1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Bakteri Kebal Semua Antibiotika Muncul di AS

27 Mei 2016

Untuk pertama kalinya, strain bakteri yang kebal semua jenis antibiotika ditemukan di AS. Pemicu munculnya "super bug" ini adalah pemakaian antibiotika tidak rasional.

Staphylococcus aureus MRSA
Staphylococcus aureus yang beberapa jenis kebal antibiotika (MRSA )Foto: picture-alliance/dpa/NIAID

Para pakar kesehatan dan kedokteran sejak lama memperingatkan, jika penggunaan antibiotika tetap tidak rasional seperti saat ini, kemunculan "super bug" hanyalah tinggal masalah waktu. Serangan bakteri yang kebal semua jenis antibiotika, memicu risiko tinggi kematian pasien yang terinfeksi.

Terutama di negara-negara berkembang, antibiotika masih dianggap obat dewa, yang mampu menyembuhkan segala macam penyakit. Akibatnya penggunaannya tidak terkontrol lagi. Juga kurang terjaganya standar terapi di rumah sakit, memicu munculnya "super bug" ini.

Pejabat dinas kesehatan Amerika Serikat melaporkan, untuk pertama kalinya, menemukan strain bakteri yang kebal semua jenis antibiotika pada seorang pasien perempuan berusia 49 tahun yang terkena infeksi saluran kencing.

"Jika menyebar, bakteri ini bisa menjadi ancaman maut pada kasus penyakit infeksi biasa", ujar Thomas Frieden, direktur pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di AS.

Antibiotika di peternakan

Jawatan pengawas obat Eropa (EMA) juga menuding industri peternakan sebagai potensi bahaya bagi naiknya resitensi antibiotika. Lembaga ini melaporkan, industri peternakan Eropa menggunakan antibiotika colistin dalam jumlah besar. Volumenya harus dikurangi hingga 60 persennya, untuk mencegah kekebalan bakteri terjadap antibiotika.

Colistin yang biasa digunakan memerangi infeksi E.coli, salmonella serta pneumonia, dilarang penggunaannya pada manusia sejak tahun 1980-an, karena memiliki efek samping meracuni ginjal. Tapi tetap digunakan secara lusa di industri peternakan, untuk menjaga kesehatan ternak dari penyakit infeksi.

Antibiotika colistin kini jadi harapan terakhir bagi para pakar medis, untuk masih bisa menghadapi "super bug". Sejumlah rumah sakit mulai menggunakan lagi antibiotika ini dalam dosis aman, untuk mencegah infeksi sekunder pada pasien.

as/yf(afp,dpa,rtr,ap)

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait