1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Chavez Sambut KTT UE- Latin Amerika dengan Provokasi

13 Mei 2008

Hari Jumat dan Sabtu mendatang akan berlangsung KTT Uni Eropa dan Amerika Latin di Peru. Presiden Venezuela Hugo Chavez membuat sejumlah pernyataan provokatif.

Presiden Venezuela, Hugo Chavez dalam siaran mingguannya "Hello Presiden"di Maracaibo, Venezuela.Foto: AP

Enam puluh kepala negara akan berkumpul dalam KTT Uni Eropa dan Amerika Latin di ibukota Peru, Lima akhir pekan ini. Diperkirakan Amerika Latin akan tampil dengan kepentingan masing-masing negara, yang sifatnya bersaing. Suatu kondisi yang tak memudahkan negosiasi ekonomi dan perdagangan yang akan berlangsung di pertemuan puncak itu.

Seperti tahun lalu juga, diperkirakan kedua pihak harus bekerja keras untuk mencapai kesepakatan bersama. Namun Komisaris Luar Negeri Uni Eropa, Benita Ferrero-Waldner tidak berputus asa: “Banyak yang telah kami hasilkan, dan kini kami berusaha untuk mengembangkannya. Contohnya di Wina, keterkaitan sosial merupakan tema yang penting. Sekarang justru negara-negara Amerika Latin yang menyarankan tema ini, Mereka menganggap penting realisasi kebijakan politik dan keuangan. Ini kan tema yang menyangkut rakyat. Kita juga tak bisa menghindari apabila Chavez mengadakan KTT Khusus. Kami hidup dalam masyarakat yang bebas.”

Seperti tahun lalu, menjelang KTT Uni Eropa - Amerika Latin ini, Presiden Venezuela Hugo Chavez sudah santer menebar kontroversi. Dalam siaran televisi mingguannya pekan lalu, ia mengatakan bahwa Amerika Latin tidak membutuhkan bantuan dan janji-janji kosong Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Secara provokatif Chavez juga menuding Kanselir Jerman, Angela Merkel berasal dari kubu yang pernah mendukung Hitler dan fasisme. Hal itu ia katakan, menepis komentar Merkel bahwa Chavez bukan suara rakyat Amerika Latin dan Eropa memiliki pengalaman tersendiri dengan bentuk ekonomi terpimpin. Chavez pun menegaskan, ia akan menjawab Merkel secara resmi pada KTT akhir pekan ini, apabila ia nanti menghadirinya. Sementara, Merkel tampak tak lagi menggubris komentar Chavez. Perhatiannya lebih tertuju kepada Brasil, Kolumbia dan Meksiko, ketiga negara yang kini dikunjunginya sebelum menghadiri pertemuan puncak mendatang di Peru.

Amerika Latin yang meliputi negara-negara dari Chile hingga Meksiko berpenduduk 500 juta orang dan disebut sebagai wilayah yang bermasa depan oleh Uni Eropa. Dalam KTT mendatang, Uni Eropa akan mendesak negara-negara Amerika latin untuk lebih memperhatikan perlindungan iklim dan menghentikan penebangan hutan-hutan tropisnya. Selain itu membahas kesepakatan perdagangan yang akan membuka peluang lebih besar bagi kedua pihak.

Brasil yang merupakan salah satu produsen hasil tani yang terbesar di dunia, selama ini juga mendesak agar ada regulasi untuk subvensi pertanian dan mengharapkan akses lebih luas dalam pemasaran produknya. Juga Komisaris Uni Eropa, Peter Mandelson berharap bahwa tema itu, yang sempat macet di putaran DOHA ini akan mencair dalam pertemuan puncak mendatang: “Di Lima akan berkumpul sejumlah negara penting, yang memungkinkan penyelesaian masalah itu. Karena itu saya yakin, bahwa pertemuan mendatang ini akan menghasilkan rangsangan yang tepat untuk menggulirkan kembali pembicaraan.” (ek)