1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KonflikIran

Cek Fakta: Benarkah Video Iran Hujani Israel dengan Rudal?

Cinta Zanidya
12 Maret 2026

Sebuah video mengeklaim memperlihatkan momen “Iran melakukan serangan brutal ke Israel” dengan “hujan rudal”. Benarkah klaim ini? Tim Cek Fakta DW Indonesia menemukan klaim itu salah.

Tangkapan layar akun di TikTok yang memperlihatkan langit berwarna merah penuh dengan rudal
Video yang sudah ditonton lebih dari 1 juta ini mengeklaim serangan rudal Iran ke IsraelFoto: TikTok

Video yang beredar di platform TikTok dan telah ditonton lebih dari satu juta kali menampilkan langit malam dengan kilatan cahaya merah yang diklaim sebagai "hujan rudal". Narasi dalam konten itu menyebutkan bahwa peristiwa tersebut adalah serangan Iran terhadap Israel.

Dalam video tersebut, terdengar juga suara teriakan yang mencekam beserta narasi tulisan "Iran melancarkan serangan rudal mematikan ke Israel.”

DW melakukan analisis terhadap klaim ini.

Klaim: Iran melakukan serangan brutal dengan "hujan rudal” ke Israel.

Cek Fakta DW: Salah

Di kolom komentar video viral menuai beragam reaksi dari netizen. Sebagian menduga video tersebut merupakan buatan kecerdasan buatan atau AI.

Untuk memverifikasi dugaan tersebut, tim Cek Fakta DW memeriksa video menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation.

Hasil analisis menunjukkan probabilitas video dibuat dengan AI hanya 19,1 persen. Artinya, kemungkinan besar video tersebut bukan konten yang dihasilkan oleh AI.

Untuk memvalidasi hasil alat pendeteksi tadi, verifikasi dilanjutkan untuk mencari fakta dibalik video dan klaim yang dibuat.

Penelusuran: Reverse Image Search

Dengan menggunakan perangkat Google Reverse Image, penelurusan dilanjutkan Tim Cek Fakta DW dengan mengambil beberapa potongan gambar dari video viral lalu mencarinya melalui mesin pencarian.

Dari hasil pencarian tersebut, ditemukan beberapa video lain dengan visual serupa namun lebih jelas. Tim Cek Fakta DW kemudian setidaknya dua video yang paling mirip dengan video viral tersebut. Dalam kedua video itu tidak terdengar suara teriakan, berbeda dengan yang terdapat pada video viral.

Dalam kolom deskripsi dan komentar kedua video tersebut, disebutkan bahwa video diambil pada momen perayaan ulang tahun ke-103 dari klub sepak bola Le Mouloudia Club d'Alger yang berasal kota Aljir, Aljazair pada tahun 2024.

Penelusuran: Geolocation

Dari video viral dan video-video hasil telusuran reverse image search, terlihat beberapa penanda lokasi, seperti jam besar dan kapal, yang menunjukkan lokasi berada di dekat sebuah pelabuhan.

Lewat perangkat Google Street View, tim Cek Fakta DW menelusuri pelabuhan di kota Aljir, Aljazira.

Setelah ditelusuri melalui peta dan mencocokkan penanda visualnya, tim cek Fakta DW menemukan titik lokasi dalam video yang ternyata berada di Port d'Alger, sebuah pelabuhan di kota Aljir, Algeria.

Dengan kata lain, video tersebut tidak direkam dari Israel.

Cek Fakta: Video Hujan Rudal Iran ke Israel

01:44

This browser does not support the video element.

Konteks sebenarnya

Untuk memastikan konteks video, tim Cek Fakta DW menelusuri media sosial akun resmi klub Le Mouloudia Club d'Alger. Ditemukan video serupa dari sudut pengambilan gambar berbeda dengan keterangan bahwa peristiwa tersebut merupakan perayaan ulang tahun klub yang ke-103.

Terlihat bahwa benda merah yang terlihat di langit dalam video tersebut adalah kembang api di sekitar pelabuhan, bukan serangan militer atau hujan rudal.

Disinformasi di tengah gempuran konten AI

Dalam melakukan verifikasi terhadap video viral, penting untuk memeriksa keaslian dari video tersebut, apakah video yang diunggah merupakan video yang diambil dari kejadian asli atau dibuat/dimanipulasi menggunakan AI.

Meski pembuatan konten dengan AI semakin marak seiring kemajuan teknologi, penyebaran berita bohong tetap dapat dilakukan melalui cara-cara yang jauh lebih sederhana.

"Penyebaran hoaks yang tidak menggunakan bantuan AI itu lebih besar, dibandingkan penyebaran hoax yang menggunakan bantuan AI,” ungkap Rizal Nova Mujahid, Analis Drone Emprit.

Nova menjelaskan bahwa perangkat AI juga tidak dapat dipercaya secara mentah-mentah dalam melakukan penelusuran fakta.

"AI membantu (penelusuran) tetapi bukan penentu akhir apakah sesuatu itu benar atau tidak […] tidak bisa hanya berhenti pada AI. Pada akhirnya, manusialah yang menentukan (hasil verifikasi),” Jelas Nova.

Bijak memeriksa informasi

Konten yang sengaja dibuat untuk menggiring opini bisa dengan cepat menyebar di media sosial, terutama ketika dikaitkan dengan konflik internasional.

"Indonesia adalah negara yang meskipun jauh secara geografis, tetapi sebenarnya sangat terkait dengan politik di Timur Tengah, termasuk di Iran, jadi merebut simpati,” jelas Sekjen Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Bayu Wardhana.

Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk lebih hati-hati dalam mencerna informasi dari platform media sosial dengan memeriksa sumber, mencari konteks asli, dan melakukan verifikasi sebelum memercayainya.

"Sikap yang penting untuk tidak men-share lagi. Itu yang mungkin yang harus diedukasi. Kalau ragu, ya (konten) jangan dibagikan […] Mengonsumsi atau mengecek informasi dari sumber yang bisa dipercaya,” ujar Bayu.

Editor: Tezar Aditya

Cek Fakta: Tidak Benar Presiden AS Donald Trump Panik karena Suara Takbir!

01:56

This browser does not support the video element.

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait