Chlamydiaceae. Ini terutama ditemukan pada burung bayan, burung merpati dan burung kesturi. Orang biasanya tertular lewat kotoran burung yang kering dan tercampur dengan debu di udara.
Foto: picture-alliance/dpa/P. A. Leyton
Mencegah Penularan
Menurut peneliti, bagi orang yang sehat risiko tertular rendah, selama hewan mendapat imunisasi dan obat anti cacing, serta kebersihannya diperhatikan. Tetapi setelah bermain dan mengelus-elus hewan, orang sebaiknya cuci tangan, atau mengenakan sarung tangan ketika membersihkan kandang atau terrarium.
Foto: picture-alliance/dpa/F. Rumpenhorst
Bahaya Menusuk
Tapi bukan hewan peliharaan saja yang bisa menularkan penyakit. Serangga berbahaya seperti nyamuk bisa "ikut" dalam kemasan barang yang berasal dari kawasan tropis, dan berkembang di daerah subtropis. Nyamuk Aedes Albopictus dari Asia menyebarkan demam berdarah dengue.
Foto: picture alliance/Mary Evans Picture Library
Rubah Biang Keladi di Jerman
Kasus Rabies dulu ada di Jerman. Tapi tahun 2008 Jerman dinyatakan resmi bebas penyakit gila anjing ini. Rabies terutama ditularkan rubah. Penyakit ini berhasil ditaklukkan lewat aksi vaksinasi besar-besaran. Jika tertularkan ke manusia rabies biasanya menyebabkan kematian.
Foto: imago/blickwinkel
Jangan Terlalu Khawatir
Tapi secara umum para peneliti menekankan, hubungan dengan hewan punya efek positif bagi manusia. Misalnya anak-anak yang dibesarkan bersama anjing atau burung lebih jarang menderita alergi atau infeksi saluran pernapasan. Selain itu anjing menyebabkan orang lebih sering bergerak, dan sehat secara psikis. Penulis: Gudrun Heise, Fabian Schmidt (ml/as)
Foto: Fotolia/otisthewolf
12 foto1 | 12
Ada empat serotipe virus dengue yang berbeda, yang disebut DENV-1, DENV-2, DENV-3 dan DENV-4. Siapapun yang telah terinfeksi oleh serotipe tertentu biasanya kebal terhadap serotipe tersebut, namun tidak terhadap serotipe lainnya. Selain itu, kekebalan tubuh dapat melemah seiring berjalannya waktu setelah infeksi demam berdarah.
Bagaimana cara melindungi diri dari nyamuk harimau?
Nyamuk harimau Asia aktif pada siang hari dan lebih suka menggigit di luar ruangan pada pagi dan sore hari. Mereka menghindari terik matahari dan lebih memilih tinggal di tempat teduh. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan obat nyamuk di siang hari jika memungkinkan dan kenakan pakaian panjang yang juga menutupi lengan dan kaki. Karena nyamuk Asia tidak aktif di malam hari, sebenarnya tidak diperlukan kelambu di atas tempat tidur.
Nyamuk harimau Asia bertelur di genangan, seperti pot bunga, tong air hujan, atau ban mobil bekas. Potensi perkembangbiakan ini harus dihindari dan sebaiknya dihilangkan atau ditutup.
Apakah ada vaksinasi terhadap demam berdarah?
Dua vaksin saat ini disetujui. Vaksin Dengvaxia Sanofi Pasteur memberikan perlindungan terhadap keempat serotipe virus dengue dan harus diberikan dalam beberapa dosis untuk memberikan perlindungan yang memadai.
Namun, vaksin ini mempunyai satu kelemahan: Setelah vaksinasi Dengvaxia, terdapat peningkatan risiko penyakit demam berdarah parah jika Anda kemudian tertular melalui gigitan.
Jika antibodi yang dihasilkan setelah vaksinasi tidak cukup untuk membangun kekebalan penuh terhadap keempat serotipe virus dengue, apa yang disebut "antibody-dependent enhancement” (ADE) dapat terjadi. Partikel virus kemudian dapat masuk ke dalam sel dan memperburuk infeksi alih-alih melawannya.
Itu sebabnya Dengvaxia praktis tidak digunakan di Eropa. Seringkali, vaksin hanya direkomendasikan di daerah di mana demam berdarah sudah endemik, yaitu sudah terjadi secara permanen dan teratur.
