1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KriminalitasKamboja

Tersangka Bos Penipuan Daring Kamboja Diekstradisi ke Cina

Emmy Sasipornkarn sumber: AFP, Reuters
2 April 2026

Otoritas Kamboja menyatakan seseorang bernama Li Xiong ditangkap dan diekstradisi atas permintaan otoritas Cina. Li diduga berkaitan dengan sosok kriminal utama pusat penipuan yang telah diekstradisi bulan Januari lalu.

Penggerebekan polisi di sebuah pusat penipuan daring di Kamboja
Kamboja menyatakan berharap dapat menutup semua pusat penipuan daring pada akhir April [ARSIP: 11 Maret 2026]Foto: Tang Chhin Sothy/AFP

Seseorang bernama Li Xiong, yang diduga sebagai anggota inti jaringan penipuan daring di Kamboja telah diekstradisi ke Cina, demikian dilaporkan media pemerintah Cina, CCTV, pada Rabu (03/04).

Kebenaran soal ekstradisi ini telah dikonfirmasi oleh pemerintah Kamboja melalui sebuah pernyataan.

"Penyelidikan menemukan bahwa Li Xiong, mantan ketua Huione Group di bawah naungan Prince Group, diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana," demikian laporan CCTV, media yang dikelola pemerintah.

Dalam laporan CCTV itu, Li disebut sebagai "anggota inti dari geng kriminal Chen Zhi”.

WNI Eks Pekerja Penipuan Daring di Kamboja Tunggu Pemulangan

01:57

This browser does not support the video element.

Sosok Chen Zhi, terduga otak pusat penipuan daring di Kamboja

Chen adalah pendiri Prince Group, salah satu konglomerat terbesar di Kamboja, yang menurut situs webnya berfokus pada "pengembangan properti, layanan keuangan, dan layanan konsumen.”

Pada Januari, ia diekstradisi ke Cina. Chen dituduh mengendalikan operasi kompleks kerja paksa di seluruh Kamboja.

Kantor Pusat Prince Holding Group di KambojaFoto: Sok Serey/ZUMA/picture alliance

Chen pernah menjabat sebagai penasihat bagi Perdana Menteri Kamboja Hun Manet serta ayahnya, mantan pemimpin Hun Sen.

Namun, dalam wawancara kepada AFP pada Februari, Hun Manet mengaku bahwa pemerintah "tidak tahu bahwa dia [Chen] adalah otak di balik jaringan tersebut,” sehingga menolak tuduhan kolusi yang dilontarkan ke pemerintah.

Ekstradisi Chen Zhi, tersangka bos penipuan, dari KambojaFoto: China's Ministry of Public Security/AFP

Baik Chen maupun Li memiliki kewarganegaraan Kamboja, yang kemudian dicabut oleh pemerintah Kamboja.

Krisis penipuan daring

Pada 2025, Amerika Serikat menuduh bahwa Prince Group bertindak sebagai kedok bagi "salah satu organisasi kriminal transnasional terbesar di Asia.”

Kelompok hak asasi manusia menyatakan bahwa Kamboja menjadi tuan rumah bagi puluhan ribu orang yang melakukan penipuan daring.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan "memberantas perjudian daring dan penipuan telekomunikasi merupakan tanggung jawab bersama komunitas global.”

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz

Editor: Prihardani Purba

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait