Banyak yang suka menggunakan ponsel saat sedang di toilet. Namun, studi menunjukkan duduk lama di toilet dapat secara signifikan meningkatkan risiko ambeien. Berikut adalah tips untuk buang air besar yang lebih sehat.
Menurut sebuah studi terbaru, penggunaan smartphone di toilet meningkatkan risiko ambeien hingga 46 persenFoto: Tom Wang/Depositphotos/IMAGO
Iklan
Banyak yang suka membawa ponsel ke toilet sekadar untuk membaca pesan atau menggulir media sosial. Namun, apa yang nampak seperti hiburan di toilet ini bisa membuat kita tidak nyaman bahkan kesakitan.
Sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal ilmiah PLOS One menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan ponsel di toilet tidak hanya berakhir duduk lebih lama di toilet tapi juga berisiko wasir atau ambeien.
"Membawa ponsel ke toilet dikaitkan dengan peningkatan risiko ambeien hingga 46 persen,” kata Dr. Trisha Pasricha, ahli gastroenterologi di Harvard Medical School, dalam wawancara dengan Deutsche Welle (DW).
Dalam studi tersebut, 125 orang dewasa yang menjalani kolonoskopi (prosedur medis pemeriksaan usus besar) ditanyai tentang kebiasaan mereka di toilet. Separuh pengguna ponsel mengaku duduk lebih lama karena asyik dengan ponsel mereka.
Iklan
Mengapa duduk terlalu lama di toilet bisa jadi masalah
Saat duduk di kursi biasa, dasar panggul mendapat penopang. Namun di toilet, dudukan toilet yang terbuka tidak menopang langsung. "Ini meningkatkan tekanan pada otot dasar panggul, jaringan ikat, dan bantalan hemoroid,” jelas Pasricha.
Setiap orang sebenarnya memiliki bantalan hemoroid, bantalan pembuluh darah yang kaya aliran darah di antara rektum dan anus. Masalah munculnya ketika bantalan tersebut meradang akibat tekanan berlebih saat mengejan - kondisi yang dikenal sebagai ambeien atau wasir. Gejalanya dapat berupa gatal, rasa terbakar, hingga perdarahan.
5 Alasan Anda Harus Berhenti Makan Mi Instan
Siapa yang tidak suka makan mi instan? Enak dan praktis. Masalahnya, ada kandungan mi instan yang bisa merusak kesehatan. Berikut beberapa fakta penting yang sebaiknya Anda ketahui tentang makanan populer ini.
Foto: Fotolia/WavebreakmediaMicro
Kurangi Kemampuan Tubuh Serap Gizi
Jika Anda makan mi instan dan setelahnya menyantap makanan sehat seperti sayur dan buah, maka tubuh tidak akan bisa menyerap semua kandungan gizi dari makanan sehat tersebut. Ini karena mi instan yang Anda konsumsi, mempengaruhi secara negatif proses pencernaan hingga beberapa jam setelah dimakan.
Foto: Colourbox
Beresiko Memicu Penyakit Kanker
Mi instan biasanya mengandung bahan pengawet, zat anti beku, dan unsur lain yang bersifat karsinogen atau bisa mengakibatkan kanker. Selain itu, mi seduh instan yang dikemas dalam "cangkir polistirena" yang mengandung zat pemicu kanker, plasticizer dan dioksin, dan bisa tercampur ke dalam mi begitu diseduh dengan air panas.
Foto: imago/Levine-Roberts
Kandungan Natrium Berlebihan
Kadar natrium tinggi bisa menyebabkan batu ginjal dan gangguan ginjal lainnya. Kandungan rata-rata natrium pada sebungkus mi instan lebih dari 800 mg. Sementara menurut saran para pakar kesehatan, jumlah asupan maksimum natrium per hari adalah 2400 mg. Jadi seporsi mi instan saja sudah hampir memenuhi setengah dari jumlah asupan natrium yang disarankan.
Foto: Christian Thiele
Efek Samping MSG
Mi instan juga kaya penyedap masakan MSG atau monosodium glutamat. Ada yang alergi terhadap MSG, atau juga merasa sakit kepala atau sakit dada setelah menyantap mi instan. Konsumsi MSG juga berkorelasi dengan penyakit lain, termasuk kanker.
Foto: colourbox
Mengandung Zat Anti Beku
Mi instan biasanya diimbuhi zat anti beku seperti propylene glycol yang bertujuan untuk mencegah mi menjadi kering. Konsumsi bahan aditif anti beku ini diyakini memicu berbagai resiko kesehatan, termasuk gangguan hati, jantung dan ginjal serta bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Foto: picture-alliance/dpa
5 foto1 | 5
Bagaimana mengurangi risiko ambeien
Ambeien memang membuat tidak nyaman, tapi secara umum mudah diobati dan bisa dicegah. Para ahli memberikan lima tips sederhana berikut:
Jangan duduk terlalu lama Aturan mudah: maksimal lima menit di toilet. "Itu benar-benar limitnya,” kata dr. Pasricha. Jika belum berhasil buang air, berdirilah, bergerak sebentar, lalu coba lagi nanti.
Tinggalkan ponselmu sebelum ke toilet
Jika kamu menggunakan ponsel untuk relaksasi atau pengalih perhatian, gunakan "aturan dua TikTok”. Setelah dua video, berhentilah dan tanyailah dirimu ‘Kenapa aku masih duduk di sini?'
Gunakan posisi yang benar Posisi duduk sangat penting. Jika posisi lutut lebih tinggi dari pinggul, misalnya dengan menaruh bangku kecil di bawah kaki, rektum akan lebih lurus dan feses lebih mudah keluar.
Konsumsi lebih banyak serat Pola makan berperan penting. Mengejan terlalu kuat saat buang air adalah penyebab utama ambeien yang sangat menyakitkan. Solusi sederhana: konsumsi lebih banyak makanan berserat. "Serat dapat melunakkan feses sehingga tidak perlu mengejan,” kata Dr. Ulrich Tappe, ahli gastroenterologi (sistem pencernaan), kepada DW.
Jangan malu ke dokter Membicarakan buang air yang menyakitkan bisa jadi membuat kita jadi tidak nyaman. Namun, rasa malu malah membuat kita terlambat mencari pertolongan. "Tidak ada yang memalukan tentang tubuh kita,” tegas dr. Pasricha. "Kita bisa menyelesaikan banyak masalah kesehatan jika kita menanggapi usus kita dengan serius, dengan mulai membicarakannya.”
Ambeien masih jadi topik tabu
Ambeien adalah hal yang umum terjadi. Diperkirakan lebih dari separuh orang dewasa mengalaminya. Kondisi ini sering terjadi pada orang lanjut usia, penderita sembelit kronis, atau wanita hamil. Banyak yang terlambat berobat karena merasa malu.
"Ambeien seperti halnya sindrom iritasi usus, masih dianggap tabu. Semua orang tahu, tapi hampir tidak ada yang membicarakannya,” kata Prof. Mauro D'Amato, ahli genetika medis di LUM University, Italia, kepada DW.
Hal itu turut memengaruhi penelitiannya D'Amato. Dalam studinya di Karolinska Institutet, Swedia, ia mengidentifikasi 102 area genetik yang berkaitan dengan peningkatan risiko ambeien. Saat penelitian itu diterbitkan pada 2021, riset tentang ambeien masih sangat sedikit.
Kini, minat publik mulai meningkat juga berkat tokoh-tokoh yang membicarakannya di media sosial. "Ketika orang terkenal membicarakannya, maka banyak orang lainnya mengatakan ‘Oh, aku juga mengalaminya'. Dari situlah kesadaran terpupuk, lebih banyak orang ke dokter dan turut berpartisipasi dalam penelitian. Ini sangat membantu kemajuan ilmu pengetahuan,” kata D'Amato.
Toilet Terunik di Dunia: Ada yang Terbuat Dari Emas
Dunia berevolusi, begitu juga dengan teknologi. Karena toilet peninggalan era Alkitab ditemukan di Yerusalem, berikut adalah beberapa toilet terunik di dunia.
Foto: picture-alliance/dpa/C. Horsten
Toilet kuno di Yerusalem
Balok batu kapur persegi dengan lubang ditengahnya ini adalah toilet yang merupakan bagian dari tanah kerajaan megah di abad ke-7 SM, menurut Otoritas Barang Antik Israel. Di bawah tanah itulah mereka menemukan tangki septik yang dipahat dari batu. Temuan langka, kata direktur penggalian Jaakov Billig, hanya orang kaya yang mampu membeli toilet.
Toilet tertua yang ditemukan hingga saat ini dibangun oleh bangsa Sumeria di Mesopotamia antara 3.500 dan 3.000 SM. Foto ini menunjukkan toilet Romawi kuno di situs arkeologi Leptis Magna di Libya. Bagi bangsa Romawi, pergi ke kamar mandi jauh dari sekadar urusan pribadi, melainkan sudah seperti acara sosial. Jamban-jamban itu tidak memiliki partisi, menawarkan ruang untuk 60 orang sekaligus.
Foto: picture-alliance/dpa
Toilet XXL
Toilet raksasa di sebuah fasad bangunan yang dirancang oleh desainer Prancis Philippe Starck, jelas merupakan patung yang tidak dimaksudkan untuk digunakan. Toilet duduk raksasa ini merupakan tipuan iklan dari pabrik Jerman di Hornberg, Jerman selatan. Dari tepian, pengunjung bisa melihat pemandangan Black Forest. Toilet duduk berkeramik ala Barat ini bukanlah standar toilet di seluruh dunia ya.
Foto: Philipp von Ditfurth/dpa/picture alliance
Kultur yang berbeda
Toilet di negara-negara Asia biasanya berjenis jongkok, yang memiliki dua keunggulan: desainnya memudahkan untuk buang air besar dan tidak ada dudukan toilet yang biasanya tidak bersih. Tisu toilet juga tidak wajib di kebanyakan negara, termasuk di Arab, air yang mengalir biasa disediakan dan tentunya lebih disukai.
Foto: Soeren Stache/dpa/picture alliance
Teknologi canggih di Jepang
Jepang berada di puncak daftar teknologi toilet flush ala Barat berteknologi tinggi, mulai dari fitur penyegar udara otomatis hingga penghangat dudukan kursi, sistem musik stereo internal, dan tentu saja Wifi.
Foto: picture-alliance/dpa
Panel pintar
Di ibu kota Jepang, Tokyo, beberapa toilet umum terlihat transparan. Panel dindingnya akan menjadi buram saat toilet digunakan. Kota Ichihara di Jepang adalah rumah bagi toilet umum terbesar di dunia, sebuah toilet dengan bilik kaca dibangun di atas lahan seluas 200.000 meter persegi tersebut. Toilet ini hanya untuk perempuan dan dirancang oleh Sou Fujimoto.
Foto: Hiro Komae/AP Photo/picture alliance
Kenyamanan ala gurun pasir
Toilet ini terletak di bagian selatan Tunisia, di tengah Chott el Djerid (foto). Danau garam ini menjadi lokasi film untuk rumah masa kecil Luke Skywalker, salah satu protagonis utama dalam film Star Wars.
Foto: imago images/VWPics
Proyek seni
Toilet ini adalah sebuah karya seni. Arsitek ternama Belanda Rem Koolhaas merancang toilet unisex ini pada tahun 2006 sebagai proyek seni "A Star is born" di Groningen.
Foto: BrunoPress/imago images
Toilet Hundertwasser
Arsitek dan seniman kelahiran Austria Friedensreich Hundertwasser mendesain kamar mandi ini dengan gaya khasnya yang unik, penuh warna, dan menyenangkan. Ini hanyalah satu dari banyak ruangan di bangunan yang dia berikan, di sebuah kota Kawakawa, Selandia Baru, tempat dia tinggal bertahun-tahun hingga kematiannya pada tahun 2000.
Foto: picture alliance/dpa
Toilet gurun pasir di Cina
Para Wisatawan yang mengunjungi Mongolia Dalam pasti akan menemukan toilet ini di Teluk Xiangsha, tempat penginapan pertama di timur Gurun Kubuqi, Cina. Lebih dari 40% populasi dunia kekurangan fasilitas kebersihan sanitasi yang memadai. "Tidak akan ada masa depan yang berkelanjutan tanpa toilet," dikutip dari situs PBB.
Foto: Imaginechina-Tuchong/imago images
Toilet luar angkasa
Pada tahun 2020, NASA menghabiskan $23 juta (327 miliar rupiah) untuk membuat dua toilet di luar angkasa, toilet termahal yang pernah ada. Berbeda dengan model sebelumnya (foto adalah toilet 2003 dalam modul "Zvezda" Rusia di Stasiun Luar Angkasa Internasional ISS), model terbarunya dirancang untuk perempuan.
Foto: NASA/picture-alliance
Emas 18 karat
Pada 2016/2017, pengunjung Museum Guggenheim di New York dapat menggunakan toilet emas 18 karat berjudul "Amerika", yang dipasang oleh seniman Italia Maurizio Cattelan. "Apa pun yang Anda makan, makan siang seharga 200 dolar atau hot dog 2 dolar, hasilnya sama dari sudut pandang toilet," kata sang seniman. Namun karya seni itu dicuri pada 2019, ketika sedang dipamerkan di Inggris. (kp/hp)
Foto: AP Photo/picture alliance
12 foto1 | 12
Kaum muda berisiko
Dr. Pasricha melihat semakin banyak kasus ambeian pada anak muda — kemungkinan besar karena penggunaan ponsel saat di toilet.
Di Jerman, lebih dari separuh orang dewasa membawa ponsel ke toilet. Pada kelompok usia 25–34 tahun bahkan di atas 80 persen - menurut survei terbaru YouGov untuk kantor berita dpa.
"Usia rata-rata munculnya ambeien pertama kali terus menurun menjadi lebih muda,” kata D'Amato. Menurut Pasricha, hal ini terutama sering dialami pria. Banyak pasien laki-laki mengaku menghabiskan waktu jauh lebih lama di toilet karena sibuk dengan ponsel.
Ponsel meningkatkan risiko ambeien?
Ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelum ada ponsel, dokter sudah memperingatkan bahaya duduk lama membaca koran di toilet. Dengan beristirahat sejenak, relaks, buang air besar akan menjadi lebih mudah. "Masalahnya adalah saat terdistraksi kita lupa tujuan awal ke toilet,” jelas Pasricha.
Meskipun begitu, dr. Ulrich Tappe, yang tidak terlibat dalam penelitian, meragukan bahwa ponsel berperan besar dalam timbulnya ambeien yang menyakitkan. "Masalah ambeien lebih dipengaruhi oleh cara buang air dan pola makan,” jelasnya. Terutama mengejan terlalu kuat yang menekan dasar panggul. Dalam jangka panjang hal tersebut memicu ambeien yang menyakitkan.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman