Ban Ki Moon Melawat ke Jerman
15 Juli 2008
Angela Merkel dan Ban Ki Moon kembali bertemu, kali ini di Jerman, setelah sama-sama menghadiri peringatan Hari Nasional Prancis 14 Juli kemarin di Paris. Ban dan Merkel akan bertemu dalam sebuah simposium yang diselenggarakan Yayasan Bertelsmann dan akan membicarakan masalah dunia secara tertutup. Helmut Volger, pengamat politik asal Potsdam, Jerman, dan koordinator lembaga-lembaga penelitian PBB, menilik kembali kepemimpinan Ban Ki Moon di PBB.
"Ban tidak mendukung bahwa makna penting PBB tetap disadari. Hal itu cukup sulit karena PBB itu ibaratnya kurs saham, tergantung pada gejolak dukungan dan perhatian masyarakat yang bisa berubah-ubah. Masalahnya PBB itu hanyalah klub negara-negara berdaulat, yang menggunakan PBB sebagai alat berpolitik,” katanya.
Mengapa Ban tidak lebih gigih melawan sikap egois Amerika Serikat? Mengapa Ban tidak mengkoordinasikan semua kepentingan negara dengan lebih baik, terutama 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB? Kini dipertanyakan mengapa Ban tidak secepatnya melaksanakan reformasi internal PBB yang sudah dicanangkan tahun 2005. Di lain pihak, pemerintah Jerman juga tidak begitu mengharapkan kemungkinan perubahan termasuk untuk menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Seperti yang dikemukakan oleh juru bicara kementerian luar negeri Jerman Jens Plötner, "Hal itu masih terus diupayakan. Kesiapan kami, keinginan kami dalam kerangka reformasi untuk menerima tanggung jawab lebih banyak, masih besar, tapi kami juga melihat, masih banyak perundingan rumit yang harus dilakukan dan dalam tahap kedua, perundingan di New York. Kami akan berunding secara aktif sekaligus menyadari bahwa semuanya tidak dapat terlaksana dalam waktu singkat saja, tapi tetap terfokus pada sasaran.“
Terdapat sangat banyak tema yang akan dibicarakan dalam pertemuan Merkel dan Ban. Kegagalan PBB di Sudan dan kini di Zimbabwe, menurut perkiraan mantan duta besar Jerman di PBB Günther Pleuger, serta kemungkinan Jerman menjadi penyandang dana terbesar ketiga PBB dengan sumbangan senilai lebih dari 500 juta Euro per tahun, akan menjadi tema utama pembicaraan Merkel dan Ban.
"Saya rasa pada dasarnya Jerman sudah bertindak seperti anggota tetap Dewan Keamanan. Saat ini Jerman turut hadir di hampir semua wilayah krisis, tidak hanya memberikan bantuan militer, tapi juga bantuan pembangunan kembali. Jerman sudah berperan di New York, sebagai bagian dari Eropa dan dengan begitu dapat berpengaruh di negara anggota PBB,“ ujar Pleuger. (ls)