Chavez Kalah dalam Referendum Venezuela
3 Desember 2007
Untuk pertama kali dalam sembilan tahun masa jabatannya, Presiden Venezuela Hugo Chavez kalah dalam suatu referendum.
Komisi Pemilihan mengatakan 51 persen warga menolak referendum dan 49 persen mendukungnya. Chavez sendiri mengakui kekalahan yang dikatakannya sebagai kekalahan tipis dan hanya bisa ditentukan oleh 'foto di garis finish’ seperti dalam lomba balap lari.
"Hari ini kami tidak berhasil. Tapi kami akan terus berjuang untuk pembangunan sosialisme. Usulan konstitusi baru tetap akan menjadi usulan saya bagi rakyat Venezuela. Usulan ini akan tetap hidup dan tidak mati begitu saja.“ Demikian dikatakan Chavez.
Kekalahan Chavez sendiri dirayakan oleh pihak oposisi di Caracas. Mereka turun ke jalanan dan membunyikan klakson mobil mereka. Banyak pihak yang mengatakan, Venezuela berhasil lolos dari jeratan peraturan otoriter. Tapi, bagaimana pun juga, Chavez masih punya waktu hingga Februari 2013 untuk mewujudkan politiknya.
Sebenarnya, Chavez turut terlibat dalam rancangan konstitusi 1999 yang masih berlaku hingga sekarang. Pada awalnya konstitusi ini ditentang oleh pihak oposisi dann kini dibela khususnya oleh para mahasiswa. Penulis buku biografi Chavez, Alberto Barrera berpendapat, Venezuela membutuhkan pihak yang mendukung Chavez dan juga pihak oposisi yang liberal.
"Kita harus mengakui, bahwa pemerintahan Chavez telah banyak melakukan hal yang penting. Chavez telah mempolitisasi kemiskinan. Kaum miskin di negara ini kini tahu, bahwa mereka juga punya kuasa, bahwa mereka yang berkuasa. Mereka tahu bahwa mereka adalah pihak protagonis dalam masyarakat ini. Mereka tahu bahwa mereka bisa menuntut dan bahwa mereka mempunyai hak. Ini adalah perubahan yang sangat penting.“ Alberto Barrera menambahkan.
Para pakar politik mengatakan, Venezuela membutuhkan penengah dalam politik. Langkah awal sudah tampak saat masa kampanye reformasi konstitusi. Dari pihak Chavez, Partai Podemos berganti haluan dan menolak reformasi tersebut. Raul Baduel, sahabat lama Chavez yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan, juga memberanikan diri untuk memiliki pendapat yang berbeda dengan Chavez.
Dari pihak oposisi kanan juga muncul alternatif yang baru. Yaitu, para mahasiswa yang menyerukan 'kampanye untuk menolak reformasi’. Generasi baru politisi mulai bermunculan yang bisa menggantikan para politisi lama. Hingga pemilihan Presiden Desember 2012, waktu yang mereka miliki juga masih cukup banyak.