1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
BencanaIndonesia

Banjir-Longsor Asia Tenggara: Ratusan Orang Tewas

Kieran Burke Reuters, AP, AFP, Detik
28 November 2025

Thailand, Malaysia, dan Indonesia dilanda banjir serta tanah longsor setelah berhari-hari diguyur hujan lebat. Jumlah total korban tewas akibat banjir di Asia Tenggara telah meningkat menjadi lebih dari 300 orang.

Warga berjalan melewati rumah-rumah yang rusak di sebuah desa yang terdampak banjir di Malalak, Sumatera Barat, Indonesia, Jumat, 28 November 2025.
Pejabat di Indonesia mengatakan banjir dan tanah longsor telah merenggut nyawa puluhan orang dan puluhan lainnya masih hilang di Sumatra.Foto: Ade Yuandha/AP Photo/picture alliance

Hujan deras berhari-hari  telah memicu bencana banjir di sembilan provinsi Thailand dan delapan negara bagian di Malaysia, memaksa puluhan ribu orang mengungsi.

Pemandangan serupa terjadi di Pulau Sumatra, Indonesia, di mana tim penyelamat berjuang mencapai daerah-daerah terdampak di 12 kota dan kabupaten.

Musim monsun tahunan diperparah oleh badai tropis di kawasan-kawasan terdampak tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Musim hujan tahunan diperburuk oleh badai tropis di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir,Foto: Mohd Rasfan/AFP/Getty Images

Angka kematian di Thailand terus meningkat

Jumlah kematian di Thailand mencapai lebih dari 140 jiwa. Yang paling terdampak adalah Provinsi Songkhla, Thailand di mana pihak berwenang di Rumah Sakit Songklanagarind mengatakan bahwa ruang jenazah sudah penuh dan kini truk berpendingin digunakan.

"Ruang jenazah sudah melebihi kapasitasnya, jadi kami membutuhkan lebih banyak ruangan,” ujar seorang petugas kamar jenazah yang dikutip AFP.

Seorang jurnalis AFP merekam truk-truk pendingin berwarna putih yang diparkir di depan gedung utama rumah sakit.

Pulau Sumatra di antara yang paling parah terdampak

Di Indonesia, pejabat mengatakan banjir dan tanah longsor di tiga provinsi telah merenggut lebih dari 80 nyawa, dengan puluhan orang masih hilang di Sumatra.

Kerugian terburuk terjadi di Sumatra Utara, di mana 55 kematian dilaporkan dan 41 orang masih hilang. Demikian menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami korban terbanyak dengan lebih dari 30 kematian, sementara lebih dari 30 orang di wilayah tersebut belum ditemukan.

Sementara itu, di Sumatra Barat, lebih dari 20 orang dipastikan meninggal akibat banjir bandang di sejumlah daerah, imbuh BNPB. Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah.

Jalan terputus mempersulit bantuan

Tim pencarian dan penyelamatan berjuang mencapai komunitas-komunitas terpencil yang terputus karena tumpukan material yang memblokir jalan.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa warga di Batang Toru — tempat sedikitnya lebih dari 20 orang meninggal — terpaksa menguburkan sebagian korban dalam liang kubur massal.

Dikutip dari Detik.com Asosiasi Perusahan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (ASPERINDO) mengumumkan di beberapa wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat, sebagian pengiriman bantuan hanya bisa melalui jalur udara. Sementara untuk darat tidak dapat diakses sama sekali.

Tanggul Raksasa Atasi Masalah di Pesisir Utara Jawa?

03:32

This browser does not support the video element.

Pemanasan global berpengaruh

Dikutip dari AFP,  perubahan iklim telah memengaruhi pola badai, termasuk durasi dan intensitas musim, yang menyebabkan curah hujan yang lebih tinggi, banjir bandang, dan hembusan angin yang lebih kencang.
Iklim yang lebih hangat menahan lebih banyak kelembapan, menghasilkan hujan yang lebih deras, sementara lautan yang lebih hangat dapat meningkatkan kekuatan sistem badai.

"Ilmuwan iklim telah memperingatkan bahwa peristiwa cuaca ekstrem... akan terus memburuk seiring dengan peningkatan suhu," kata Renard Siew, seorang penasihat perubahan iklim di Pusat Studi Tata Kelola dan Politik di Malaysia. "Itulah yang telah kita saksikan." 

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih
Editor: Yuniman Farid

 

 

 

 

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait

Topik terkait

Tampilkan liputan lainnya