Rencana pertemuan antara Donald Trump dan Vladimir Putin ditunda. Sementara itu, serangan Rusia ke jaringan energi Ukraina membuat ribuan warga kehilangan pasokan listrik dan sebagian juga air bersih.
Trump mengisyaratkan pertemuan Putin, yang baru saja disinggungnya minggu lalu, tetapi kini telah ditundaFoto: ZED
Iklan
Rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Budapest, Hungaria, dilaporkan ditunda, menurut keterangan pejabat AS yang tidak disebutkan namanya kepada kantor berita Reuters dan AFP.
Keputusan tersebut disebut diambil setelah percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Pada Selasa (21/10), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa tidak ada urgensi bagi kedua pemimpin untuk bertemu, dan menambahkan bahwa "pertemuan seperti ini membutuhkan persiapan serius.” Ia menegaskan, belum ada penundaan resmi karena tanggal pertemuan pun belum ditetapkan.
Sejumlah pemimpin Eropa dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Putin sengaja mengulur waktu dengan memperpanjang proses diplomasi untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Momen-Momen Pertemuan Trump dan Putin di Helsinki
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin saling memuji ketika bertemu di Helsinki Senin (16/7). Inilah momen-momen menarik pertemuan mereka.
Foto: picture-alliance/dpa/TASS/V. Sharifulin
Bahasa tubuh yang kaku
Sekalipun saling memuji, bahasa tubuh mereka terlihat kaku pada sesi pemotretan sebelum melakukan pertemuan empat mata. Keduanya menghindari kontak mata dan kelihatan belum yakin, bagaimana cara mendekati satu sama lain. Putin terlihat tampil lebih tegas dan percaya diri.
Foto: Reuters/K. Lamarque
Donald Trump lebih percaya Putin daripada CIA?
“Mereka (CIA dan FBI) bilang, itu Rusia (terlibat). Tapi Presiden Putin baru saja mengatakan, itu bukan Rusia," kata Trump ketika ditanya wartawan tentang tuduhan dinas rahasia Amerika CIA dan FBI bahwa agen-agen Rusia berusaha mempengaruhi opini publik dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 untuk memenangkan Trump.
Foto: Getty Images/AFP/B. Smialowski
Wartawan diusir dari ruangan
Seorang reporter dari "The Nation" dipaksa meninggalkan ruangan konferensi pers Trump dan Putin, karena dia memegang slogan protes tentang senjata nuklir: "Nuclear Weapon Ban Treaty."
Foto: picture-alliance/AP Photo/A. Zemlianichenko
Di mana servernya?
Ketika ditanya wartawan mengenai tuduhan bahwa Rusia berusaha meretas komputer dan melancarkan kampanye mempengaruhi pemilu presiden di AS dan apakah dia lebih percaya Presiden Putin daripada dinas rahasianya sendiri, Presiden Donald Trump mengelak menjawab dan membalas dengan bertanya: Di mana servernya?
Foto: Reuters/G. Dukor
Putin minta bukti
Presiden Putin bereaksi agresif terhadap pertanyaan-pertanyaan dari wartawan kantor berita Reuters dan Associated Press soal upaya agen-agen Rusia mempengaruhi pemilu presiden di AS. "Bisakah Anda menyebutkan satu fakta?" kata Putin.
Foto: Reuters/Lehtikuva/A. Aimo-Koivisto
"Bola di lapangan Anda"
"Bola sekarang ada di lapangan Anda," kata Putin ketika memberikan cinderamata sebuah bola Piala Dunia kepada Donald Trump. Presiden AS itu sebelumnya memberi ucapan selamat kepada Putin dan mengatakan, turnamen Piala Dunia di Rusia adalah "satu yang terbaik" hingga saat ini. Trump kemudian melempar bola itu kepada istrinya, Melania.
Foto: picture-alliance/newscom/D. Silpa
Mencoba tampil akrab
Kedua pemimpin berusaha tampil akrab, tapi justru tampak tidak nyaman berada di depan media. Keduanya berjanji untuk memperbaiki hubungan dan meningkatkan kerjasama. (hp/vlz)
Foto: picture-alliance/dpa/M. Metzel
7 foto1 | 7
Trump tidak ingin bertemu Putin
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa rencananya untuk bertemu dalam waktu dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin ditunda karena ia tidak ingin pertemuan itu menjadi "buang-buang waktu.”
Iklan
Trump menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa (21/10).
Keputusan untuk menunda kemungkinan pertemuan di Budapest, yang sebelumnya diumumkan Trump pekan lalu, setelah pembicaraan pada Senin (20/10) antara Menlu AS Marco Rubio dan Menlu Rusia Sergey Lavrov.
Rusia juga tampak tidak terburu-buru. Peskov menegaskan bahwa pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Putin "membutuhkan persiapan… persiapan yang serius.”
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terus berupaya memperkuat posisi negaranya dengan mengupayakan pengiriman rudal jarak jauh Tomahawk dari AS, meski hingga kini Trump belum menyetujui pengiriman senjata tersebut.
"Kita harus mengakhiri perang ini, dan hanya tekanan yang bisa membawa perdamaian,” tulis Zelenskyy pada Selasa (21/10) di Telegram.
Bagaimana Perang Putin Memengaruhi Ekonomi Dunia
Efek perang Rusia terhadap Ukraina dirasakan di seluruh dunia. Harga makanan dan bahan bakar meningkat di mana-mana. Di beberapa negara kerusuhan pecah akibat naiknya harga barang kebutuhan utama.
Foto: Dong Jianghui/dpa/XinHua/picture alliance
Belanja Semakin Mahal di Jerman
Konsumen di Jerman merasakan kenaikan biaya hidup. Konsekuensi dari perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia mulai terasa. Pada bulan Maret, tingkat inflasi Jerman mencapai level tertinggi sejak 1981. Pemerintah Jerman ingin segera mengembargo batubara Rusia, tetapi masih memperdebatkan pelarangan impor gas dan minyak dari Rusia.
Foto: Moritz Frankenberg/dpa/picture alliance
Antrian Mengisi Bahan Bakar di Kenya
Antrian panjang mobil di SPBU Nairobi. Di Kenya, warga juga merasakan dampak perang di Ukraina. Bahan bakar kian mahal, dan pasokannya terbatas, belum lagi krisis pangan. Duta Besar Kenya untuk PBB Martin Kimani dalam sidang Dewan Keamanan menyatakan keprihatinannya, dan membandingkan situasi di Ukraina timur dengan perubahan yang terjadi di Afrika setelah berakhirnya era kolonial.
Foto: SIMON MAINA/AFP via Getty Images
Siapa Amankan Suplai Gandum ke Turki?
Rusia adalah produsen gandum terbesar di dunia. Karena larangan ekspor dari Rusia, harga roti sekarang naik di banyak tempat, termasuk di Turki. Sanksi internasional telah mengganggu rantai pasokan. Ukraina juga merupakan salah satu dari lima pengekspor gandum terbesar di dunia, tetapi perang dengan Rusia membuat mereka tidak dapat mengirimkan barang dari pelabuhannya di Laut Hitam.
Foto: Burak Kara/Getty Images
Harga Gandum Melonjak di Irak
Seorang pekerja tengah menumpuk karung-karung tepung tergu di pasar Jamila, pasar grosir terpopuler di Baghdad. Harga gandum telah meroket di Irak sejak Rusia menginvasi Ukraina, karena kedua negara tersebut menyumbang setidaknya 30% dari perdagangan gandum dunia. Irak tetap netral sejauh ini, tetapi poster-poster pro-Putin sekarang telah dilarang di negara itu.
Foto: Ameer Al Mohammedaw/dpa/picture alliance
Unjuk Rasa di Peru
Para demonstran bentrok dengan polisi di ibukota Peru, Lima. Mereka memprotes kenaikan harga pangan, satu di antara rangkaian kenaikan harga. Krisis semakin diperburuk dengan adanya perang di Ukraina. Presiden Peru, Pedro Castillo memberlakukan jam malam dan keadaan darurat untuk sementara. Tapi jika peraturan tersebut dicabut, protes akan terus berlanjut.
Foto: ERNESTO BENAVIDES/AFP via Getty Images
Keadaan Darurat di Sri Lanka
Di Sri Lanka, warga turun ke jalan untuk mengekspresikan kemarahan mereka. Beberapa hari lalu, ada yang mencoba menyerbu kediaman pribadi Presiden Gotabaya Rajapaksa. Memuncaknya protes terhadap kenaikan biaya hidup, kekurangan bahan bakar, dan pemadaman listrik, mendorong presiden mengumumkan keadaan darurat nasional, sekaligus meminta bantuan pengadaan sumber daya dari India dan Cina.
Warga di Skotlandia juga memprotes kenaikan harga makanan dan energi. Di seluruh Inggris, serikat pekerja telah mengorganisir demonstrasi untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Brexit telah mengakibatkan kenaikan harga di banyak area kehidupan, dan perang di Ukraina makin memperburuk keadaan.
Foto: Jeff J Mitchell/Getty Images
Harga Ikan Goreng di Inggris Melonjak
Warga Inggris punya alasan untuk khawatir terkait hidangan nasional tercinta mereka "fish and chips". Sekitar 380 juta porsi goreng ikan dan kentang dikonsumsi di Inggris setiap tahun. Tetapi sanksi keras saat ini, berarti harga ikan putih dari Rusia, minyak goreng dan energi, semuanya melonjak naik. Pada Februari 2022, tingkat inflasi Inggris mencapai 6,2%.
Foto: ADRIAN DENNIS/AFP via Getty Images
Peluang Ekonomi bagi Nigeria?
Seorang pedagang di Ibafo, Nigeria, tengah mengemas tepung untuk dijual kembali. Nigeria telah lama ingin mengurangi ketergantungannya pada makanan impor, dan membuat ekonominya lebih tangguh lagi. Orang terkaya di Nigeria Aliko Dangot, baru-baru ini membuka pabrik pupuk terbesar di negara itu, dan berharap memiliki banyak pembeli. Apakah itu sebuah peluang? (kp/as)
Foto: PIUS UTOMI EKPEI/AFP via Getty Images
9 foto1 | 9
Serangan Rusia lumpuhkan jaringan energi Ukraina
Pada hari yang sama, serangan udara besar-besaran Rusia terhadap infrastruktur energi membuat ratusan ribu warga di wilayah Chernihiv, Ukraina, kehilangan pasokan listrik dan sebagian juga kehilangan air bersih.
Pejabat setempat mengatakan, ancaman serangan drone yang terus berlangsung menghambat upaya perbaikan, sementara ibu kota regional kehilangan seluruh pasokan listriknya.
Serangan itu juga menghantam wilayah tetangga, Sumy, dan menjadi bagian dari rangkaian serangan terbaru Rusia yang menargetkan jaringan energi Ukraina menjelang musim dingin.
"Tim darurat di wilayah Chernihiv belum bisa mulai memperbaiki jaringan listrik karena serangan drone Rusia yang terus berlangsung,” tulis Kementerian Energi Ukraina di Telegram.
Presiden Zelenskyy kemudian menyampaikan bahwa perbaikan tengah dilakukan, seraya menegaskan: "Taktik Rusia adalah membunuh dan menebar teror lewat rasa dingin.”
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha menulis di platform X: "Putin berpura-pura siap berdiplomasi dan bernegosiasi damai, padahal malam ini Rusia justru melancarkan serangan brutal dengan rudal dan drone.”
Dalam beberapa pekan terakhir, Moskow meningkatkan frekuensi serangan udara ke berbagai wilayah Ukraina, membuat banyak gelap gulita selama berjam-jam, bahkan berhari-hari.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris