BBC dituntut minta maaf atas kesalahan editorial dalam suntingan pidato Trump, dan menarik tayangan, serta membayar ganti rugi. Pakar berpendapat gugatan ini kian mengancam kebebasan pers dalam peliputan di AS.
BBC dalam kontroversi penyuntingan pidato Presiden AS Donald Trump.Foto: Jack Taylor/REUTERS
Iklan
Presiden AS, Donald Trump, bisa melayangkan tuntutan hukum kepada lembaga penyiaran nasional Inggris. BBC, ke pengadilan atas keputusan editorialnya yang menyebabkan kedua petinggi media tersebut mengundurkan diri.
Sebelumnya, mantan penasihat eksternal BBC, Michael Prescott, mengirimkan komite standar editorial internal BBC memo internal yang menyuarakan keprihatinan atas liputan BBC mengenai isu imigrasi, rasisme, konten sejarah, isu transgender, serta liputan BBC Arabic tentang perang di Gaza.
Memo tersebut turut menyoroti masalah pada salah satu episode program berita andalan BBC, panorama. Video tersebut menampilkan pidato Donald Trump kepada para pendukungnya di Washington, D.C., pada 6 Januari 2021 saat Kongres AS bersiap mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilu. Setelah pidato tersebut massa digambarkan berbaris menuju Gedung Capitol AS dan kerusuhan pun terjadi.
Episode tersebut ditayangkan seminggu sebelum pemilu presiden 2024 digelar. Prescott menyebut program tersebut menyatukan dua cuplikan terpisah, sehingga menimbulkan kesan bahwa Trump telah menghasut tindakan kerusuhan massal yang terjadi pada 6 Januari. Padahal, kedua cuplikan tersebut terjadi dalam rentang waktu lima puluh menit. Bagian yang mencakup momen ketika Trump menyerukan agar pendukungnya melakukan aksi damai menuju Gedung Capitol, dihapus.
Isi memo yang disampaikan pada pertengahan tahun 2025 tersebut sempat bocor dan diberitakan pertama kali oleh surat kabar Daily Telegraph di antara tanggal 3-6 November 2025.
Pemilu AS: Seberapa Besar Kekuasaan Presiden AS?
Siapa pun yang berhasil duduk di Ruang Oval di Gedung Putih berhak untuk memutuskan - atau begitulah perkiraan mereka. Seberapa besar sebenarnya kekuasaan Presiden Amerika Serikat?
Foto: Klaus Aßmann
Apa Kata Konstitusi AS?
Seorang presiden dipilih untuk masa jabatan 4 tahun, dengan batas maksimum dua masa jabatan. Presiden menjabat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, memegang kendali eksekutif federal yang mempekerjakan sekitar 4 juta orang (termasuk personel militer). Ia juga bertanggung jawab menerapkan undang-undang yang telah disetujui oleh Kongres dan menjabat sebagai diplomat tertinggi AS.
Foto: Klaus Aßmann
Berfungsi sebagai pemeriksa dan penyeimbang
Tiga cabang pemerintahan, eksekutif, yudikatif, dan legislatif, adalah pembuat keputusan bersama yang saling membatasi kekuasaan. Presiden dapat memaafkan seseorang dan menunjuk hakim federal, tetapi butuh persetujuan Senat untuk mengonfirmasi keputusan ini. Presiden, dengan persetujuan Senat, juga dapat menunjuk anggota kabinet dan duta besar. Ini salah satu cara legislatif mengontrol eksekutif.
Foto: Klaus Aßmann
Kekuatan 'State of the Union'
Presiden diminta untuk secara berkala menginformasikan kongres tentang keadaan negara - persyaratan ini telah berkembang menjadi pidato tahunan "Negara Persatuan". Meski tidak dapat memperkenalkan RUU legislatif, presiden dapat mendiskusikan topik dan inisiatif yang ia inginkan. Ini adalah cara untuk menempatkan Kongres untuk bertindak di bawah tekanan publik.
Foto: Klaus Aßmann
Punya hak veto terhadap RUU
Presiden dapat memveto rancangan undang-undang dengan mengirimkannya kembali ke Kongres tanpa menandatanganinya. Tapi veto ini dapat dibatalkan dengan mayoritas dua pertiga di kedua kamar Kongres yakni di DPR dan Senat. Dan menurut Senat, hanya sekitar tujuh persen atau 111 dari 1.516 veto presiden yang berhasil diubah kembali.
Foto: Klaus Aßmann
Wilayah kekuasaan yang dinilai abu-abu
Konstitusi dan keputusan MA tidak sepenuhnya menentukan seberapa besar kekuasaan yang dimiliki presiden. Ada satu ciri khas yang dikenal sebagai "veto saku" memungkinkan presiden untuk dengan mudah memasukkan RUU yang dikirim kepada mereka oleh Kongres "ke dalam saku," dan mencegahnya berlaku. Kongres tidak dapat membatalkan veto jenis ini. Trik ini telah digunakan lebih dari 1.000 kali.
Foto: Klaus Aßmann
Perintahnya berkekuatan hukum
Presiden dapat memerintahkan pegawai pemerintah untuk laksanakan tugas dengan cara dan untuk tujuan tertentu. Perintah eksekutif ini berkekuatan hukum; dan tidak butuh persetujuan lain. Tapi bukan berarti presiden bisa seenaknya. Pengadilan bisa membatalkan perintah itu, atau Kongres dapat memberlakukan UU yang menentangnya. Lagi pula, presiden selanjutnya juga bisa langsung mencabutnya.
Foto: Klaus Aßmann
Mengesampingkan Kongres
Presiden dapat merundingkan perjanjian dengan lembaga pemerintah lain, tetapi perjanjian ini perlu disetujui oleh mayoritas dua pertiga Senat. Presiden dapat melewati proses ini dengan mengeluarkan "perjanjian eksekutif" yang tidak memerlukan persetujuan Kongres. Ini berlaku selama Kongres tidak mengajukan keberatan atau mengesahkan undang-undang yang membatalkan perjanjian tersebut.
Foto: Klaus Aßmann
Mengontrol posisi pasukan militer
Presiden adalah panglima tertinggi angkatan bersenjata AS, tetapi pernyataan deklarasi perang ada di tangan Kongres. Presiden dapat melibatkan pasukan dalam konflik bersenjata tanpa persetujuan Kongres, namun aturan ini masih agak kabur. Misalnya, saat Kongres melihat keterlibatan AS dalam Perang Vietnam sebagai tindakan yang terlalu jauh, Kongres dapat membatasinya lewat UU.
Foto: Klaus Aßmann
Tidak punya kekuasaan tanpa batas
Jika seorang presiden menyalahgunakan jabatannya atau melakukan kejahatan, Dewan Perwakilan Rakyat dapat memulai proses pemakzulan. Ini telah terjadi tiga kali sepanjang sejarah Amerika, tetapi pada akhirnya tidak ada yang dihukum. Kongres memiliki kartu as di tanggannya karena mereka bertanggung jawab dalam menyetujui anggaran, dan dapat memotong arus kas negara. (ae/vlz)
Foto: Klaus Aßmann
9 foto1 | 9
Pengunduran diri dua pejabat BBC
Pada hari Minggu (9/11) Direktur Jenderal BBC Tim Davie dan Kepala Divisi Berita Deborah Turness mengundurkan diri dari jabatannya. Keduanya mengelak tudingan adanya bias sistemik di lembaga penyiaran tersebut.
Iklan
Dalam surat kepada anggota parlemen, CEO BBC Samir Shah menyatakan BBC mengakui "bahwa cara pidato itu diedit memang menimbulkan kesan adanya panggilan secara langsung untuk tindakan kekerasan” dan meminta maaf ataspers trump "kesalahan penilaian tersebut.”
Salah satu pengacara Trump kini menuntut BBC untuk meminta maaf, menarik liputan tersebut, dan "memberikan kompensasi yang pantas kepada Presiden Trump atas kerugian yang ditimbulkan” paling lambat Jumat, 14 November 2025, atau BBC harus Bersiap menghadapi gugatan senilai 1 miliar dolar AS (Rp. 16,7 triliun).
Para pengamat media mengatakan bahwa kritik terhadap penyuntingan episode Panorama tersebut cukup beralasan, namun mereka lebih mengkhawatirkan BBC akan menerima serangan yang lebih luas atas rekam jejak ketidakberpihakannya.
"Ini merupakan kesalahan,” kata Mel Bunce, Direktur Pusat Demokrasi dan Jurnalisme Universitas St. George, Inggris. "Namun kekhawatiran saya yang jauh lebih besar adalah serangan terhadap BBC yang muncul setelah ini.”
Dafydd Townley, sejarawan politik di Universitas Portsmouth dan Kepala UK American Politics Group, menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan bahwa kemungkinan adanya tindakan hukum terhadap BBC dapat "sangat merusak reputasi BBC di AS, sekaligus kemampuannya untuk meliput dan menjangkau audiens di sana.”
Sejak 2022, BBC selalu berhasil menduduki posisi tiga besar dari 52 sumber berita yang paling dipercaya di Amerika Serikat menurut survei tahunan YouGov.
Kasus ini muncul bertepatan dengan rencana pemerintah Inggris yang berencana meninjau lembaga penyiaran tersebut. BBC dibiayai publik melalui iuran lisensi yang dibayarkan oleh setiap rumah tangga yang memiliki televisi atau menggunakan layanan streaming. Namun, pengambilan keputusannya lembaga penyiaran tersebut bersifat independen, tidak bergatung pada pemerintah.
Kekerasan terhadap Jurnalis di Jantung Eropa
Eropa dikejutkan dengan serangan penembakan terhadap Peter R. de Vries, seorang jurnalis Belanda. Meski Uni Eropa punya reputasi bagus dalam kebebasan pers, namun terkadang para jurnalis jadi korban serangan kekerasan.
Foto: Getty Images/AFP/Stringer
Amsterdam syok berat
Peter R. de Vries, wartawan kriminal terkemuka ditembak orang tidak dikenal saat meninggalkan studio televisi Selasa, 6 Juli 2021 malam di pusat kota Amsterdam, Belanda. Beberapa indikasi menunjukan sindikat kriminal terorganisir menjadi otak penyerangan tersebut. Dua orang tersangka diamankan beberapa jam setelah penembakan.
Foto: Evert Elzinga/ANP/picture alliance
Wartawan kriminal terkemuka di Belanda
De Vries telah meliput kejahatan terorganisir di Belanda selama bertahun-tahun. Sebelum aksi penembakan, dia jadi penasihat pribadi seorang saksi mahkota yang akan bersaksi terhadap seorang pimpinan organisasi kriminal besar. Saudara dan pengacara saksi mahkota tersebut telah dibunuh beberapa tahun lalu. Saat ini De Vries masih berjuang antara hidup dan mati di sebuah rumah sakit.
Foto: ANP/imago images
Harapan dan ketakutan
“Kejadian seperti ini tidak boleh terjadi di jantung Eropa!” Begitu reaksi dari masyarakat Belanda atas kejadian penembakan Selasa malam tersebut. Sejumlah orang terlihat di TKP meninggalkan bunga dan ucapan belasungkawa. Sayangnya, de Vries bukanlah jurnalis pertama yang menjadi korban pembunuhan berencana di benua Eropa.
Foto: Koen Van Weel/dpa/picture alliance
Negara tempat demokrasi dilahirkan
Jurnalis Yunani, Giorgos Karaivaz dibunuh di selatan kota Athena pada 9 April 2021. Dua orang bermasker yang mengendarai sepeda motor menembak wartawan kriminal senior ini sebanyak 10 kali. Sebagai wartawan berpengalaman, Karaivaz telah meliput sejumlah kasus korupsi yang melibatkan otoritas Yunani dan sindikat kriminal terorganisir.
Daphne Caruana Galizia (53), seorang jurnalis investigasi yang meliput kasus korupsi dalam bidang politik dan bisnis di Malta, tewas setelah mobilnya diledakkan menggunakan bom yang dipicu dari jarak jauh 16 Oktober 2017. Pelakunya divonis 15 tahun penjara setelah mengakui perbuatannya. Namun, dalang kejahatan, seorang pebisnis terkenal masih diadili untuk pembunuhan itu.
Foto: picture-alliance/dpa/L. Klimkeit
Dibunuh di kediaman pribadi
Jurnalis investigasi Slovakia, Jan Kuciak dan tunangannya, Martina Kusnirova ditembak pembunuh bayaran 21 Februari 2018. Jurnalis berusia 28 tahun ini memfokuskan liputannya pada sindikat kriminal terorganisir, pengemplang pajak dan korupsi di kalangan politisi dan penguasa Slovakia. Pembunuhannya mengejutkan Eropa dan berujung dengan pengunduran diri Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico.
Foto: Mikula Martin/dpa/picture alliance
Bebaskan media!
Lukasz Masiak, jurnalis Polandia, dipukuli hingga tewas di pusat boling, 2015 silam. Masiak meliput kasus korupsi, bisnis narkoba dan penangkapan sewenang-wenang. Pemerintah Polandia dikritik karena makin membatasi kebebasan pers. Warga Polandia memprotes aturan baru pemerintah di Warsawa untuk terus membatasi kebebasan pers.
Foto: Attila Husejnow/SOPA Images/ZUMAPRESS.com/picture alliance
Saya adalah Charlie
12 orang dibunuh dalam serangan teror di kantor majalah satire Prancis Charlie Hebdo, tahun 2015. Ratusan ribu orang di seluruh dunia berdemonstrasi untuk kebebasan berbicara dan pers menggunakan tagar “Saya adalah Charlie”. Pada November, jurnalis musik Guillaume Barreau-Decherf dibunuh saat serangan teroris di teater Bataclan, Paris yang tewaskan ratusan penonton.
Foto: picture-alliance/dpa
Jurnalis Turki diserang di Berlin
Jurnalis Turki di Jerman, Erk Acarer, pengkritik Presiden Recep Tayyip Erdogan, diserang oleh tiga orang tak dikenal di kediamannya pada 7 Juli 2021. Dalam Bahasa Turki, Acarer menceritakannya di Twitter: “Saya diserang menggunakan pisau dan dipukuli di rumah saya di Berlin.“ Tiga orang pelaku juga mengancam akan datang kembali kalau dia tidak berhenti melakukan reportase.
Foto: twitter/eacarer
Wartawan dengan pembatasan?
Bukan hanya kasus yang membahayakan nyawa wartawan yang ditakuti. Namun, sering wartawan yang dihambat saat bertugas, seperti oleh pengunjuk rasa yang murka, polisi atau pihak berwenang. Pada foto terlihat polisi antihuru-hara Prancis menghadang seorang pekerja pers saat demonstrasi menentang peraturan keamanan yang baru.
Foto: Siegfried Modola/Getty Images
10 foto1 | 10
Rentetan kasus Trump vs. Media
Ini bukan pertama kalinya Donald Trump mengambil langkah hukum terhadap media. Dalam beberapa tahun terakhir, ia telah menuntut sejumlah perusahaan media besar Amerika senilai jutaan hingga miliaran dolar AS. Termasuk di antaranya CNN, ABC (AS), CBS, serta surat kabar besar seperti The New York Times dan Wall Street Journal. Trump juga pernah menuntut jurnalis yang membuat pelaporan tentang dirinya.
Berikut rekap kasus yang diajukan Trump terhadap beberapa perusahaan media:
CNN
Trump menggugat CNN pada Oktober 2022 senilai 475 juta dolar AS(Rp 7,9 triliun). Salah satu tuduhannya adalah penggunaan istilah "grosse Luge” (kebohongan besar— istilah yang kerap dikaitkan dengan Adolf Hitler, pemimpin NAZI) menggambarkan klaim Trump yang menyebut kecurangan dalam pemilu 2020. Hakim federal AS menolak gugatan tersebut pada Juli 2023, dengan menyatakan bahwa pernyataan CNN "meskipun menggangu penyebutan tersebut secara hukum tidak bersifat mencemarkan nama baik.”
ABC News (Disney)
Pada Desember 2024, ABC News setuju untuk membayar 15 juta dolar AS (251 miliar) kepada yayasan layanan kepustakaan kepresidenan Trump untuk menyelesaikan gugatan Trump yang menyebut pembawa beritanya, George Stephanopoulos, menggunakan penggambaran yang keliru terhadap putusan kasus perdata penulis New York E. Jean Carroll terhadap Trump pada siaran langsung ABC. Stephanopoulos menyebut Trump melakukan "pemerkosaan” sedang dalam putusan tersebut disebut menyebut "pelecehan seksual.”
CBS
Pada Juli 2025, Paramount Global, pemilik CBS, menyetujui penyelesaian gugatan senilai 20 miliar dolar AS(Rp 335 triliun). Trump menggugat CBS karena telah mereka mengedit wawancara dengan saingan kandidat presiden AS, Kamala Harris, yang menguntungkan partai Demokrat dalam program berita 60 Minutes.
Wall Street Journal
Pada Juli 2025, Trump menggugat Wall Street Journal dan pemiliknya Rupert Murdoch, senilai 10 miliar dolar AS (Rp 167 triliun) karena mempublikasikan artikel dengan surat di tahun 2003 yang diklaim ditulis oleh Trump untuk terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. WSJ membela liputan, menyatakan akan melawan gugatan Trump.
New York Times
Pada Oktober 2025, Trump mengajukan banding gugatan pencemaran nama baik dan menuntut ganti rugi senilai 15 miliar dolar AS (Rp 251 triliun) terhadap The New York Times dan tiga jurnalisnya, setelah sebelumnya sempat ditolak oleh Hakim Distrik Steven Merryday di bulan September.
Protes Aturan Baru, Jurnalis Tinggalkan Pentagon
00:23
This browser does not support the video element.
"Terjadi di waktu yang tidak tepat”
Dengan tenggat 14 November, belum jelas bagaimana ancaman hukum terbaru presiden terhadap BBC akan berkembang, terutama karena episode Panorama tersebut tidak ditayangkan atau tersedia di Amerika Serikat.
Namun, bersamaan dengan langkah non-hukum seperti mencabut akreditasi Associated Press dari galeri pers Gedung Putih atau memerintahkan penghentian pendanaan bagi penyiar publik PBS dan NPR, Voice of America, serta Radio Free Europe, ancaman jalur pengadilan ini memperpanjang rekam jejak serangan presiden terhadap media tradisional.
Pada Mei 2025, Reporters Without Borders menyatakan bahwa masa jabatan kedua Trump telah "menyebabkan kemunduran yang mengkhawatirkan dalam kebebasan pers.” Standar editorial, kebebasan pers, dan kemampuan media publik maupun swasta untuk meliput kegiatan pemerintah dan politisi terus berada di bawah tekanan.
Townley mengatakan bahwa lembaga media kian sulit sulit menjalankan peran tradisional mereka. "Kita harus memperhatikan, bukan hanya proses editorial di BBC, tetapi juga tindakan para eksekutif terhadap pers,” kata Townley.
"Ini menunjukkan bahwa hubungan antara ‘pilar keempat demokrasi' yakni pers dan pilar eksekutif sedang berada di bawah tekanan luar biasa saat ini.”
"Ini kekhawatiran besar bagi banyak orang di AS, siapa yang akan mengawasi para eksekutif dan pemerintah federal sebagaimana seharusnya dilakukan oleh media?”
Terlepas apakah Trump akan menuntut BBC atau tidak, ada kekhawatiran bagaimana kasus ini akan memengaruhi peran BBC di Inggris dan di luar negeri. Bunce menekankan bahwa BBC tidak hanya menyiarkan berita, tapi juga membuat program budaya dan menyediakan layanan media independen ke berbagai wilayah dunia lewat BBC World Service, mirip dengan layanan yang diberikan Deutsche Welle.
"Keprihatinan utama di sini adalah bahwa hal ini akan memicu perdebatan politik yang dapat memengaruhi keputusan pendanaan, sehingga BBC bisa kehilangan dana, bukan hanya untuk divisi berita, tetapi juga bagi industri budaya dengan kualitas tinggi yang dimilikinya.”
"Ini datang di waktu yang tidak tepat, ketika pertanyaan mengenai integritas editorialnya sedang hangat-hangatnya dibahas.”
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris