1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
SosialJerman

Cek Fakta: Benarkah Jerman Batalkan Pasar Natal 2025?

31 Oktober 2025

Beredar kabar bahwa semua pasar Natal di Jerman dibatalkan tahun ini karena alasan keamanan. DW menelusuri dan memeriksa kebenaran klaim tersebut.

Pasar Pasar Striezel di Dresden telah diselenggarakan sejak tahun 1434
Pasar Striezel di Dresden, salah satu pasar Natal tertua di Jerman, akan dibuka pada 26 November 2025Foto: picture alliance/imageBROKER

Meski Natal masih beberapa bulan lagi, suasana khas akhir tahun sudah terasa di Jerman. Supermarket di berbagai kota mulai dipenuhi kue jahe, kalender Advent, dan dekorasi meriah. Sementara itu, pasar-pasar Natal legendaris Jerman juga tengah bersiap untuk dibuka.

Namun, baru-baru ini beredar klaim viral di media sosial yang menyebut bahwa semua pasar Natal di Jerman tahun ini dibatalkan. Tim Cek Fakta DW menelusuri asal-usul dan kebenaran klaim tersebut.

Klaim: Sebuah video di TikTok dengan keterangan "Christmas is around the corner, Germany is CANCELLING their markets… and it also looks like other places in Europe are going to do the same”, telah ditonton lebih dari 600 ribu kali.

Unggahan lain yang banyak dibagikan di platform X (sebelumnya Twitter) menyebut: "HUNDREDS OF CHRISTMAS MARKETS IN GERMANY CANCELLED,” dan telah meraih lebih dari 440 ribu tayangan.

Beberapa pengguna bahkan menyebarkan klaim ekstrem seperti "Germany Cancels Christmas” yang muncul di berbagai unggahan viral di Instagram dan X dengan total lebih dari setengah juta penayangan.

Cek fakta DW: Salah

Jerman menyelenggarakan lebih dari 2.500 pasar Natal setiap tahun, yang dikenal dengan sebutan Adventsmarkt, Christkindlmarkt, atau Weihnachtsmarkt. Pasar Striezelmarkt di Dresden saja menarik sekitar 2,5 juta pengunjung setiap tahun. Meskipun ada beberapa pembatalan pasar kecil di tingkat lokal, tidak ada bukti maupun konfirmasi resmi mengenai penutupan pasar Natal secara luas di seluruh negeri.

Meskipun rumor tersebar luas di internet, pasar Natal di Jerman tetap akan dibuka pada tahun 2025, dengan banyak kota telah mengumumkan rencana perayaan merekaFoto: TikTok

Sebagian besar pasar dijadwalkan mulai dibuka pada akhir November. Hanya di Berlin saja akan ada lebih dari 60 pasar Natal tahun ini, sementara banyak pasar lainnya juga direncanakan digelar di Leipzig, Dresden, Köln, Frankfurt, dan Hamburg. Banyak di antaranya bahkan sudah mulai dibangun.

Media Jerman sejauh ini hanya melaporkan beberapa pembatalan pasar Natal yang telah dikonfirmasi.

Di Rostock, pasar Natal bersejarah sudah dipastikan tidak akan kembali digelar pada 2025, setelah sebelumnya dibatalkan tahun lalu. Di distrik Rahlstedt, Hamburg, pasar lokal dibatalkan karena para pedagang memilih untuk tidak kembali berjualan akibat rendahnya pendapatan musim sebelumnya. Sementara itu, pasar Natal yang dikenal romantis di Kastil Bodelschwingh, Dortmund, dibatalkan untuk tahun 2025 dan 2026 karena adanya renovasi besar-besaran di area kastil.

Sumber klaim viral

Unggahan di platform X yang mengklaim "ratusan pasar Natal di Jerman dibatalkan” ternyata bersumber dari satu media saja, yaitu Duna Press. Artikel berjudul "Germany Cancels Christmas Markets 2025” terbit pada 18 Oktober 2025 oleh J&M Duna Press, yang menyebut dirinya sebagai bagian dari kelompok komunikasi dan pendidikan independen.

Dalam artikelnya, Duna Press menulis bahwa penyelenggara di beberapa kota kecil membatalkan pasar Natal karena "biaya keamanan yang tidak terjangkau” setelah serangkaian serangan teror. Namun, laporan itu hanya menyebut dua lokasi, yakni Rheinfeld dan Schongau.

