Cina Hukum Aktivis Lingkungan
13 Agustus 2007
Sesudah persidangan yang berlangsung selama enam jam, diputuslah nasib pahlawan lingkungan Cina Wu Lihong. Ia dijatuhi hukuman penjara 3 tahun. Xu Jiehua, isteri Wu Lihong menyatakan, mereka mengajukan banding atas putusan itu.
Wu Lihong didakwa dengan pasal penggelapan dan pemerasan. Namun sejak awal wu Lihong membantah semua tuduhan. Dikatakan Xu Jiehua, isteri Wu Lihong:
"Prosesnya berjalan sangat tidak adil. Dalam ruang sidang terdapat 50 sampai 60 kursi, namun cuma dua yang diperuntukkan bagi kami. Padahal ruang sidang terisi penuh. Saya tidak tahu, siapa gerangan paera pengunjung sidang yang lainnya."
Disebutkan Xu Jiehua, persidangan itu juga tidak menghadirkan seorangpun saksi. Wu Lihong dituduh memeras seorang pengusaha sebesar 15 ribu Yuan, atau sekitar 15 juta rupiah. Namun isterinya menyatakan, uang itu merupakan komisi atas penjualan sebuah fasilitas anti-polusi ke pabrik-pabrik.
Kembali Xu Jiehua, isteri Wu Lihong:
" Mereka mendakwa Wu Lihong dengan perkara penggelapan dan pemerasan. Namun buktinya sama sekali tidak ada. Di pengadilan, mereka cuma membacakan suatu pernyataan tertulis belaka. Sedangkan bukti-bukti yang kami tunjukkan, justru tidak digubris"
Kepolisian Cina menangkap Wu Lihong sejak 13 April tanpa dilengkapi surat penangkapan. Awalnya ia dituduh terlibat dalam tindakan memperparah pencemaran Danau Taihu. Ini danau ketiga terbesar di Cina, seluas 2500 kilometer persegi, dengan garis tepi sepanjang 400 kilometer yang terletak di antara dua provinsi, dan dihuni oleh setidaknya 60 jenis ikan-ikanan.
Akhir Mei hingga awal Juni, permukaan danau itu tersaput lapisan alga tebal dan berbau busuk. Akibatnya, air ledeng untuk sekitar 2,3 juta penduduk kota Wuxi tak layak diminum. Air ledeng baru bisa kembali normal setelah pemerintah mengangkut lapisan algae yang seluruhnya mencapai 6 ribu ton itu, menutup sejumlah pabrik kimia dan mengalihkan pasokan air dari sungai Yangtze.
Wu Lihong justru sebelumnya dikenal sebagai pahlawan lingkungan Cina, yang sangat lantang menyuarakan upaya perlindungan terhadap danau Taihu. Tokoh berusia 39 tahun ini bahkan masuk dalam 10 warga yang paling menggugah negeri Cina melalui kegiatan sosialnya.
Isteri Wu Lihong, Xu Jiehua menyebut, selama di tahanan suaminya mengalami berbagai kekerasan.
"Sebagaimana dikatakannya sendiri dalam persidangan, selama 5 hari lima malam ia diinterogasi tanpa henti dan bahkan juga disiksa."
Kini Xu Jiehu mengeluh bahwa rumahnya selalu diawasi petugas. Ke manapun ia pergi, mereka selalu membuntutinya, dengan mobil atau sepeda motor.