Vaksin kedua, Qdenga dari Takeda, baru disetujui Komisi UE pada Desember 2022. Vaksin ini menyebabkan lebih sedikit efek samping dan dapat digunakan oleh mereka yang sudah berusia di atas empat tahun. Namun, vaksin baru ini hanya dapat melindungi terhadap tiga serotipe demam berdarah, namun tidak terhadap DENV-4.
Artikel ini terakhir diperbarui pada 11/12/24
Virus tetap jadi ancaman kesehatan bagi manusia. Walaupun ilmuwan sudah berhasil temukan vaksin untuk sejumlah virus, beberapa tetap menjadi ancaman. Berikut 8 virus yang paling berbahaya.
Foto: Christian Ohde/CHROMORANGE/picture alliance
Corona SARS-CoV-2
Virus corona SARS-CoV-2 yang memicu pandemi Covid-19 tiba-tiba muncul di kota Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019. Ketika itu ratusan orang diserang penyakit misterius mirip pneumonia dengan angka fatalitas sangat tinggi. Virus corona menyebar cepat ke seluruh dunia, menjadi pandemi yang mematikan. Hingga akhir Juli 2021, sedikitnya 205 juta orang terinfeksi dan 4,32 juta meninggal akibat Covid-19.
Foto: Christian Ohde/CHROMORANGE/picture alliance
Marburg
Virus paling berbahaya adalah virus Marburg. Namanya berasal dari kota kecil di sungai Lahn yang tidak ada hubungannya dengan penyakit tersebut. Virus Marburg adalah virus yang menyebabkan demam berdarah. Seperti Ebola, virus Marburg menyerang membran mukosa, kulit dan organ tubuh. Tingkat fatalitas mencapai 90 persen.
Foto: picture alliance/dpa
Ebola
Ada lima jenis virus Ebola, yakni: Zaire, Sudan, Tai Forest, Bundibugyo dan Reston. Virus Ebola Zaire adalah yang paling mematikan. Angka mortalitasnya 90%. Inilah jenis yang pernah menyebar antara lain di Guinea, Sierra Leone dan Liberia. Menurut ilmuwan kemungkinan kalong menjadi hewan yang menyebarkan virus ebola zaire ke kota-kota.
Foto: picture-alliance/NIAID/BSIP
HIV
Virus ini adalah salah satu yang paling mematikan di jaman modern. Sejak pertama kali dikenali tahun 1980-an, lebih dari 35 juta orang meninggal karena terinfeksi virus ini. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, dan melemahkan pertahanan terhadap infeksi dan sejumlah tipe kanker. (Gambar: ilustrasi partikel virus HIV di dalam darah.)
Foto: Imago Images/Science Photo Library
Dengue
Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue. Ada beberapa jenis nyamuk yang menularkan virus tersebut. Demam dengue dapat membahayakan nyawa penderita. Antara lain lewat pendarahan, kebocoran pembuluh darah dan tekanan darah rendah. Dua milyar orang tinggal di kawasan yang terancam oleh demam dengue, termasuk di Indonesia.
Foto: picture-alliance/dpa
Hanta
Virus ini bisa diitemukan pada hewan pengerat seperti tikus. Manusia dapat tertular bila melakukan kontak dengan hewan dan kotorannya. Hanta berasal dari nama sungai dimana tentara AS diduga pertama kali terinfeksi virus tersebut saat Perang Korea tahun 1950. Gejalanya termasuk penyakit paru-paru, demam dan gagal ginjal.
Foto: REUTERS
H5N1
Berbagai kasus flu burung menyebabkan panik global. Tidak heran tingkat kematiannya mencapai 70 persen. Tapi sebenarnya, resiko tertular H5N1 cukup rendah. Manusia hanya bisa terinfeksi melalui kontak langsung dengan unggas. Ini penyebab mengapa kebanyakan korban ditemukan di Asia, di mana warga biasa tinggal dekat dengan ayam atau burung.
Foto: AP
Lassa
Seorang perawat di Nigeria adalah orang pertama yang terinfeksi virus Lassa. Virus ini dibawa oleh hewan pengerat. Kasusnya bisa menjadi endemis, yang artinya virus muncul di wilayah khusus, bagian barat Afrika, dan dapat kembali mewabah di sana setiap saat. Ilmuwan memperkirakan 15 persen hewan pengerat di daerah Afrika barat menjadi pembawa virus tersebut. (Sumber tambahan: livescience, Ed.: ml)