Klaim palsu dari Duna Press beredar luas di media sosial, mendapatkan ratusan ribu tampilan dan shareFoto: X

DW menghubungi pejabat di Schongau, Dormagen (yang memiliki distrik bernama Rheinfeld), dan Rheinfelden, untuk memverifikasi klaim tersebut. Pemerintah Schongau menegaskan bahwa pasar Natal 2025 akan tetap digelar seperti biasa.

Kota Dormagen menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir tidak pernah ada pasar Natal di distrik Rheinfeld, dan tidak ada rencana penyelenggaraan pada 2025. Sementara itu, Rheinfelden belum memberi tanggapan saat artikel ini ditulis, tetapi situs resmi pemerintah kota memastikan bahwa pasar Natal 2025 tetap akan berlangsung.

Duna Press secara keliru mengklaim Jerman membatalkan pasar Natal dan menggambarkan negara tersebut dilanda ketakutan akan teror dengan menggunakan gambar yang dihasilkan AIFoto: J&M Duna Press

Artikel Duna Press juga menambahkan klaim lain, yakni toko dan tempat umum di Jerman mulai "menghapus produk daging babi” agar tidak menyinggung warga muslim. Namun, tidak ada bukti yang mendukung pernyataan tersebut. Artikel itu ditutup dengan opini bahwa rasa takut dan sikap toleransi disebut-sebut telah "menggerus warisan budaya Jerman.”

Penulis artikel, Bianca Firenze, tidak memiliki latar belakang yang bisa diverifikasi. Tidak ada biografi atau akun media sosial yang tertaut di situsnya. Ia mulai menulis untuk Duna Press pada Agustus 2024, sebagian besar dengan topik seputar kesehatan dan horoskop. Pada Oktober 2025, Bianca menerbitkan beberapa tulisan bernada sensasional yang menggambarkan Jerman dalam kondisi memburuk, seperti "Germany's Economic Meltdown” dan "Economic Fallout: How Canceled Christmas Markets Are Hitting Germany's Local Economies in 2025.”

Semua artikel itu menampilkan gambaran suram tentang Jerman. Seluruh foto, termasuk potret penulis, diketahui merupakan hasil kecerdasan buatan (AI) sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai keaslian para kontributornya. 

Satu-satunya sosok dengan foto asli dan profil media sosial yang dapat diverifikasi adalah Paulo Fernando de Barros, yang tercantum sebagai pemimpin redaksi. Akun media sosial Duna Press Magazine juga hanya memiliki sedikit pengikut dan interaksi, yang menunjukkan rendahnya kredibilitas dan kepercayaan publik terhadap media tersebut.

Biaya Natal yang meningkat, bukan pembatalan

Tim DW juga menelusuri klaim yang menyebut "Jerman membatalkan Natal.” Hasil pencarian gambar terbalik menunjukkan bahwa klaim tersebut berasal dari sebuah unggahan berbahasa Jerman di Facebook. Namun, unggahan itu sebenarnya hanya menyebutkan bahwa beberapa penyelenggara khawatir terhadap meningkatnya biaya keamanan setelah serangan di Berlin pada 2016 dan Magdeburg pada 2024. Penulis unggahan itu menambahkan kalimat, "Beberapa pasar mungkin dibatalkan sepenuhnya tahun ini.”

Klaim palsu tentang Jerman yang membatalkan pasar Natal telah memicu komentar-komentar yang penuh kebencian, termasuk seruan untuk membatalkan RamadanFoto: instagram

Sejak serangan di pasar Natal Berlin pada Desember 2016 dan insiden di Magdeburg pada Desember 2024, biaya keamanan memang meningkat secara signifikan. Di Magdeburg, misalnya, pengeluaran untuk pengamanan diperkirakan hampir dua kali lipat tahun ini, dari 80.000 euro (Rp1,5 miliar) menjadi 150.000 euro (Rp2,8 miliar).

Meski tidak ada aturan keamanan yang berlaku secara nasional, langkah-langkah standar kini mencakup pemasangan penghalang beton, pemeriksaan tas, pengawasan dengan kamera, dan palang jalan yang dapat ditarik. Semua langkah ini disusun oleh panitia penyelenggara dan disetujui oleh otoritas lokal.

Di kota-kota kecil, pemerintah daerah biasanya ikut membantu menanggung biaya tambahan tersebut. Walau biaya semakin mahal dan beberapa pasar harus diperkecil untuk menyesuaikan kebutuhan keamanan, tidak ada tanda-tanda adanya pembatalan pasar Natal secara luas di seluruh Jerman.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Ausirio Sangga Ndolu

Editor: Hani Anggraini

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait