Bukti tentang program nuklir Iran tidak ditemukan
16 Februari 2005WASHINGTON: Pimpinan Badan Tenaga Atom Internasional – IAEA, Muhamad al Baradei tetap tidak menemukan bukti untuk pengembangan senjata nuklir rahasia di Iran. Dalam wawancara dengan harian AS, "Washington Post" al Baradei mengatakan, ia berharap bukti tetap tidak ditemukan hingga kesepakatan tercapai, tentang penghentian proses memperkaya Uraium untuk senjata nuklir. Jerman, Perancis dan Inggris mewakili Uni Eropa mengusahakan kesepakatan tersebut. Sebagai imbalannya, Iran akan diberikan kemudahan perdagangan. Uni Eropa berharap, dengan usaha itu aksi militer AS atau Israel terhadap Iran dapat dihindari. Hal itu juga dibicarakan dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Jerman, Joschka Fischer dan Menteri Luar Negeri Iran, Kamal Charrasi hari ini di Berlin.
