1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Bob Dylan Menang Nobel Kesusatraan

13 Oktober 2016

Penyanyi folks dan ballada Bob Dylan dianugerahi Nobel Kesusastraan 2016. Penghargaan diberikan untuk kreasi ekspresi puitis baru di dalam tradisi lagu-lagu rakyat Amerika.

Bob Dylan
Foto: picture alliance/dpa

Terplihnya Bob Dylan (75) sebagai pemenang Nobel Kesusatraan menjadikan dia sebagai pengarang lagu pertama yang mendapat penghargaan bergengsi itu. Pengaruh Dylan pada musik kontemporer sangat mendalam, demikian ditegaskan Akademi Swedia di Stockholm. "Ia memperoleh status sebuah ikon," tambah Komite Nobel itu.

Dengan keputusan itu, Komite Nobel juga melepaskan diri dari semacam "bayangan" ketakutan lepas dari tradisi pemberian hadian kesusatraan. Dalam 20 tahun terakhir, nama Bob Dylan selalu muncul dalam usulan sebagai kandidat penerima Nobel Kesusastraan. Tapi namanya kemudian tenggelam lagi oleh nama-nama dari dunia sastra atau teater.

Bob Dylan dilahirkan 24 Mei 75 tahun silam dengan nama Robert Allen Zimmerman, dari keluarga kelas menengah Yahudi di Minnesota. Ia mulai manggung di tahun 1960-an di bar-bar atau "cofee house" di New York. Lagunya "Blowin in the Wind" (1963) dan "The Times They are A-Changin" (1964) dijadikan hymne wajib kelompok anti perang dan gerakan hak-hak warga sipil dari tahun 60-an hingga sekarang.

Dengan lagu-lagu ciptaannya, Dylan mendapat citra sebagai penulis lagu dan penyanyi folks serta rock yang revolusioner. Dalam Autobiografinya "Chronicles" (2004) ia menulis: "Amerika mengalami perubahan. Saya menyadari reformasi sebagai nasib dan mengalir begitu saja bersama arus perubahan."

Lagu-lagu yang ia ciptakan penuh dengan metafora, simbol dan lirik-lirik cerminan pergerakan jaman atau cuplikan dari sejarah dan Bibel. Selama 50 tahun berkarir di jalur musik, album-albumnya hingga kini sudah terjual lebih 100 juta keping.

as/yf (dpa,rtr,afp, epd)

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait