1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Ekonomi

BMW Ambil Alih Kendali Joint Venture di Cina

11 Oktober 2018

Produsen mobil Jerman BMW telah mengumumkan rencananya untuk mengakuisisi saham mayoritas dalam perusahaan patungannya di Cina.

China Shanghai BMW Autohaus
Foto: picture-alliance/Imaginechina/Dycj

Pembuat mobil premium Jerman BMW mengatakan pada hari Kamis (11/10) bahwa mereka berencana memperoleh 25 persen saham lebih besar dalam joint venture dengan Brilliance China Automotive senilai $ 4,2 miliar, sehingga total sahamnya menjadi 75 persen.

Pembuat mobil asing telah lama dibatasi untuk memegang tidak lebih dari 50 persen saham di perusahaan mereka di Cina, tetapi Beijing memutuskan untuk mengendurkan peraturan kepemilikan tahun ini.

Perubahan dalam aturan kepemilikan merupakan keuntungan bagi pembuat mobil asing yang akan mendapatkan bagian lebih besar dari kontrol dan keuntungan dari bisnis Cina mereka, melukai prospek bagi mitra Cina mereka.

Saham Briliiance China di Hong Kong telah mengalami penurunan tahun ini dan diskors dari perdagangan pada hari Kamis (11/10).

Lebih banyak investasi

"Usaha patungan kami adalah landasan kesuksesan merek BMW di pasar tunggal terbesarnya," kata CEO BMW Harald Krüger dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan yang bermarkas di München mengatakan akan lebih fokus pada pengembangan dan produksi kendaraan listrik di Cina.

Produsen mobil ini mengindikasi akan menginvestasikan € 3 miliar di pabrik baru di dekat Tiexi di Cina untuk menggandakan kapasitasnya di lapangan.

Bersama dengan Brilliance, BMW bertujuan menghasilkan total 650.000 unit per tahun pada tahun 2020.

vlz/ap (AFP/dpa)