Cek Fakta: UFO Muncul di Laut Natuna, Buatan AI atau Asli?
28 Mei 2026
Sebuah video viral di TikTok mengeklaim adanya penampakan UFO alien di perairan Natuna, Indonesia. Konten tersebut telah ditonton lebih dari 14 juta kali dan ramai diperdebatkan warganet di kolom komentar karena diduga dibuat menggunakan AI.
Video itu menampilkan objek berduri menyerupai bintang yang bermanuver di atas laut, ditambah tampilan visual menyerupai Head-Up Display (HUD) khas pesawat militer. Dalam caption unggahan, video tersebut diklaim sebagai "rekaman teknis dari sensor pesawat CN-235,” yang dikaitkan dengan pesawat militer milik TNI AL
Cek Fakta DW: Palsu dan dibuat oleh AI.
Penelusuran dan tahapan verifikasi konten
Tim Cek Fakta DW mula-mula memeriksa video tersebut menggunakan Hive Moderation, sebuah alat pendeteksi konten AI. Hasil awal menunjukkan probabilitas rendah bahwa video dibuat menggunakan AI, dengan keterangan "not likely to contain AI-generated content” atau kemungkinan tidak dibuat oleh AI.
Namun, pemeriksaan kami tidak berhenti di situ. Secara visual, objek dalam video terlihat memiliki detail dan pergerakan yang aneh. Bentuk objek dan teksturnya menyerupai karakter visual yang umum ditemukan pada video yang sering dihasilkan AI.
Kami kemudian melakukan verifikasi dengan menelusuri video serupa di TikTok menggunakan kata kunci "UFO” dan "Natuna”. Hasilnya, ditemukan beberapa unggahan yang memakai video yang sama dan telah diberi label "Contains AI-generated media” atau berisi media yang dibuat AI oleh TikTok.
Ketika video pembanding tersebut diperiksa kembali menggunakan Hive Moderation, hasilnya menunjukkan probabilitas hingga 97,3 persen bahwa video dibuat menggunakan AI.
Temuan ini menunjukkan bahwa alat pendeteksi AI tidak selalu konsisten. Karena itu, verifikasi lebih lanjut dan pemeriksaan konteks tetap menjadi bagian penting dalam proses cek fakta.
Klaim rekaman pesawat CN-235 tidak didukung bukti
Kami juga menelusuri klaim bahwa video tersebut merupakan "rekaman dari sensor pesawat CN-235” yang diduga milik TNI AL saat berpatroli di Natuna pada tanggal 8 April 2026. Namun, tidak ditemukan laporan resmi, dokumentasi militer, maupun pemberitaan kredibel yang mendukung narasi tersebut.
Penelusuran menggunakan kata kunci terkait "CN-235”, "Natuna”, dan "UFO” juga tidak menunjukkan adanya pernyataan resmi dari pihak berwenang maupun institusi militer terkait.
Kami juga meminta keterangan dari sumber DW di TNI AL. Dalam keterangannya kepada DW, mereka menyebut pesawat dengan nomor registrasi yang dicantumkan dalam video sedang menjalani pemeliharaan di Surabaya pada tanggal tersebut.
Mereka juga menyebut rekaman patroli militer tidak bisa dibagikan sembarangan ke pihak luar dan menduga video tersebut dibuat menggunakan data hoaks atau teknologi AI agar viral.
Ketua Umum Pusat Studi Air Power Indonesia, Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim, mengatakan bahwa jika kejadian seperti itu benar terjadi, seharusnya ada penjelasan resmi kepada publik.
"Kalau memang itu benar, pasti Pusat Penerangan TNI memberi penjelasan. Dia bertugas juga menjelaskan kepada masyarakat supaya tidak terjadi kesalahpahaman, tidak terjadi keributan, tidak terjadi kegaduhan,” kata Chappy kepada DW.
Ramainya fenomena UAP dan spekulasi soal alien
Video viral tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap fenomena UAP atau Unidentified Anomalous Phenomena, istilah yang kini lebih sering digunakan dibandingkan dengan UFO (Unidentified Flying Object).
Perhatian terhadap isu ini meningkat setelah Departemen Pertahanan Amerika Serikat sejauh ini telah merilis 222 laporan dan rekaman terkait UAP. Meski begitu, sebagian besar kasus belum memiliki kesimpulan definitif dan tidak otomatis berkaitan dengan keberadaan makhluk ekstraterestrial.
NASA mendefinisikan UAP sebagai fenomena di udara yang belum dapat diidentifikasi sebagai pesawat atau fenomena alam yang diketahui secara ilmiah.
Dalam sebuah laporan studi independen UAP dari NASA pada 2023, disebutkan bahwa hingga saat ini, dalam literatur ilmiah yang telah melalui proses penelaahan oleh sesama ilmuwan, belum ada bukti konklusif yang menunjukkan bahwa UAP berasal dari makhluk luar angkasa.
Kepala Pusat Riset Antariksa Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) BRIN, Emanuel Sungging Mumpuni, mengatakan isu mengenai objek misterius sebenarnya sudah muncul sejak lama.
"Kebetulan, mungkin karena pertama, (video diduga UAP) viral di dunia maya, dan kedua, kemarin ada negara (AS) yang melakukan pemberian informasi kepada publik, juga mungkin itu menambah keviralan informasi ya. Jadi itu sebetulnya bukan sesuatu yang baru,” ujarnya kepada DW.
Menurutnya, isu serupa sebenarnya sudah muncul sejak era 1960-an sehingga fenomena tersebut bukan hal baru. Namun, keterbatasan pengetahuan manusia membuat banyak hal pada masa itu belum bisa dijelaskan.
Editor: Prihardani Purba