Barat Cemaskan Peluncuran Satelit Iran
4 Februari 2009
Sukses peluncuran satelit Iran ke orbitnya di luar angkasa disoroti dengan tajam harian-harian internasional.
Harian Inggris The Daily Telegraph yang terbit di London dalam tajuknya berkomentar :
Instalasi roket peluncur satelit mirip dengan instalasi rudal yang dapat dipasang hulu ledak atom. Sementara Iran juga menggunakan energi amat banyak, untuk membela program pengayaan Uraniumnya yang dipersengketakan, yang oleh sementara pakar dinilai memungkinkan pembuatan bom atom. Selain itu, Iran berusaha keras mengembangkan roket peluncur, yang memungkinkan dipasangi hulu ledak atom. Teheran bersikeras, program atomnya memiliki tujuan damai. Tapi dunia barat dengan cemas menduga-duga motiv di belakang program satelit Iran tsb.
Harian konservatif Austria Die Presse yang terbit di Wina berkomentar senada:
Iran merasa puas. Peluncuran satelit itu dalam jangka panjang dapat memberikan keuntungan ilmu pengetahuan. Tapi hal itu juga memiliki implikasi militer. Sebab, barang siapa mampu meluncurkan satelit ke ruang angkasa, roketnya juga dapat dimuati benda lain yang bukan satelit. Hal itu membunyikan tanda bahaya, karena programnya dijalankan oleh sebuah rezim yang mengancam akan menghancurkan Israel dan diduga secara diam-diam membuat bom atom.
Juga harian Jerman Sächsische Zeitung yang terbit di Dresden dalam tajuknya menulis komentar serupa :
Harus diakui, Iran juga memiliki hak menikmati kemajuan teknologi. Akan tetapi, amat sulit diterima jika peluncuran satelit itu dipandang sebagai pesan bagi perdamaian. Sebab program luar angkasa yang dikaitkan dengan ambisi nuklir, memiliki dimensi yang amat berbahaya. Barang siapa memiliki kemampuan, meluncurkan satelit ke luar angkasa, berarti juga dapat meluncurkan roket yang dipasangi hulu ledak nuklir.
Harian Perancis La Presse de la Manche yang terbit di Cherbourg berkomentar :
Perdamaian dunia terancam, karena teknologi tinggi dan ekstrimisme yang menakutkan, kini bergandengan tangan, untuk melayani sebuah politik radikal. Terdapat bahaya, dalam waktu dekat ini kita akan diperas dengan ancaman senjata atom, untuk memecahkan masalah Timur Tengah dengan cara para ekstrimis. Iran kini sudah termasuk kelompok negara penguasa luar angkasa. Untuk itu diperlukan pemantauan lebih teliti, terhadap perkembangan teknik dan militer di negara tsb.
Terakhir harian Swiss Tages-Anzeiger yang terbit di Zürich berkomentar :
Presiden Mahmud Ahmadinejad mengatakan, program satelitnya bertujuan mendukung perdamaian dan keadilan. Sementara AS dan Israel membuat penafsiran amat berbeda, terhadap upaya Teheran mengembangkan kapasitas program roketnya. Yang tidak berbahaya, hanya sebagai pamer kekuatan nasionalismenya. Sementara yang lebih serius, sebagai isyarat ancaman terarah. Hanya jika Teheran mengartikan politik luar negeri baru dari Washington sebagai peluang, mereka juga dapat mengharapkan bisa menarik keuntungan dari peredaan ketegangan di kawasan itu. Akan tetapi, seperti di pasar, kedua belah pihak harus sedikit mengalah, agar transaksi jual beli dapat mencapai kesepakatan yang bagus.