1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KriminalitasMeksiko

Bos Kartel “El Mencho” Tewas, Meksiko Dilanda Kerusuhan

Roshni Majumdar | Farah Bahgat | Alfi Anadri AP, AFP, Reuters
24 Februari 2026

Kematian bos kartel CJNG “El Mencho” dalam operasi militer memicu gelombang serangan balasan di berbagai wilayah Meksiko. Sedikitnya 74 orang tewas dan puluhan kota dilanda kerusuhan.

Seorang anggota pasukan keamanan dengan senjata berjaga di pinggir jalan
Anggota kartel mengamuk. Mereka membakar kendaraan di sejumlah negara bagian dan memblokir banyak ruas jalan utama.Foto: Ulises Ruiz/AFP

Gelombang kekerasan melanda sejumlah wilayah Meksiko setelah gembong kartel narkoba Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai "El Mencho”, tewas dalam operasi militer. Sedikitnya 74 orang dilaporkan meninggal dunia dalam rangkaian operasi tersebut, termasuk 25 personel aparat keamanan.

Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch, pada Senin (23/02) menyatakan bahwa korban tewas terdiri dari anggota pasukan keamanan, terduga anggota kartel, serta sejumlah pihak lainnya.

Tak lama setelah kabar kematian pemimpin Kartel Jalisco Nueva Generación (CJNG) itu tersebar, kelompok bersenjata diduga anggota kartel mengamuk. Mereka membakar kendaraan di sejumlah negara bagian dan memblokir banyak ruas jalan utama. Bank, SPBU, dan toko-toko turut menjadi sasaran serangan, sementara warga berupaya menyelamatkan diri.

Media lokal melaporkan sekitar 20 dari 32 negara bagian di Meksiko terdampak kekerasan, termasuk Jalisco, Michoacan, Aguascalientes, Tamaulipas, dan Guanajuato.

Operasi intelijen bertahun-tahun

Menurut otoritas Meksiko, penangkapan hingga tewasnya "El Mencho” merupakan hasil pengumpulan intelijen selama bertahun-tahun oleh Meksiko dan Amerika Serikat (AS).

Menteri Pertahanan Meksiko Ricardo Trevilla mengungkapkan bahwa aparat berhasil melacak keberadaan Oseguera setelah mengidentifikasi seorang rekan dekat dari kekasihnya. Perempuan tersebut diantar ke Tapalpa, Jalisco, pada Jumat (20/2) untuk bertemu dengan sang bos kartel. Informasi tambahan dari intelijen AS membantu memastikan lokasi pertemuan itu.

Penangkapan hingga tewasnya "El Mencho” merupakan hasil pengumpulan intelijen selama bertahun-tahun oleh Meksiko dan Amerika SerikatFoto: Yuri Cortez/AFP

Setelah perempuan tersebut meninggalkan lokasi, keesokan harinya pasukan Angkatan Darat dan Garda Nasional Meksiko langsung mengepung area tersebut. Operasi didukung enam helikopter serta pengawasan udara dari Angkatan Udara Meksiko.

Dalam upaya melarikan diri, Oseguera bersama pengawalnya bersembunyi di kawasan hutan di sekitar kompleks kabin. Ia terluka dalam baku tembak dan akhirnya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Pernyataan militer menyebutkan empat anggota kartel tewas di lokasi. Sementara tiga lainnya, termasuk Oseguera, meninggal akibat luka-luka ketika dievakuasi ke Mexico City.

Sosok di balik kartel paling brutal

Oseguera memimpin CJNG, organisasi yang oleh Departemen Kehakiman AS disebut sebagai salah satu kartel narkoba paling brutal di Meksiko. Didirikan pada 2009, kartel ini menjadi pemasok utama kokain ke Amerika Serikat serta memproduksi fentanyl dan metamfetamin.

Pemerintah AS bahkan menawarkan hadiah sebesar 15 juta dolar AS (sekitar Rp252 miliar) bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Oseguera pernah dihukum oleh pengadilan di California AS pada 1994 atas konspirasi distribusi heroin dan menjalani hukuman hampir tiga tahun penjara. Setelah bebas, ia kembali ke Meksiko dan melanjutkan aktivitasnya di dunia kartel. Ia juga beberapa kali didakwa di pengadilan AS, termasuk pada 2022 atas tuduhan konspirasi distribusi narkotika dan penggunaan senjata api dalam kejahatan perdagangan narkoba.

Pemerintah AS bahkan menawarkan hadiah sebesar 15 juta dolar AS (sekitar Rp252 miliar) bagi siapa pun yang memberikan informasi "El Mencho"Foto: US State Department/Anadolu/picture alliance

Pemerintah imbau warga tetap tenang

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Ia menyatakan aparat telah membersihkan lebih dari 250 blokade jalan yang dipasang kartel di sekitar 20 negara bagian.

"Hari ini situasi sudah lebih tenang. Ada pemerintah, ada angkatan bersenjata, ada kabinet keamanan, dan koordinasi yang kuat,” ujarnya dalam konferensi pers. Ia memastikan stabilitas dan keamanan negara tetap terjaga.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengimbau masyarakat untuk tetap tenangFoto: Yuri Cortez/AFP

Namun, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya di Meksiko untuk berlindung di tempat masing-masing menyusul kerusuhan. Imbauan tersebut diperluas pada Senin untuk mencakup lebih banyak wilayah, dan staf pemerintah AS diminta bekerja dari rumah.

Presiden AS Donald Trump mendesak Meksiko untuk "meningkatkan” upaya melawan kartel narkoba. Sebelumnya, ia bahkan menyatakan kesediaannya melancarkan serangan sepihak ke wilayah Meksiko guna menghentikan arus narkotika ilegal ke AS. Pernyataan itu ditanggapi tegas oleh Presiden Sheinbaum yang menolak ancaman aksi militer tersebut.

Ketegangan masih berlanjut

Sehari setelah operasi mematikan itu, suasana di Tapalpa, kota tempat baku tembak terjadi, sangat kontras. Anak-anak kembali bermain seperti biasa, tapi suara tembakan masih terdengar. Di pinggiran kota ditemukan seorang pria tewas di samping kendaraan yang penuh lubang bekas peluru.

Pasukan keamanan bersenjata lengkap terus memburu anggota kartel yang masih bertahan. Blokade jalan dilaporkan masih terjadi di sejumlah titik di negara bagian Jalisco.

Di Guadalajara, ibu kota negara bagian tersebut, aktivitas mulai kembali berjalan setelah pada hari Minggu (22/02) kota itu nyaris lumpuh total karena warga memilih bertahan di rumah.

Lebih dari 1.000 orang sempat terjebak semalaman di kebun binatang Guadalajara dan terpaksa tidur di dalam bus demi keselamatan. Banyak keluarga tidak dapat pulang ke negara bagian asal seperti Zacatecas dan Michoacan akibat situasi keamanan.

"Semuanya kami izinkan tetap berada di dalam kebun binatang demi keselamatan mereka, dari anak-anak hingga lansia,” kata Direktur Kebun Binatang Guadalajara, Luis Soto Rendón.

Seorang petugas keamanan hotel di Guadalajara, Irma Hernández (43), mengaku kesulitan berangkat kerja karena transportasi umum berhenti beroperasi. Ia dijemput kendaraan khusus yang disediakan kantornya, sementara keluarganya memilih tetap di rumah.

"Saya khawatir karena tidak tahu bagaimana harus pulang jika sesuatu terjadi,” ujarnya.

Meski aparat menyatakan situasi mulai terkendali, banyak warga Meksiko kini diliputi kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi kekerasan berikutnya setelah tumbangnya salah satu tokoh kriminal paling berpengaruh di negara tersebut.

Editor: Tezar Aditya

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait